GRESIK, Suara Muhammadiyah - Babak baru gerakan mahasiswa Muhammadiyah di Kabupaten Gresik resmi dimulai. Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Gresik masa jabatan 2026–2027 dilantik di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik, Sabtu (12/9/2026).
Prosesi pelantikan dipimpin Ketua Umum DPD IMM Jawa Timur, IMMawan Devi Kurniawan, dan disaksikan kader IMM serta para undangan. Momentum tersebut sekaligus dirangkaikan dengan peresmian Komisariat Ar-Rahiq, komisariat baru yang menghimpun mahasiswa Universitas Sunan Gresik.
Penyerahan piagam pendirian secara simbolis menjadi penanda bertambahnya barisan komisariat aktif di tubuh PC IMM Gresik. Kehadiran komisariat baru ini diharapkan memperluas ruang dakwah sekaligus menguatkan tradisi intelektual IMM di kalangan mahasiswa.
Tak sekadar seremoni, agenda berlanjut melalui Studium Generale bertajuk “Transformasi Gerakan Profetik: Optimalisasi Literasi Digital dan Advokasi Kerakyatan Menuju IMM Gresik Berkemajuan.” Forum menghadirkan akademisi sekaligus Komisioner KPU Gresik 2019 Abd. Sidiq Notonegoro, M.Pd.I., dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik Zainul Arifin, S.STP., M.M.
Keduanya menekankan pentingnya kader IMM menguasai literasi digital tanpa kehilangan keberpihakan terhadap persoalan masyarakat. Diskusi juga membuka ruang sinergi antara gerakan mahasiswa dan pemerintah daerah, khususnya dalam merespons isu ketenagakerjaan dan pemberdayaan generasi muda.
Ketua PC IMM Gresik, IMMawan Angga Al Farizy, S.T., menilai perkembangan teknologi harus dibaca sebagai peluang untuk memperluas jangkauan gerakan.
“Literasi digital perlu berjalan beriringan dengan advokasi kerakyatan. Kader IMM harus adaptif terhadap perubahan zaman, tetapi tetap berpihak pada persoalan umat dan masyarakat,” ungkapnya.
Pesan serupa disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Gresik M. Syahrul Munir, S.S., M.Hum. Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak berhenti pada aktivitas organisasi, tetapi mampu melahirkan gagasan dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Mahasiswa harus mampu memberikan kontribusi konkret bagi masyarakat. Karena itu, komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk pemerintah daerah, perlu terus dijaga,” ujarnya, ketua DPRD Kab. Gresik.
Pelantikan, peresmian Komisariat Ar-Rahiq, dan Studium Generale akhirnya bukan sekadar rangkaian agenda seremonial. Ketiganya menjadi penanda dimulainya kepemimpinan baru PC IMM Gresik untuk membawa gerakan yang lebih progresif, kritis, dan responsif.
Dengan merangkul kader baru, memperkuat literasi digital, serta memperluas advokasi kerakyatan, IMM Gresik diharapkan mampu menjadikan perubahan zaman bukan sebagai tantangan semata, melainkan ruang untuk menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat. (Azhar)

