Hadapi Krisis Moral, Ibadah di Bulan Suci Harus Berdampak Sosial

Suara Muhammadiyah

27 February 2026

522
UMM

UMM

MALANG, Suara Muhammadiyah - Orang pintar tanpa takwa bisa menjadi bencana bagi dunia. Hal itu ditegaskan oleh Prof Dr Dadang Kahmad, M.Si, dalam Pengajian Persyarikatan dan Peningkatan SDM bertema Menguatkan Spiritualitas, Intelektualitas, dan Kepedulian Sosial di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat, 27 Februari 2026. 

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu menekankan bahwa puasa tidak boleh berhenti sebagai ritual tahunan, melainkan harus menjadi energi moral yang berdampak pada gerakan sosial dan peradaban. Baginya, Ramadhan adalah momentum konsolidasi vertikal kepada Allah sekaligus penguatan horizontal untuk menjangkau dan memuliakan sesama. “Puasa itu diperintahkan agar kita bertakwa. Pertanyaannya, apakah takwa itu berdampak?” ujarnya. 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa takwa tidak boleh berhenti pada kesalehan individual, tetapi harus terinternalisasi menjadi karakter sosial. Salat, puasa, dan ibadah lainnya akan kehilangan makna apabila tidak melahirkan kejujuran, empati, serta keberanian membela yang lemah. Ciri orang bertakwa, lanjutnya, adalah dermawan, mampu menahan amarah, dan mudah memaafkan. Di situlah agama benar-benar hidup dalam realitas, bukan sekadar simbol. 

“Problem besar umat hari ini bukan pada minimnya ritual, melainkan pada lemahnya dampak sosial dari keberagamaan. Paradoks meningkatnya aktivitas ibadah yang tidak selalu berbanding lurus dengan menurunnya korupsi, ketidakadilan, dan krisis kemanusiaan. Dalam konteks itu, sekularisasi dipahaminya bukan sekadar pemisahan agama dan dunia, melainkan kegagalan menghadirkan nilai ilahiah di ruang publik. Karena itu, Islam berkemajuan yang diusung Muhammadiyah harus tampil sebagai etos perubahan yang menyentuh struktur sosial, bukan hanya wacana normatif,” tegasnya. 

Dadang sapaan akrabnya mengingatkan bahwa Al-Qur’an tidak pernah mengajarkan kebencian, apalagi merendahkan dan mencaci orang lain. Dari sinilah pentingnya integritas intelektual ditegaskan. Ilmu tanpa iman, menurutnya dapat melahirkan kesombongan bahkan kehancuran. Ia mencontohkan bagaimana kemajuan teknologi, termasuk senjata pemusnah massal, lahir dari kecerdasan yang tidak dibimbing nilai takwa. Kalau intelektualitas tidak disertai integritas, ia bisa menjadi alat manipulasi. Menautkan langsung dimensi spiritualitas dan intelektualitas dalam tema pengajian tersebut. 

“Dalam konteks peningkatan SDM, dapat ditekankan bahwa tradisi membaca dan belajar merupakan fondasi kebangkitan. Rendahnya literasi menjadi salah satu sebab lemahnya daya saing bangsa. Padahal, wahyu pertama telah memerintahkan membaca sebagai jalan peradaban. Karena itu, penguatan spiritualitas harus berjalan seiring dengan pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi yang berorientasi pada kemaslahatan. SDM Muhammadiyah, harus unggul secara akademik sekaligus kokoh secara moral,” pungkasnya. 

Sementara itu, Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik, M.Si, menegaskan bahwa etos kerja dan kepedulian sosial adalah napas Muhammadiyah yang harus terus dirawat. Ia menyebut Ramadhan sebagai ruang refleksi untuk memperkuat empati dan kerja sama lintas elemen kampus. Spiritualitas, intelektualitas, dan aksi sosial, menurutnya, harus berjalan beriringan agar kampus tidak tercerabut dari realitas masyarakat. 

“Melalui momentum Ramadhan, semoga kita diberi kekuatan hati untuk memberikan yang terbaik bagi umat dan bangsa. Pengajian ini menjadi ruang konsolidasi nilai, tempat spiritualitas diasah, intelektualitas diarahkan, dan kepedulian sosial diteguhkan sebagai wajah persyarikatan yang mencerahkan,” pungkasnya. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Duta Besar Republik Yaman untuk Indonesia, H.E. Mr. Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh (tengah) berfo....

Suara Muhammadiyah

26 June 2026

Berita

Kolaborasi Pemerintah dan Muhammadiyah untuk Kemanfaatan Masyarakat BANDUNG, Suara Muhammadiyah &nd....

Suara Muhammadiyah

24 December 2024

Berita

PALANGKA RAYA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Kalimantan Tengah (PWNA Kalt....

Suara Muhammadiyah

23 December 2024

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Kepala Sekolah Muhammadiyah Australia College (MAC) melakukan kunjungan s....

Suara Muhammadiyah

4 January 2024

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah – Komitmen SMA Muhammadiyah Pacitan dalam menghadirkan pendidikan....

Suara Muhammadiyah

21 June 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah