Hadapi Ancaman Siklon Tropis, Pakar UMY Dorong Pembangunan Terintegrasi Mitigasi Bencana

Publish

2 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
208
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ancaman siklon tropis yang semakin nyata di Indonesia menuntut perubahan pendekatan dalam perencanaan pembangunan nasional dan daerah. Bencana tidak lagi dapat diposisikan semata sebagai peristiwa alam yang ditangani secara darurat, melainkan sebagai risiko struktural yang harus diantisipasi sejak tahap perencanaan pembangunan agar tidak terus menimbulkan kerugian ekonomi dan sosial.

Pakar Islam dan Pembangunan Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dyah Titis Kusuma Wardani, S.E., MIDEC., Ph.D., menekankan pentingnya integrasi mitigasi bencana dalam kebijakan pembangunan. Menurutnya, pembangunan yang mengabaikan aspek risiko bencana justru berpotensi memperlemah ketahanan ekonomi dan memperlambat pencapaian tujuan pembangunan jangka panjang.

“Siklon tropis memang membawa dampak ekonomi yang besar tetapi dari perspektif ekonomi pembangunan, fenomena ini juga harus dilihat sebagai momentum untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan infrastruktur. Pembangunan tidak boleh lagi bersifat reaktif, melainkan harus dirancang adaptif terhadap risiko bencana,” ujar Dyah, Jumat (26/12) di UMY.

Pembangunan yang tangguh bencana akan mengurangi kerugian di masa depan sekaligus mempercepat pemulihan ketika bencana terjadi. Integrasi mitigasi bencana dapat dilakukan dengan memasukkan aspek pengurangan risiko ke dalam rencana pembangunan nasional maupun daerah. Hal ini mencakup peningkatan kapasitas infrastruktur agar lebih tahan terhadap cuaca ekstrem, serta penguatan kelembagaan yang berperan dalam perencanaan dan pengelolaan risiko bencana.

“Peningkatan kapasitas infrastruktur dan kelembagaan menjadi kunci. Infrastruktur yang dirancang tanpa mempertimbangkan risiko bencana akan mudah rusak dan menimbulkan beban ekonomi berulang. Sebaliknya, investasi pada infrastruktur tahan bencana justru lebih efisien dalam jangka panjang,” jelas lebih lanjut. 

Selain aspek fisik dan kelembagaan, Dyah juga menyoroti pentingnya penguatan sistem peringatan dini dan mekanisme respons bencana. Sistem yang terintegrasi dan responsif dapat meminimalkan dampak bencana terhadap aktivitas ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat.

Hal tersebut dapat terealisasikan dengan baik jika ada koordinasi lintas sektor agar kebijakan mitigasi tidak berjalan parsial. Masyarakat pun berperan dalam upaya mitigasi bencana. Kesadaran publik terhadap risiko bencana dan partisipasi aktif masyarakat dinilai sebagai elemen penting dalam membangun ketahanan ekonomi yang berkelanjutan.

“Jika mitigasi bencana diintegrasikan secara konsisten dalam perencanaan pembangunan maka siklon tropis tidak lagi menjadi hambatan utama pembangunan, melainkan risiko yang dapat dikelola secara berkelanjutan,” pungkas Dyah. (NF)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Untuk mempercepat proses transfer keilmuan serta menyediakan layanan pe....

Suara Muhammadiyah

24 June 2024

Berita

ACEH UTARA, Suara Muhammadiyah - STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe memberikan beasiswa penuh kepada an....

Suara Muhammadiyah

21 March 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Sebuah peristiwa bersejarah terjadi di Kapanewon Berbah, Kabupate....

Suara Muhammadiyah

16 December 2025

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Ada yang unik dalam menyambut semarak Maulid Nabi Muhammad SAW d....

Suara Muhammadiyah

29 September 2023

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah bertekad menciptakan masyarakat Islam yang sebenar-benar....

Suara Muhammadiyah

8 December 2024