YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Era disrupsi benar-benar memberikan tantangan yang amat kompleks. Sesederna itukah? Deni Asy’ari mendedah, tidak demikian. “Terutama dalam dunia bisnis,” ujarnya.
Di situlah, Deni meminta untuk membangun dan mempertahankan ground mindset. Kenapa begitu? Realitas empirik menunjukkan, hal itu menempatkan peran substansial.
“Ini yang paling utama dan sudah berjalan sekarang dalam kita mengelola bisnis,” sebut Direktur Utama Suara Muhammadiyah itu, Selasa (30/6) saat Rapat Bulanan di Grha Suara Muhammadiyah.
Karena itu, pengejawantahan bisnis Suara Muhammadiyah tidak boleh statis. Apalagi di era ketidakmenentuan yang disokong dengan menyeruaknya era disrupsi di era modern ini.
“Harus pandai-pandai melakukan fleksibilitas strategi bisnis. Harus bisa untuk melakukan inovasi-inovasi usaha,” tegas Deni.
Jika tidak, sebut Wakil Sekretaris Majelis Ekonomi dan Bisnis Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu, akan tergilas oleh lajunya perkembangan zaman yang begitu rupanya terjadi saat ini.
“Kalau tidak sekarang tinggal cek berita sudah berapa perusahaan yang tutup. Sudah berapa karyawan yang di PHK tinggal cek saja,” bebernya.
“Itu real terjadi,” sambung Deni, menekankan. Tetapi, Deni berkeyakinan, Suara Muhammadiyah yang masih bertahan ini berikut derivasi unit bisnisnya, masih menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan positif.
“Kita perlu melakukan inovasi-inovasi usaha, melakukan fleksibilitas strategi bisnis ini. Harus kita pertahankan,” ajaknya. (Cris)

