Guru Muhammadiyah Harus Menjadi Pembaca Zaman dan Pemimpin Perubahan

Suara Muhammadiyah

29 August 2026

72
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Guru Muhammadiyah dituntut tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga pembaca zaman sekaligus pemimpin perubahan. Guru harus mampu merespons perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), tanpa kehilangan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Hal tersebut disampaikan Faozan Amar, Associate Professor Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA sekaligus Wakil Ketua MPKS Pimpinan Pusat Muhammadiyah, saat memberikan Pengajian Bulanan Bagi Guru dan Karyawan di lingkungan Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kebayoran Lama, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan bertema “Strategi Manajemen Guru Muhammadiyah dalam Mencetak Pelajar Berkemajuan” tersebut berlangsung di Masjid Al Ikhsan Perguruan Muhammadiyah Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dihadiri lebih dari 200 orang peserta.

Faozan menjelaskan, guru Muhammadiyah perlu memiliki visi yang jelas, kokoh dalam nilai Al-Qur’an, Sunnah, dan Kemuhammadiyahan, terbuka terhadap tajdid, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjadi teladan bagi peserta didik.

“Guru Muhammadiyah harus menjadi pembelajar sepanjang hayat dan pembaca zaman. Teknologi boleh berubah, tetapi nilai dan keteladanan tidak boleh hilang,” ujarnya.

Ia menawarkan enam prinsip strategis bagi guru Muhammadiyah, yakni Vision, Value, Tajdid, Technology, Teladan, dan Action. Keenam prinsip tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya pelajar berkemajuan yang memiliki iman, ilmu, akhlak, daya pikir kritis, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan kepedulian sosial.

Sebagai penutup, Faozan menyampaikan; Guru Muhammadiyah harus menjadi guru yang berkemajuan: kuat nilai, luas ilmu, terbuka terhadap perubahan, cerdas menggunakan teknologi, dan nyata amalnya. “Sekolah berkemajuan lahir dari guru berkemajuan; guru berkemajuan melahirkan pelajar berkemajuan; dan pelajar berkemajuan akan membawa Indonesia menjadi bangsa yang berkemajuan”, ujarnya mengakhir ceramah.

Sementara itu, Ketua PCM mengajak semua hadiri untuk senantiasa bersyukur. “Sebab dengan bersyukur nikmatnya akan ditambah oleh Allh SWT”, ujar Ahmad Jahid.

Kegiatan tersebut dihadiri Ahmad Jahid, Ketua PCM Kebayoran Lama; Tadjuddin Nur, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Kebayoran Lama; serta Daliman Sofyan dari PWM DKI Jakarta. (FA)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Dua tim mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan I....

Suara Muhammadiyah

23 April 2024

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) meluncurkan p....

Suara Muhammadiyah

11 December 2025

Berita

JAYAPURA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Ha....

Suara Muhammadiyah

30 April 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut tradisi halal bihala....

Suara Muhammadiyah

4 April 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) melalui Lembaga Peng....

Suara Muhammadiyah

21 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah