Guru: Pelita Bangsa di Tengah Dinamika Zaman

Publish

29 November 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
511
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Buya Ari Widodo, Guru Kampung, Pemerhati Sosial Ekonomi

Guru adalah profesi yang mulia sekaligus sarat tantangan. Di tengah derasnya arus informasi, akselerasi teknologi, dan disrupsi digital yang ditandai dengan era Revolusi Industri 4.0 menuju Society 5.0, peran guru telah bertransformasi secara fundamental. Mereka bukan lagi sekadar sumber tunggal ilmu pengetahuan, melainkan harus menjadi arsitek pembelajaran, fasilitator, motivator, dan inovator bagi peserta didik.

Tuntutan utama terhadap guru masa kini adalah kemampuan untuk mencetak generasi yang memiliki Kecakapan Abad ke-21 atau yang sering disebut 4C: Critical Thinking, Creativity, Communication, dan Collaboration. Guru harus menguasai serangkaian peran baru yang tidak dapat digantikan oleh teknologi:

Fasilitator dan Pembimbing Digital: Guru dituntut merancang pengalaman belajar kreatif menggunakan sumber digital untuk memecahkan masalah otentik dan mengembangkan literasi digital yang beretika.

Kreator dan Inovator Pembelajaran: Guru harus memilih model pembelajaran student-centered (seperti project-based learning atau blended learning) untuk merangsang keingintahuan intelektual.

Teladan Karakter dan Soft Skill: Guru harus menjadi role model dalam menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan kesadaran global, menciptakan atmosfer kelas yang memenuhi kebutuhan psikologis siswa.

Evaluator dan Pengembang Profesional: Penilaian fokus pada proses, karakter, dan keterampilan. Guru juga bertanggung jawab mengembangkan diri secara berkelanjutan agar up-to-date dengan inovasi pedagogi terbaru.

Tantangan bagi guru sangatlah besar, menuntut mereka untuk berpikir kritis, adaptif, dan mampu mengelola perubahan agar tetap relevan di era disrupsi ini.

Peringatan HGN menjadi momentum untuk mengingatkan publik bahwa martabat dan kesejahteraan guru adalah tanggung jawab bersama. Di tengah semangat Hari Guru, sangat penting untuk meneladani sosok KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, yang merupakan Guru Bangsa dan bapak pembaharuan Islam. Beliau dikenal sebagai guru yang memikirkan metode pendidikan secara serius dan revolusioner.

Kyai Dahlan menekankan pentingnya memadukan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan modern. Tujuan pendidikan adalah membentuk manusia muslim yang berbudi pekerti luhur, luas pandangan, menguasai ilmu pengetahuan, serta cakap dalam beramal shaleh. Filosofi ini diimplementasikan dengan menggabungkan kurikulum pesantren dan sekolah umum ke dalam satu institusi.

Implementasi Metode Pembelajaran Aplikatif: Kisah Surat Al-Ma’un

Dahlan dikenal sebagai guru yang tidak menyukai metode hafalan kognitif tanpa pengamalan. Setelah mengajarkan Surat Al-Ma'un, beliau memerintahkan para murid untuk melakukan aksi sosial nyata, seperti membantu fakir miskin. Praktik ini menunjukkan filosofi pendidikan beliau yang menekankan bahwa:

Ilmu adalah Amal Pengetahuan harus diwujudkan dalam tindakan sosial yang memberi manfaat (amal shaleh). Pendidikan Berbasis Karakter: Pembentukan akhlak dan budi pekerti adalah inti, dan keteladanan guru menjadi kunci utama.

 Kyai Dahlan rela berkorban materiil demi mempertahankan sekolah yang didirikannya. Pesan beliau yang terkenal, “Dadiyo Kyai Sing Kamajuan, Ojo Kesel Anggonmu Nyambut Gawe Kanggo Muhammadiyah,” merefleksikan spirit tajdid (pembaharuan) yang tak pernah padam.

Kisah dan filosofi Kyai Ahmad Dahlan menjadi inspirasi abadi, mengingatkan bahwa hakikat mendidik adalah menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas ilmu, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, berakhlak mulia, dan siap memajukan peradaban bangsa.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Oleh: Donny Syofyan, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas   Mari kita telaah lebih ....

Suara Muhammadiyah

27 May 2025

Wawasan

Trilogi Bagian Pertama: Suami Istri adalah Perhiasan bagi Pasangannya dengan Akhlak dan Perilakunya ....

Suara Muhammadiyah

14 November 2023

Wawasan

Ketika Punakawan Harus Ikut Cacut Tali Wanda Oleh: Rumini Zulfikar Dalam pewayangan, kita mengenal....

Suara Muhammadiyah

12 February 2025

Wawasan

Oleh: Irwan Akib, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sejak berdirinya 19 Mei 1917 hingga usia yang k....

Suara Muhammadiyah

19 May 2025

Wawasan

Dari Khalifah Umar hingga Era Digital, Evolusi Kalender Hijriah Global Tunggal Oleh: Najihus Salam,....

Suara Muhammadiyah

23 January 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah