Haedar Nashir Buka Rakernas LSB: Seni Budaya Jadi Strategi Dakwah Kultural Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

10 July 2026

358
Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Seni Budaya Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Gedung Theater Besar Taman Ismail Marzuki, Cikini, Menteng Raya, Kota Jakarta Pusat. Foto: Cris

Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Seni Budaya Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Gedung Theater Besar Taman Ismail Marzuki, Cikini, Menteng Raya, Kota Jakarta Pusat. Foto: Cris

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Seni Budaya (LSB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah berlangsung Jumat-Ahad (10-12/7) dengan mengusung tema "Membumikan Dakwah Berkemajuan: Mengembangkan Ekosistem Seni dan Budaya yang Kreatif dan Inklusi."

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir hadir membuka acara tersebut di Gedung Theater Besar Taman Ismail Marzuki, Cikini, Menteng Raya, Kota Jakarta Pusat.

Ketua Pelaksana Rakernas LSB PP Muhammadiyah Edy Sukardi melaporkan, peserta berasal dari berbagai daerah. "Dari Papua, Sumatera, Jambi, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan, Sulawesi, juga datang," ujarnya.

Edy mengatakan, dalam rakernas ini menampilkan pelbagai kreativitas seni. "Orasi Kebudayaan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon," katanya.

Ditambah, penampilan lainnya Lenong Betawi: "Lela Oh Lela". Menariknya, penampilnya yaitu Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

"Karena kegiatan ini seni, maka kami kemas kegiatan ini dalam nuansa seni," ujarnya.

Selain itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, hadir menyampaikan Orasi Kebudayaan. Di saat yang sama, juga membahas pelbagai program kerja ke depannya.

"Ada berkait seni film, teater, seni rupa, akan dibahas dalam rakernas ini," katanya, menambahkan rencana pembukaan fakultas seni dan budaya.

"Mudah-mudahan dari Rakernas ini akan lahir nanti perguruan tinggi mana yang memulai untuk membuka fakultas seni dan budaya," tuturnya.

Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi DKI Jakarta Ali Maulana Hakim menyebut, Muhammadiyah selama ini dikenal luas sebagai pilar kemajuan bangsa melalui kontribusi dalam segala bidang kehidupan.

"Maka, melalui Rakernas ini, Muhammadiyah kembali menegaskan perannya yang tidak kalah krusial, yaitu dalam merawat jiwa bangsa melalui pengembangan seni dan budaya yang berkemajuan," terangnya.

Ketua LSB PP Muhammadiyah Gunawan Budiyanto mengatakan, banyak narasi di ruang publik yang menyebut, Muhammadiyah anti seni dan budaya. Padahal hal itu katanya tidaklah benar.

"Melalui Rakernas ini, kita kembali tegaskan Muhammadiyah adalah pecinta seni dan budaya," tekannya.

Menurutnya, melalui Rakernas ini, Muhammadiyah berupaya mencari kans bagaimana seni dan budaya itu menjadi ornamen dakwah yang bisa masuk ke jantung kehidupan masyarakat.

"Karena ini merupakan soft tools yang akan menyempurnakan, yang akan menggeliatkan kembali dakwah-dakwah Islam di negara kita. Juga di cabang istimewa yang ada di luar negeri," bebernya.

Gunawan berharap, melalui Rakernas ini bisa melahirkan program kerja yang strategis dan berdampak luas bagi kehidupan masyarakat secara totalitas. 

"Terutama dalam pengembangan seni budaya di Muhammadiyah, juga adalah strategi dakwah yang lebih masuk ke dalam seluruh elemen masyarakat," harapnya.

Sementara, Haedar menyampaikan selamat atas pelaksanaan Rakernas ini. Ia berharap, melalui acara ini akan menghasilkan langkah-langkah penting untuk meningkatkan dakwah seni budaya di Muhammadiyah.

"Bahkan juga melakukan aktualisasi program seni budaya sebagai strategi dakwah kultural Muhammadiyah," sebutnya.

Haedar menyebut, Muhammadiyah sudah punya langkah-langkah di bidang seni budaya. Bahkan, Majelis Tarjih dan Tajdid memandang seni budaya bersifat boleh dilakukan.

"Bahkan menjadi keniscayaan untuk kepentingan dakwah," tegasnya.

Dari sini, Haedar menegaskan, Muhammadiyah bersifat cair dalam memandang seni budaya. Dengan demikian, wilayah seni budaya tidak menjadi soalan untuk dikemas dalam bingkai dakwah di tengah masyarakat.

"Asasnya dan prinsipnya tidak menjauhkan kita dari Allah SwT," tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir pada Jumat pag....

Suara Muhammadiyah

7 October 2023

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Pondok kembali menunjukkan ke....

Suara Muhammadiyah

17 March 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tradisi mudik Lebaran selalu menjadi momen yang dinantikan oleh mas....

Suara Muhammadiyah

17 March 2025

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah – Menghadapi masa ujian sekolah, SMK Muhammadiyah 1 Prambanan mengg....

Suara Muhammadiyah

13 April 2026

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Sejak kelahiran pada tahun 1912 di Kampung Kauman Yogyakarta, Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

10 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah