Guru ISMUBA Garda Terdepan Tertib Salat Siswa

Publish

18 January 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1334
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SOLO, Suara Muhammadiyah – Sebanyak 454 siswa mengikuti Salat Asar yang dilaksanakan di halaman sekolah sehat SD Muhammadiyah 1 Ketelan. Iqomah dikumandangkan muazin dari siswa kelas VI, sedangkan Imam Dwi Jatmiko dari Da’i Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat RI, Kamis (18/1/2024). 

Siswa yang ikut saalat berjamaah itu berasal dari kelas IV, V dan VI. Siswa pria berada di depan, siswa perempuan berada di shaf paling belakang dengan fasilitator pendamping guru karyawan. Sama seperti siswa pria, tak terdengar suara di shaf perempuan. Usai shalat wajib mereka mengemasi mukena dengan tertib tanpa berisik.

“Salah satu alternatif yang bisa dilakukan dalam melaksanakan pendidikan karakter disekolah adalah mengoptimalkan pembiasaan salat berjama’ah di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Pembiasaan seperti ini, lanjutnya, tidak hanya mendidik siswa untuk hidup dengan disiplin waktu dan bertanggung jawab, tetapi juga memberikan panduan dalam menjalani hidup sehari-hari seiring dengan nilai-nilai religius berbasis agama Islam. 

“Mengajarkan siswa untuk berangkat ke masjid dengan pakaian yang rapi merupakan hal yang perlu diberdayakan. Guru al Islam, Kemuhamamdiyahan dan Bahasa Arab (ISMUBA) garda terdepan tertib salatnya siswa,” ungkapnya.

Selain menunjukkan kesopanan, Jatmiko meyakini perilaku ini akan mempersiapkan mereka untuk situasi formal di masa depan, seperti saat mereka menghadiri acara-acara keagamaan atau upacara resmi. 

“Terlebih lagi, berpakaian rapi juga dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka dan memberikan kesan positif kepada orang lain,” jelasnya.

Ternyata anak-anak yang biasa ribut itu bisa ditenangkan saat salat. Tentu butuh perjuangan ekstrakeras dari para pendidik ISMUBA yang mengawal kegiatan ibadah itu. Tampak kepala sekolah Hj Sri Sayekti mengawasi siswanya, dibantu Wakil Kepala Sekolah bidang al Islam Kemuhammadiyahan Ahmad Syaifuddin dan staf Sutrisno.

“Mendidik anak-anak agar bisa seperti itu butuh kerja keras dan kerja ikhlas, semua pendidik di sini disebut guru ISMUBA dan harus menjadi teladan bagi anak didiknya. Terbukti adanya salat berjamaah berdampak pada tertibnya masuk siswa maksimal pukul 07.00 WIB, guru karyawan maksilmal pukul 06.45 WIB dan wajib ikut apel,” kata guru al Islam ini. (Jatmiko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Sinergi dan Kolaborasi Majelis Dikdasmen PNF dengan LPCRPM  PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - P....

Suara Muhammadiyah

5 January 2025

Berita

DENPASAR, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah Provinsi Bali melalui lembaga filantropinya  ....

Suara Muhammadiyah

15 September 2025

Berita

Ma'had Al Birr Unismuh Bakal Jadi Pilot Project Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab RIYADH, Suara Muha....

Suara Muhammadiyah

1 January 2025

Berita

SRAGEN, Suara Muhammadiyah – Sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat dan implementasi....

Suara Muhammadiyah

9 June 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti m....

Suara Muhammadiyah

8 October 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah