Haedar Nashir: Muhammadiyah Kawal Bangsa dan Peradaban

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
223
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan Tausiyah Syawalan dalam rangkaian acara Silaturahmi Idulfitri 1447 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, (31/03/2026) di Auditorium K.H. Ahmad Azhar Basyir, Gedung Cendekia Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Haedar menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin serta mengakui masih adanya kekurangan dalam pengabdian selama memimpin Muhammadiyah. “Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam pengabdian yang kami lakukan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh elemen Muhammadiyah atas kontribusinya dalam mendorong perkembangan organisasi dan kepercayaan masyarakat. “Terima kasih atas segala pengabdian, sehingga Muhammadiyah mampu berkembang dan memperoleh kepercayaan masyarakat,” tuturnya.

Haedar menyampaikan duka mendalam atas gugurnya anggota pasukan perdamaian PBB di Lebanon, Farizal Rhomadhon, kader Muhammadiyah asal Kulon Progo, Yogyakarta. “Kami menyampaikan duka yang mendalam,” ujar Haedar.

Ia juga mengecam segala bentuk kekerasan dan penindasan yang dilakukan Zionis Israel. “Kita mengutuk segala bentuk kekerasan dan penindasan,” tegasnya.

Haedar menilai dunia saat ini menunjukkan dua realitas besar, yakni kegagalan peradaban modern dan kondisi global yang bersifat katastrofik. Ia menyebut berbagai bentuk kekerasan, genosida, hingga lemahnya hukum internasional menjadi bukti belum tercapainya cita-cita peradaban. “Ini menunjukkan bahwa cita-cita besar peradaban modern belum sepenuhnya tercapai,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan pentingnya tetap menjalankan peran kemanusiaan dan moral. “Sekecil apa pun peran itu tetap penting untuk menjaga peradaban,” tuturnya.

Dalam konteks kebangsaan, Haedar menegaskan pentingnya berpegang pada keputusan Tanwir Makassar 2015 tentang Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi wa Syahadah. Ia menyebut Muhammadiyah akan tetap berada di garis Negara Pancasila dengan menjaga nilai kebangsaan, agama, dan kebudayaan. “Indonesia sebagai negara dengan dasar Pancasila harus kita jaga sebagai hasil konsensus nasional,” tegas Haedar.

Ia menambahkan, Muhammadiyah harus terus berperan dalam mencerdaskan dan memajukan kehidupan bangsa serta bekerja sama dengan seluruh komponen. “Muhammadiyah harus tetap mengawal bangsa agar menuju Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” tutur Haedar.

Sebagai penutup, Haedar menyampaikan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks di berbagai bidang, sehingga Muhammadiyah perlu memanfaatkan sisa masa kepemimpinan untuk menjalankan amanat Muktamar 2022. Ia menekankan pentingnya mewujudkan Muhammadiyah yang profesional, maju, dan berkehadiran nyata di tengah masyarakat. “Muhammadiyah harus menjadi organisasi yang profesional dan berkemajuan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dengan perspektif Islam Berkemajuan dan berbagai upaya transformasi, termasuk pengembangan Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT), Muhammadiyah terus menunjukkan peran strategisnya di tingkat global.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menembus peringkat ....

Suara Muhammadiyah

22 February 2026

Berita

TULUNGAGUNG, Suara Muhammadiyah – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Tulungagung sukses menggel....

Suara Muhammadiyah

1 September 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memasuki tahapan krusial ....

Suara Muhammadiyah

28 November 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Suara Muhammadiyah berkerja sama dengan Badan Pengelolaan Keu....

Suara Muhammadiyah

16 May 2024

Berita

Dekan FK Uhamka Berikan Edukasi Kesehatan Mental Guru JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dekan Fakultas ....

Suara Muhammadiyah

23 June 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah