Guru Perlu Memperluas Pendekatan Pembelajaran untuk Membangun Daya Nalar Anak

Suara Muhammadiyah

10 June 2025

1955
Seminar Pendidikan FGM Yogyakarta. Foto: Fab

Seminar Pendidikan FGM Yogyakarta. Foto: Fab

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar Menengah Arif Jamali Muis melihat potret pendidikan di Indonesia selalu berkutat pada aspek kurikulumnya. Namun, menanggalkan hal paling substansial, yakni pendekatan pembelajaran.

"Selama ini yang terjadi di Republik ini, ganti menteri ganti kurikulum. Itu menjadi pemeo yang luar biasa di kalangan masyarakat," sebutnya saat Seminar Pendidikan Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Yogyakarta, Selasa (10/6) di Grha As-Sakinah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta.

Pendekatan pembelajaran menjadi fokus utama yang tengah dikonstruksikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Kemendikdasmen). Sementara, kerangka kurikulumnya tetap sama, tidak perlu dilakukan perubahan konteks maupun esensi.

"Periode ini kita ingin mengubah itu, tidak dari atas, tapi dari bawah. Maka pembelajarannya yang harus diubah. Kurikulumnya biasa saja, tapi pendekatanya dengan pendekatan mendalam," urainya.

Selain fokus pada pendekatan pembelajaran, Arif menilai guru memiliki peran sentral menciptakan pendekatan pembelajaran secara lebih mendalam. Maknanya, pendekatan yang memuliakan 

dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, olahraga secara holistik dan terpadu.

"Guru itu pekerjaan kenabian, menyampaikan risalah, pekerjaan profetik. Maka ada sesuatu yang harus berbeda dengan pekerjaan yang lainnya. Dia harus menggunakan hati, pada saat yang sama tentu menggunakan pikiran," tegasnya.

Guru punya dua hal yang mesti dimiliki, cinta anak dan cinta ilmu. "Tanpa itu, mau seberapa besar pun penghasilan yang kita dapatkan, tidak pernah memuaskan batin kita. Dan tidak pernah memuaskan kehidupan kita,"  jelasnya.

Secara khusus, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY itu meminta kepada seluruh guru Muhammadiyah agar etos dinamis dalam mengelola pembelajaran seraya menunjukkan sikap kebijaksanaan dan keteladanan sebagai sosok pendidik.

"Bukan semata bertumpu pada pola ceramah yang satu arah, namun perlu memperkaya diri dengan ragam metode yang kontekstual, partisipatif, dan membangun daya nalar murid," tandasnya. (Cris/Fab)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Babakan sebagai ranting terbaru di....

Suara Muhammadiyah

25 February 2025

Berita

SIDRAP, Suara Muhammadiyah – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswi Universit....

Suara Muhammadiyah

19 February 2026

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas....

Suara Muhammadiyah

14 September 2023

Berita

KUPANG, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) bekerja sam....

Suara Muhammadiyah

4 December 2024

Berita

PABELAN, Suara Muhammadiyah - Tim Varch dari Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mu....

Suara Muhammadiyah

23 February 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah