Hadapi Era Industri 5.0, UNIMAR Tekankan Pentingnya Soft Skill

Suara Muhammadiyah

19 August 2026

44
Istimewa

Istimewa

TANGERANG, Suara Muhammadiyah — Menjadi seorang professional engineer tidak cukup hanya bermodal kemampuan teknis. Di tengah transformasi digital dan hadirnya konsep Industri 5.0, mahasiswa juga perlu membekali diri dengan kemampuan komunikasi, kolaborasi, pemecahan masalah, adaptasi, hingga kemampuan membangun personal branding.

Pesan tersebut mengemuka dalam Webinar Nasional Soft Skill bertajuk “From Student to Professional Engineer: Strategi Membangun dan Mempersiapkan Karier Profesional di Era Transformasi Digital dan Industri 5.0 pada Industri Oil & Gas” yang digelar Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah A. R. Fachruddin (UNIMAR) secara daring melalui Zoom Meeting, Sabtu (15/8/2026).

Webinar menghadirkan Operation Manager PT MGA Utama Energi sekaligus CEO PT Alpha Petroleum Indonesia, Nurkhozin Adhi Nugroho, serta Dosen Tetap Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah A. R. Fachruddin, Syamsudin, sebagai narasumber.

Nurkhozin menekankan bahwa mahasiswa perlu melihat masa kuliah bukan sekadar sebagai fase untuk mengejar nilai akademik, tetapi juga sebagai kesempatan membangun kesiapan profesional.

“Jangan menunggu lulus baru memikirkan karier. Sejak mahasiswa, kita sudah harus mulai menentukan ingin menjadi apa, kompetensi apa yang dibutuhkan, dan pengalaman apa yang harus kita bangun,” ujar Nurkhozin.

Menurutnya, dunia industri membutuhkan lulusan yang mampu menggabungkan kompetensi teknis dengan soft skill. Terlebih di sektor Oil & Gas, perubahan teknologi dan tuntutan industri membuat profesional dituntut mampu beradaptasi dengan cepat.

“Perusahaan tidak hanya mencari orang yang pintar secara teknis. Kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam tim, menyelesaikan masalah, dan beradaptasi dengan perubahan juga sangat menentukan,” katanya.

Ia juga mendorong mahasiswa mulai membangun rekam jejak profesional sejak berada di bangku kuliah. Pengalaman organisasi, proyek, magang, sertifikasi, hingga keterlibatan dalam berbagai kegiatan dapat menjadi modal ketika memasuki dunia kerja.

Hal senada disampaikan Syamsudin. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kesadaran bahwa kesiapan karier dibangun secara bertahap, bukan secara instan menjelang kelulusan.

“Mahasiswa harus mulai membangun career portfolio sejak sekarang. Apa yang dipelajari, proyek yang dikerjakan, organisasi yang diikuti, penelitian, magang, maupun sertifikasi semuanya bisa menjadi bagian dari perjalanan profesional,” jelas Syamsudin.

Ia menambahkan, mahasiswa juga perlu mengenali potensi dan minat dirinya agar dapat menentukan arah karier dengan lebih terarah.

“Jangan hanya bertanya, ‘setelah lulus saya mau bekerja di mana?’. Yang lebih penting adalah bertanya, ‘saya ingin menjadi profesional seperti apa dan kompetensi apa yang harus saya miliki untuk sampai ke sana?’,” ujarnya.

Dalam webinar tersebut, kedua narasumber juga membahas pentingnya personal branding di tengah ekosistem kerja yang semakin digital. Mahasiswa didorong untuk mampu mengomunikasikan kompetensi dan pengalaman mereka melalui CV, portofolio, maupun jejaring profesional.

Bagi calon tenaga profesional, personal branding bukan sekadar membangun citra di media sosial. Lebih dari itu, personal branding menjadi cara untuk menunjukkan kompetensi, pengalaman, dan nilai yang dapat ditawarkan kepada dunia kerja.

Pembahasan mengenai kondisi nyata industri juga menjadi bagian penting dalam webinar. Melalui perspektif praktisi, peserta memperoleh gambaran mengenai kompetensi yang dibutuhkan perusahaan, tantangan yang dihadapi tenaga profesional, serta hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum memasuki proses rekrutmen, khususnya di sektor Oil & Gas.

Sementara dari perspektif akademik, mahasiswa diajak melihat proses pembelajaran di kampus sebagai fondasi untuk membangun kompetensi profesional secara berkelanjutan.

Webinar berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta berkesempatan menyampaikan pertanyaan secara langsung mengenai dunia kerja, pengembangan kompetensi, proses seleksi, hingga strategi membangun karier di industri.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah A. R. Fachruddin memperkuat career readiness mahasiswa sekaligus mempertemukan perspektif akademik dengan kebutuhan dunia industri.

Melalui berbagai kegiatan seperti webinar, seminar, guest lecture, industrial visit, magang, hingga proyek berbasis industri, mahasiswa diharapkan memiliki pengalaman yang semakin dekat dengan realitas dunia profesional.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Bumi Adalah Amanah, Kemanusiaan Adalah Panggilan YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Lembaga Hub....

Suara Muhammadiyah

23 August 2025

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Majelis PAUD Dasmen Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Tenga....

Suara Muhammadiyah

23 June 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pesantren Mahasiswa KH. Ahmad Dahlan (PERSADA) Universitas Ahmad Da....

Suara Muhammadiyah

23 May 2024

Berita

PEMALANG, Suara Muhammadiyah - Tari Kecak biasanya kita jumpai saat berwisata ke Pulau Dewata di Bal....

Suara Muhammadiyah

13 June 2024

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Empat siswa SMP Muhammadiyah 1 (Mutu) Plus Cilacap mendapatkan be....

Suara Muhammadiyah

15 October 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah