Hendar Riyadi: Agama Harus Dijalankan dengan Pemahaman Mendalam dan Penuh Kearifan

Suara Muhammadiyah

27 October 2024

1641
Istimewa

Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah– Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Dr Hendar Riyadi MAg menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya kearifan dalam menjalankan agama—seraya mengutip pemikiran Nuruddin Muhammad Hasan Itr.

Menurutnya, agama ibarat sebuah kendaraan yang hanya dapat dijalankan dengan baik oleh orang-orang yang ahli dan memiliki kebijaksanaan. Tanpa adanya kearifan, kata Hendar, perjalanan agama bisa terganggu dan bahkan membahayakan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain di sekitarnya.

“Saat ini banyak orang yang menjalankan agama tanpa pemahaman yang mendalam, sehingga tindakan mereka terkadang “senggol sana-senggol sini,” tidak terkendali, bahkan sering kali terkesan arogan,” ujar Hendar saat membuka seminar ”Living Al-Quran: Kajian Tafsir Al-Quran dan Problematika Dakwah Islamiyah di Barat” yang digelar di Auditorium KH Ahmad Dahlan, lantai tiga kampus UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, pada Jumat (25/10/2024).

Sebagai perbandingan, Hendar menyebutkan contoh dari pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan, yang mengajarkan agama dengan cara memainkan biola—merujuk kepada film ”Sang Pencerah”. Dalam film tersebut, biola yang dimainkan oleh orang yang ahli menghasilkan suara merdu dan menenangkan, sedangkan ketika dimainkan oleh orang yang tidak terampil, suaranya justru mengganggu.

”Demikian juga dengan agama. Hanya mereka yang memiliki pemahaman dan kebijaksanaan yang akan membawa agama menjadi sesuatu yang indah dan menenangkan,” kata Hendar. Di samping itu, Hendar juga menyoroti pentingnya kajian agama di kalangan akademisi dan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa di lingkungan perguruan tinggi, khususnya UM Bandung, kajian keagamaan dan riset ilmiah menjadi keharusan.

Hal ini bukan hanya untuk mempelajari pengetahuan yang ada, melainkan demi menciptakan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi masyarakat. ”Universitas berperan penting dalam mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan pemahaman baru yang diperoleh melalui riset terbaru dan kajian mendalam,” tegas Hendar.

Lebih lanjut, Hendar menjelaskan bahwa kajian tafsir Al-Quran kini semakin berkembang. Ia menyebutkan beberapa ulama kontemporer seperti Quraish Shihab, Buya Hamka, dan Abdullah Saeed yang sering kali menjadi rujukan kajian tafsir di Indonesia. Perkembangan bidang ilmu tafsir ini memungkinkan umat Islam untuk memahami Al-Quran dengan cara yang lebih relevan sesuai dengan perkembangan zaman.

Pada kesempatan itu, Hendar juga mengapresiasi forum kajian yang dihadiri oleh para akademisi dan mahasiswa karena menghadirkan berbagai narasumber yang kredibel dalam ilmu keislaman. ”Kegiatan semacam ini adalah bentuk nyata dari pengembangan ilmu pengetahuan, yang sangat penting untuk terus dikembangkan dalam dunia pendidikan tinggi, khususnya di lingkungan universitas,” pungkas Hendar.***(FA)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Kolaborasi Dakwah Bil Hal, Luncurkan Program Ambulanmu KAPUAS, Suara Muhammadiyah - Kabar menggembi....

Suara Muhammadiyah

27 February 2026

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Bertepatan dengan momen Milad ke -112 Muhammadiyah, SD Muhammadiyah Con....

Suara Muhammadiyah

19 November 2024

Berita

METRO, Suara Muhammadiyah – Kiai Ahmad Dahlan mendirikan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan pada ....

Suara Muhammadiyah

8 October 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah -Suara Muhammadiyah. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Univ....

Suara Muhammadiyah

8 September 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Seiring dengan meningkatnya perhatian pemerintah dan korporasi t....

Suara Muhammadiyah

25 March 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah