Menggali Inspirasi Kisah Zainab binti Ali Sang Revolusioner

Suara Muhammadiyah

21 October 2023

3040
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada kesempatan kali ini, Universitas Ahmad Dahlan menjadi tuan rumah untuk acara al-Nadwah al-‘Arabiyyah yang diselenggarakan oleh Prof.Dr. H.M. Din Syamsuddin, M.A. acara ini berlangsung di gedung Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Mesir dan secara daring. 

Acara ini diselenggarakan untuk para perempuan yang berkemajuan dengan menggali pengetahuan tentang Zainab binti Ali. Pemateri yang memberikan hal itu adalah Prof Dr. Nahla Shabri Al-Sha’idy yang merupakan Dekan Fakultas Studi Islam Al-Azhar dan sekaligus Penasehat Syaikh Al-Azhar. Dalam acara ini dihadiri oleh Ketua Majelis Tabligh PP ‘Aisyiyah yaitu Hj. Evi Sofia Inayati, S.Psi. dan Rektor Universitas Ahmad Dahlan yaitu Prof.Dr. H. Muchlas, M.T.

Zainab binti Ali ini merupakan cucu nabi Muhammad SAW dan dikenang sebagai perempuan yang berdaya pemberani bahkan menjadi salah satu panglima perang perempuan dalam Islam pada abad ke-7. Zainab ini dijuluki sebagai “singa wanita dari Karbala” ketika menyaksikan saudaranya dibunuh secara brutal oleh pemimpin yang zalim.

Kemudian, Sayyidah Zainab juga seorang yang cerdas dan memiliki kemampuan bahasa, menghafal al-Qur’an sampai apa yang ducapkan itu dari al-Qur’an dan setiap perbuatannya adalah cerminan dari al-Qur’an. 

Nahla sampaikan ketika setelah Zainab binti Ali kalah dengan Yazid bin Muawwiyah, Zainab bicara dengan tegas di depannya bahwa penilaian seseorang itu yang berhak adalah Allah. karena penilaian manusia bisa jadi itu sebaliknya. Dan banyak beberapa hikmah dari pembicaraan zainab kepada Yazid.

Intisari dari kajian tersebut terkait Zainab binti Ali. Pertama, khususnya dalam dunia politik, tidak ada perbedaan laki-laki dan perempuan. Karena perempuan juga memiliki kemampuan untuk bepolitik dalam segala lini di kehidupan masyarakat. Dalam catatannya, selama yang dipegang itu adalah sesuatu yang benar.

Kajian ini diselenggarakan untuk menambah wawasan bagi para perempuan di mana Zainab binti Ali ini bisa menjadi sosok teladan yang baik. “Walaupun sejarah ini belum terlalu populer dibanding dengan Fathimah, Aisyah, Khadjiah atau lainnya yang sudah banyak buku terbit terkait mereka,” terang Fitria. (Badru Tamam)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SD Muhammadiyah 20 Palembang Sukses Gelar ANBK 2025: Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan PALEMBANG,....

Suara Muhammadiyah

26 September 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Jakarta kembali mengukuhkan dua guru bes....

Suara Muhammadiyah

29 September 2023

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) ‘Aisyiyah Kot....

Suara Muhammadiyah

15 July 2025

Berita

BANGKOK, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Thailand melakukan kunjun....

Suara Muhammadiyah

4 October 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) ....

Suara Muhammadiyah

14 September 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah