Ideologi Muhammadiyah Harus Dijaga Agar Tidak Terbawa Pengaruh Ideologi Lain

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
644
Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Cris

Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak untuk merefleksikan kembali substansi ideologi Muhammadiyah. Menurutnya, ideologi sebagai sistem perjuangan yang mengandung pandangan (worldview), cita-cita, dan strategi untuk mewujudkan.

"Ada cita-cita yang ingin dicapai. Berarti ada sistem di dalamnya, lalu strategi perjuangannya," katanya saat memberikan keynote speech Stadium General Sekolah Ideologi Muhammadiyah PWM DIY, Senin (11/8) di Lantai 9 Ruang Amphitarium Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Haedar menjelaskan bahwa penempatan worldview sangat bergantung pada konteks. Sebagai contoh, ideologi kapitalisme berlandaskan individualisme, sedangkan sosialisme bertumpu pada kolektivitas.

“Strategi untuk memperjuangkannya pun memiliki perbedaan masing-masing,” imbuhnya.

Haedar menuturkan, setiap negara pada akhirnya akan melahirkan berbagai golongan dan kelompok sosial dengan rujukan ideologi yang beragam. Keragaman itu, katanya, juga akan tampak pada gerakan-gerakan keagamaan, termasuk di lingkungan umat Islam.

"Dalam lalu lintas pemikiran kelompok, orientasi, golongan, dan lain sebagainya di situlah sebenarnya setiap golongan kelompok, termasuk Muhammadiyah paham tidak pada lalu lintas ideologi itu. Dan kemudian kita punya distingsi atau orientasi distingtif yang membuat kita ini punya identitas tertentu yang khas, yang kita miliki dan tidak mudah terbawa arus," jelasnya.

Pada titik ini, sebut Haedar, kerap kali—bahkan tidak jarang—bukan hanya anggota dan kader, tetapi juga pimpinan Muhammadiyah dari tingkat pusat hingga akar rumput, dengan mudah mengadopsi atau terlibat dalam pemikiran yang tampak serupa, namun sejatinya berbeda.

"Dan di sinilah sering orang tidak bisa membedakan," terangnya.

Karena itu, seluruh kader, anggota, bahkan lebih-lebih pimpinan penting untuk melongok kembali ideologi Muhammadiyah. Dengan pemahaman yang utuh, setiap langkah gerakan akan terarah, tidak mudah terjebak pada pemikiran yang hanya tampak serupa, serta mampu menjaga identitas Persyarikatan di tengah derasnya arus ideologi global. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melepas sedikitnya 20 mah....

Suara Muhammadiyah

25 January 2024

Berita

BOGOR, Suara Muhammadiyah- Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA) berkunjung ke Universitas Mu....

Suara Muhammadiyah

21 September 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah kembali menggelorakan Islam Wasathiyah atau Islam mode....

Suara Muhammadiyah

3 March 2025

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Orientasi Dewan Sughli Daerah (DSD) Kwartir Daerah (Kwarda) Hizbu....

Suara Muhammadiyah

22 December 2024

Berita

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah — Suasana Masjid Al Jihad Banjarmasin terasa hangat dan khusyu....

Suara Muhammadiyah

13 November 2025