HW Mendunia, UMAM Kukuhkan Qabilah Buya Hamka

Publish

29 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
90
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

PERLIS, Suara Muhammadiyah - Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan meresmikan dan melantik Qabilah Buya Hamka Hizbul Wathan Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) sebagai qabilah pertama Hizbul Wathan yang berdiri di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peresmian ini menjadi penanda dimulainya pengembangan pembinaan Hizbul Wathan pada level internasional, sekaligus memperluas jangkauan kaderisasi Muhammadiyah melalui sistem kepanduan yang terorganisasi, terstruktur, dan berkelanjutan.

Kegiatan dilaksanakan pada Kamis (29/1/2026), bertempat di Kampus Universiti Muhammadiyah Malaysia, Perlis, Malaysia. Kegiatan ini dirangkaikan dengan pelaksanaan Musyawarah Kwartir Wilayah (Musykwarwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hizbul Wathan Riau, yang berfungsi sebagai forum evaluasi program kerja, penetapan arah kebijakan organisasi, serta penguatan koordinasi kelembagaan Hizbul Wathan di tingkat wilayah.

Pendirian Qabilah Buya Hamka Hizbul Wathan UMAM ditetapkan melalui Surat Keputusan Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan tentang Pendirian Qabilah Buya Hamka Hizbul Wathan UMAM. Surat keputusan ini menjadi dasar hukum resmi dalam pembentukan struktur organisasi qabilah, pengangkatan dan pengesahan pengurus, serta penyelenggaraan seluruh kegiatan kepanduan Hizbul Wathan di lingkungan Universiti Muhammadiyah Malaysia.

Ketua Qabilah Buya Hamka Hizbul Wathan UMAM, H. Abunawas, S.Ag., MM., menyampaikan rasa syukur dan atas peresmian dan pelatikan Qabilah Buya Hamka Hizbul Wathan UMAM dan rasa bangga bahwa penunjukan UMAM sebagai tuan rumah Musykwarwil dan Rakerwil Hizbul Wathan Riau mencerminkan kepercayaan besar dari pimpinan persyarikatan dan struktur Hizbul Wathan. Hal ini sekaligus menegaskan posisi UMAM sebagai pusat kegiatan akademik yang terintegrasi dengan fungsi kaderisasi Muhammadiyah di tingkat regional dan internasional.

Ketua PWM Riau, Dr. H. Hendri Sayuti, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musykwarwil dan Rakerwil merupakan instrumen penting dalam menjaga kesinambungan ideologi, konsolidasi organisasi, serta keberlanjutan sistem kaderisasi Hizbul Wathan. Ia menegaskan bahwa Hizbul Wathan memiliki fungsi strategis sebagai sarana pembinaan karakter kader Muhammadiyah melalui nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, kemandirian, dan semangat pengabdian.

Ia juga menegaskan bahwa pengukuhan Qabilah Buya Hamka Hizbul Wathan UMAM memiliki makna strategis karena menjadi titik awal pengembangan kaderisasi Hizbul Wathan di luar negeri. Keberadaan qabilah ini diharapkan dapat menjadi model pembinaan kepanduan Muhammadiyah pada skala internasional sekaligus representasi nilai-nilai Islam berkemajuan di lingkungan global.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan Qabilah Buya Hamka di UMAM memperluas peran kampus tidak hanya sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai pusat pembinaan kader persyarikatan. Sebagai qabilah Hizbul Wathan pertama di luar negeri, UMAM diharapkan menjadi simpul strategis dalam membangun sinergi, pertukaran pengalaman, serta penguatan konsolidasi gerakan kepanduan Muhammadiyah lintas negara.

Rektor Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM), Dr. H. Saidul Amin, MA., menyampaikan bahwa pengukuhan Qabilah Buya Hamka Hizbul Wathan UMAM memiliki makna strategis dan historis dalam penguatan kaderisasi Muhammadiyah di tingkat internasional. Menurutnya, UMAM tidak hanya berfungsi sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter dan kader persyarikatan melalui Hizbul Wathan.

“Kami memegang prinsip less talk, more action. Nilai perjuangan bukan diukur dari banyaknya kata, tetapi dari konsistensi langkah dan kesungguhan dalam berkhidmat. Hizbul Wathan adalah ruang pembinaan kader yang menautkan iman, ilmu, dan amal dalam satu tarikan nafas perjuangan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Hizbul Wathan merupakan satu kesatuan sistem gerakan, di mana Kwartir Pusat berperan sebagai pengarah ideologi dan kebijakan, Kwartir Wilayah sebagai penggerak pelaksanaan kaderisasi, dan Qabilah sebagai ujung tombak pembinaan di satuan pendidikan. Pengukuhan Qabilah Buya Hamka Hizbul Wathan UMAM hari ini, menurutnya, menegaskan keterhubungan yang utuh antara pusat, wilayah, dan qabilah dalam satu visi besar kaderisasi.

Dr. Saidul Amin juga menyebut bahwa pengukuhan Qabilah Buya Hamka sebagai qabilah Hizbul Wathan pertama di luar negeri menjadi tonggak penting internasionalisasi kaderisasi Muhammadiyah. “Ini bukan hanya simbol kelembagaan, tetapi penanda bahwa gerakan kaderisasi Muhammadiyah telah melampaui batas geografis dan menjadi gerakan nilai yang bersifat universal,” tegasnya.

Ia berharap Musyawarah Kwartir Wilayah dan Rapat Kerja Wilayah Hizbul Wathan Riau yang dilaksanakan di Kampus UMAM dapat melahirkan keputusan-keputusan yang visioner, memperkuat konsolidasi organisasi, serta semakin memantapkan sinergi antara Kwartir Pusat, Kwartir Wilayah, dan Qabilah dalam membangun kader Muhammadiyah yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan berwawasan global.

Ketua Kwartir Pusat Hizbul Wathan, Misriandi, menyampaikan apresiasi atas kesiapan UMAM dan Qabilah Buya Hamka Hizbul Wathan UMAM sebagai tuan rumah kegiatan berskala wilayah yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di luar negeri. Ia menyatakan bahwa pelaksanaan Musykwarwil dan Rakerwil di Malaysia menunjukkan bahwa Hizbul Wathan terus berkembang sebagai gerakan kepanduan Muhammadiyah yang memiliki orientasi dan jangkauan global.

Ia menegaskan bahwa Musykwarwil dan Rakerwil tidak hanya merupakan agenda rutin organisasi, tetapi menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program, merumuskan arah kebijakan kaderisasi, serta memperkuat komitmen ideologis dan organisatoris seluruh kader Hizbul Wathan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Riau beserta jajaran pengurus, perwakilan Qabilah Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Riau, serta para pimpinan dan kader Hizbul Wathan dari berbagai daerah.

Dengan diresmikannya Qabilah Buya Hamka Hizbul Wathan UMAM, diharapkan penyelenggaraan kepanduan Hizbul Wathan di lingkungan Universiti Muhammadiyah Malaysia dapat dilaksanakan secara lebih sistematis, terprogram, dan berkelanjutan. Selain itu, keberadaan qabilah ini diharapkan menjadi pintu masuk strategis bagi penguatan kaderisasi Muhammadiyah di tingkat internasional, khususnya dalam membina generasi muda yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kapasitas kepemimpinan dan wawasan global.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CIAMIS, Suara Muhammadiyah – Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Makan B....

Suara Muhammadiyah

22 July 2025

Berita

PWM Adakan Resepsi Milad ke-111 bersama 2 Ketua PP Muhammadiyah  MAKASSAR, Suara Muhammadiyah ....

Suara Muhammadiyah

7 December 2023

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Program Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Kudus....

Suara Muhammadiyah

16 May 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Mengejawantahkan dakwah di era digitalisasi seperti sekarang ini....

Suara Muhammadiyah

23 June 2025

Berita

MUNTILAN, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka mengembangkan dakwah kultural sekaligus melaksanakan uji....

Suara Muhammadiyah

19 January 2026