Ideologi Muhammadiyah Harus Dijaga Agar Tidak Terbawa Pengaruh Ideologi Lain

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
858
Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Cris

Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak untuk merefleksikan kembali substansi ideologi Muhammadiyah. Menurutnya, ideologi sebagai sistem perjuangan yang mengandung pandangan (worldview), cita-cita, dan strategi untuk mewujudkan.

"Ada cita-cita yang ingin dicapai. Berarti ada sistem di dalamnya, lalu strategi perjuangannya," katanya saat memberikan keynote speech Stadium General Sekolah Ideologi Muhammadiyah PWM DIY, Senin (11/8) di Lantai 9 Ruang Amphitarium Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Haedar menjelaskan bahwa penempatan worldview sangat bergantung pada konteks. Sebagai contoh, ideologi kapitalisme berlandaskan individualisme, sedangkan sosialisme bertumpu pada kolektivitas.

“Strategi untuk memperjuangkannya pun memiliki perbedaan masing-masing,” imbuhnya.

Haedar menuturkan, setiap negara pada akhirnya akan melahirkan berbagai golongan dan kelompok sosial dengan rujukan ideologi yang beragam. Keragaman itu, katanya, juga akan tampak pada gerakan-gerakan keagamaan, termasuk di lingkungan umat Islam.

"Dalam lalu lintas pemikiran kelompok, orientasi, golongan, dan lain sebagainya di situlah sebenarnya setiap golongan kelompok, termasuk Muhammadiyah paham tidak pada lalu lintas ideologi itu. Dan kemudian kita punya distingsi atau orientasi distingtif yang membuat kita ini punya identitas tertentu yang khas, yang kita miliki dan tidak mudah terbawa arus," jelasnya.

Pada titik ini, sebut Haedar, kerap kali—bahkan tidak jarang—bukan hanya anggota dan kader, tetapi juga pimpinan Muhammadiyah dari tingkat pusat hingga akar rumput, dengan mudah mengadopsi atau terlibat dalam pemikiran yang tampak serupa, namun sejatinya berbeda.

"Dan di sinilah sering orang tidak bisa membedakan," terangnya.

Karena itu, seluruh kader, anggota, bahkan lebih-lebih pimpinan penting untuk melongok kembali ideologi Muhammadiyah. Dengan pemahaman yang utuh, setiap langkah gerakan akan terarah, tidak mudah terjebak pada pemikiran yang hanya tampak serupa, serta mampu menjaga identitas Persyarikatan di tengah derasnya arus ideologi global. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Kader Hijau Muhammadiyah (KHM) D.I. Yogyakarta mengadakan kegiatan Madr....

Suara Muhammadiyah

27 April 2025

Berita

PULANG PISAU, Suara Muhammadiyah – Lembaga Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) P....

Suara Muhammadiyah

19 July 2024

Berita

TANGERANG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Tangerang perio....

Suara Muhammadiyah

12 May 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Tim dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan....

Suara Muhammadiyah

21 April 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassa....

Suara Muhammadiyah

1 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah