Guru Perlu Memperluas Pendekatan Pembelajaran untuk Membangun Daya Nalar Anak

Suara Muhammadiyah

10 June 2025

1993
Seminar Pendidikan FGM Yogyakarta. Foto: Fab

Seminar Pendidikan FGM Yogyakarta. Foto: Fab

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar Menengah Arif Jamali Muis melihat potret pendidikan di Indonesia selalu berkutat pada aspek kurikulumnya. Namun, menanggalkan hal paling substansial, yakni pendekatan pembelajaran.

"Selama ini yang terjadi di Republik ini, ganti menteri ganti kurikulum. Itu menjadi pemeo yang luar biasa di kalangan masyarakat," sebutnya saat Seminar Pendidikan Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Yogyakarta, Selasa (10/6) di Grha As-Sakinah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta.

Pendekatan pembelajaran menjadi fokus utama yang tengah dikonstruksikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Kemendikdasmen). Sementara, kerangka kurikulumnya tetap sama, tidak perlu dilakukan perubahan konteks maupun esensi.

"Periode ini kita ingin mengubah itu, tidak dari atas, tapi dari bawah. Maka pembelajarannya yang harus diubah. Kurikulumnya biasa saja, tapi pendekatanya dengan pendekatan mendalam," urainya.

Selain fokus pada pendekatan pembelajaran, Arif menilai guru memiliki peran sentral menciptakan pendekatan pembelajaran secara lebih mendalam. Maknanya, pendekatan yang memuliakan 

dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, olahraga secara holistik dan terpadu.

"Guru itu pekerjaan kenabian, menyampaikan risalah, pekerjaan profetik. Maka ada sesuatu yang harus berbeda dengan pekerjaan yang lainnya. Dia harus menggunakan hati, pada saat yang sama tentu menggunakan pikiran," tegasnya.

Guru punya dua hal yang mesti dimiliki, cinta anak dan cinta ilmu. "Tanpa itu, mau seberapa besar pun penghasilan yang kita dapatkan, tidak pernah memuaskan batin kita. Dan tidak pernah memuaskan kehidupan kita,"  jelasnya.

Secara khusus, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY itu meminta kepada seluruh guru Muhammadiyah agar etos dinamis dalam mengelola pembelajaran seraya menunjukkan sikap kebijaksanaan dan keteladanan sebagai sosok pendidik.

"Bukan semata bertumpu pada pola ceramah yang satu arah, namun perlu memperkaya diri dengan ragam metode yang kontekstual, partisipatif, dan membangun daya nalar murid," tandasnya. (Cris/Fab)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Majelis Tabligh, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Siwalan mengada....

Suara Muhammadiyah

6 October 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kembali mengadaka....

Suara Muhammadiyah

10 October 2023

Berita

TERNATE, Suara Muhammadiyah - Pada tanggal 1-3 Oktober 2023, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (....

Suara Muhammadiyah

3 October 2023

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) berangkatkan tiga ma....

Suara Muhammadiyah

6 September 2023

Berita

MADIUN, Suara Muhammadiyah - Suasana hangat dan penuh rasa kekeluargaan mewarnai kegiatan Tasyakuran....

Suara Muhammadiyah

3 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah