Hindari Sindrom Sarjana Kertas, JS Khairen Ajak Mahasiswa PTMA Perkaya Keterampilan

Suara Muhammadiyah

15 July 2026

141
JS Khairen

JS Khairen

MALANG, Suara Muhammadiyah - Menjawab keresahan lulusan perguruan tinggi yang kerap minim keterampilan praktis, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan penulis novel fenomenal "Kami (Bukan) Sarjana Kertas", J.S. Khairen. Acara bincang santai bertajuk "Nyore Sastra" yang digelar secara outdoor di area Helipad UMM pada Kamis (9/7) ini, mengupas tuntas fenomena jebakan formalitas akademik sekaligus membagikan kiat sukses melahirkan karya tulis yang memikat para pembaca.

Dalam pemaparannya, pria yang akrab disapa Bang Khairen ini menyoroti keresahannya terhadap sistem pendidikan dan tingginya ekspektasi sosial saat ini. Ia menilai banyak mahasiswa tertekan oleh besarnya tuntutan orang tua maupun ekosistem kampus yang kaku. Hal ini berdampak buruk pada lahirnya generasi yang sekadar memegang ijazah kelulusan, namun kebingungan menentukan arah hidup saat harus terjun langsung ke tengah masyarakat.

"Ekosistem yang menekan dari ekspektasi orang tua hingga mahasiswa yang tersesat memilih jurusan, pada akhirnya hanya akan melahirkan satu generasi represif yang sekadar menjadi sarjana kertas," ungkapnya.

Guna menghindari jebakan formalitas akademik tersebut, Khairen mengajak mahasiswa untuk terus membekali diri dengan ragam keterampilan di luar disiplin ilmu utama mereka, salah satunya adalah literasi. Ia secara khusus membagikan tips konkret dalam menulis buku bagi pemula, mulai dari membangun kebiasaan membaca setiap hari, memperkaya pengalaman, hingga trik meramu penokohan. Ia menyarankan agar setiap elemen dalam cerita, termasuk nama karakter, dikonsep secara matang dan bermakna.

"Pemberian nama tokoh harus sesuai dengan sifat, pesan, atau makna yang dibawa oleh karakter tersebut, sehingga pembaca bisa langsung menangkap esensi cerita dengan kuat," urainya memberikan contoh praktis penulisan.

Khairen juga mewanti-wanti penulis pemula agar tidak terburu-buru menjadikan profesi menulis sebagai sumber penghasilan tunggal (full-time writer). Menurutnya, seorang penulis wajib memiliki modal finansial yang stabil dan pengalaman hidup yang memadai agar karya yang dihasilkan memiliki kedalaman makna. Antusiasme peserta pun semakin terlihat di akhir sesi bincang, di mana para mahasiswa secara serentak menuliskan harapan serta definisi "Bukan Sarjana Kertas" di selembar kertas dan menancapkannya pada papan styrofoam raksasa.

Merespons fenomena sarjana kertas tersebut dari sudut pandang akademis, penanggung jawab kegiatan sekaligus pakar sosiolinguistik, Dr. M. Isnaini, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa esensi gelar kesarjanaan menuntut pembuktian kompetensi yang nyata. Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Modern (BSI Modern) UMM itu berharap, diskusi santai berkonsep "Nyore Sastra" ini mampu memantik kesadaran kolektif mahasiswa bahwa ijazah wajib dibarengi kualitas dan keterampilan diri di lapangan.

"Sarjana itu tidak cukup, harus memiliki pengalaman, harus memiliki skill, harus ditopang dengan keberanian dan kemampuan yang lain. Jadi tidak cukup sebatas diwisuda dan punya kertas ijazahnya," pesannya.

Melalui giat edukatif "Nyore Sastra" ini, mahasiswa diingatkan kembali bahwa esensi perkuliahan bukan sekadar ajang berburu nilai akademik dan selembar kertas ijazah kelulusan. Dibutuhkan kemauan keras untuk mengeksplorasi minat, memperluas jaringan sosial, dan mengasah keterampilan praktis di luar ruang kelas agar lulusan kelak mampu beradaptasi, berinovasi, dan terhindar dari jerat sindrom sarjana kertas di tengah ketatnya persaingan dunia kerja profesional. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan PT Asuransi Jiwa Manulife Indone....

Suara Muhammadiyah

23 January 2025

Berita

DEPOK, Suara Muhammadiyah - Pada hari Rabu, 13 Maret 2024, Muhammadiyah Children Center (MCC) D....

Suara Muhammadiyah

14 March 2024

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Tim atlet Tapak Suci (TS) Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) kembali ....

Suara Muhammadiyah

22 May 2024

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyebut All....

Suara Muhammadiyah

18 March 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali memperkuat ....

Suara Muhammadiyah

7 May 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah