SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pakem menggelar Hari Ber-Muhammadiyah (HBM) Kabupaten Sleman pada Sabtu, 1 Agustus 2026 di Museum Gunung Merapi (MGM) Hargobinangun Pakem.
Mengangkat tema "Dakwah Lereng Merapi: Mencerahkan, Memberdayakan, dan Memajukan Peradaban," kegiatan ini tidak hanya menghadirkan pengajian akbar, tetapi juga dirancang sebagai ruang silaturahmi warga Muhammadiyah, masyarakat umum, serta berbagai amal usaha Muhammadiyah yang berada di wilayah Sleman dan kawasan lereng Merapi.
Ketua PDM Sleman Harjaka menegaskan pentingnya dakwah yang mampu menjawab tantangan zaman. Ketua Panitia, Raden Agung Nugraha menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, relawan, dan warga Muhammadiyah yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik dan penuh semangat kebersamaan.
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY Yayan Suryana, kemudian sambutan Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Sleman.
Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan sejumlah agenda, antara lain penyerahan syahadat kepada guru IGABA Pakem, penyerahan sertifikat wakaf dari Pesantren King Sulaiman, layanan pemeriksaan kesehatan gratis oleh PKU Muhammadiyah Pakem, kegiatan donor darah, serta bazar UMKM yang diikuti warga Muhammadiyah.
Puncak kegiatan diisi dengan pengajian oleh Ahmad Munir dari PDM Ponorogo. Ia mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk menjalani kehidupan sesuai Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah yang telah ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
“Warga Muhammadiyah harus terus membina kualitas diri, memperluas jaringan dan komunikasi sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat dakwah Islam yang berkemajuan,” tuturnya.
Selain itu, beliau mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah di lingkungan Persyarikatan dengan tidak saling membid'ahkan sesama warga Muhammadiyah, melainkan saling menguatkan dalam semangat persaudaraan dan dakwah.
Hari Ber-Muhammadiyah Sleman juga menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat melalui penyelenggaraan Pos Kesehatan yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh pengunjung.
Berbagai layanan yang disediakan meliputi donor darah, pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan laboratorium (berbayar), konsultasi kesehatan, serta layanan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) dari PKU Muhammadiyah Pakem dan juga aksi donor darah bertajuk "Setetes Darahmu, Sejuta Harapan!".
Panitia mengajak masyarakat untuk berpartisipasi mendonorkan darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Melalui kegiatan tersebut diharapkan kebutuhan stok darah di wilayah DIY dapat terus terpenuhi, sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dan kemanusiaan. (Arief)

