SURAKARTA, Suara Muhammadiyah — Hizbul Wathan UMS kembali menghadirkan program sosial Ramadhan bertajuk BERLIAN (Berbagi Kemuliaan di Bulan Ramadhan) dengan tema “Berbagi Makna Menuai Pahala.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 03 Maret 2026 di Panti Asuhan Abdurrahman bin Auf, Boyolali.
Program BERLIAN merupakan wujud nyata kepedulian kader Hizbul Wathan UMS dalam menebar kebermanfaatan di bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini dirancang sebagai momentum mempererat ukhuwah, berbagi kebahagiaan, serta menghadirkan nilai-nilai keislaman melalui aksi sosial yang menyentuh langsung masyarakat.
Melalui kegiatan ini, para kader tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menghadirkan kebersamaan, doa, dan semangat berbagi kepada anak-anak panti asuhan. Semangat yang diusung adalah menjadikan Ramadhan sebagai ruang pembelajaran spiritual sekaligus penguatan karakter kepanduan yang berlandaskan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Ketua Kafilah Hizbul Wathan UMS, Rakanda Azibsyah, menyampaikan bahwa BERLIAN bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari komitmen kader dalam mengamalkan nilai Fastabiqul Khoirot.
“BERLIAN adalah pengingat bagi kita bahwa kemuliaan Ramadhan tidak hanya diraih melalui ibadah personal, tetapi juga lewat kepedulian sosial. Kami berharap kegiatan ini menjadi ladang pahala sekaligus sarana membentuk kader yang berempati, peduli, dan berkarakter,” ujar Rakanda Azibsyah. (04/03)
Sementara itu, Ketua Divisi AIK (Al-Islam dan Kemuhammadiyahan), Rakanda Ibnu Qoyyim, menekankan bahwa esensi Ramadhan terletak pada kebermaknaan berbagi.
“Ramadhan adalah madrasah ruhani. Melalui BERLIAN, kami ingin menghadirkan nilai berbagi yang tidak hanya bersifat materi, tetapi juga perhatian, kasih sayang, dan doa. Semoga setiap langkah kecil yang kita lakukan menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” ungkap Rakanda Ibnu Qoyyim. (04/03)
Dengan terselenggaranya BERLIAN 2026, Hizbul Wathan UMS berharap dapat terus menjadi pelopor gerakan kepedulian sosial di lingkungan kampus dan masyarakat luas, serta menjadikan Ramadhan sebagai momentum transformasi diri menuju pribadi yang lebih beriman, berilmu, dan beramal.

