Idul Adha, Rektor UMY Ingatkan Semangat Kurban dengan nilai persatuan umat islam

Suara Muhammadiyah

27 May 2026

176
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prof. Dr. Achmad Nurmadi, M.Sc. mengingatkan bahwa esensi ibadah kurban bukan terletak pada hewan yang disembelih, melainkan pada ketakwaan, keikhlasan, dan kepedulian sosial yang lahir darinya.

Ia menyerukan agar ibadah kurban dijadikan momentum nyata untuk mengikis sifat kikir dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Nurmadi saat menjadi khatib Sholat Idul Adha 1447 H yang digelar di Halaman Kampus UMY, Rabu (27/5) pagi. Sholat dimulai pukul 06.30 WIB dengan imam Nanda Ardika, Imam Masjid Kampus UMY, dan dihadiri oleh civitas academica serta masyarakat luas di sekitar kampus.

“Ibadah qurban yang kita lakukan bukan sebatas menyembelih hewan saja. Kurban mengandung pesan untuk mengikis sifat kikir dan cinta dunia, menumbuhkan kepedulian sosial karena daging kurban dibagikan kepada fakir miskin,” ujar Nurmadi dalam khutbahnya.

Nurmadi mendasarkan pernyataannya pada firman Allah dalam QS. Al-Hajj ayat 37, bahwa yang sampai kepada Allah bukan daging maupun darah hewan kurban, melainkan ketakwaan dari orang yang berkurban. Menurutnya, hal inilah yang menjadi inti dari seluruh ibadah kurban.

Dalam khutbahnya pula, Guru Besar UMY di bidang smart governance ini juga mengajak jamaah meneladani kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sebagai landasan nilai. Ia menyebut tiga nilai utama yang harus dihidupkan dari kisah tersebut, yakni ketaatan mutlak kepada Allah, keikhlasan dan kesabaran, serta kesediaan berkorban.

Nurmadi mengaitkan semangat kurban dengan nilai persatuan umat Islam. Ia mengingatkan bahwa dalam ibadah haji, jutaan Muslim dari berbagai suku, bangsa, dan status sosial berdiri setara di hadapan Allah tanpa pembeda apapun. Semangat yang sama, menurutnya, harus terwujud dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

“Jadikan Idul Adha sebagai momentum untuk memperkuat hubungan dengan Allah melalui ketaatan, memperkuat hubungan dengan sesama melalui kepedulian, dan memperkuat hubungan dengan diri sendiri melalui keikhlasan dan kesabaran,” imbuhnya.

Di penghujung khutbahnya, Nurmadi juga mendorong jamaah untuk memperbaiki etika dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat, serta menjaga kesehatan sebagai modal utama dalam beribadah dan memberikan manfaat kepada orang lain. (ID)

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam suasana penuh kebersamaan, Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua....

Suara Muhammadiyah

10 May 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Sebanyak 44 pengurus Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhamm....

Suara Muhammadiyah

21 February 2025

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah – Tim Dosen Berkegiatan di Luar Kampus (DBlK) atau Pengabdian ke....

Suara Muhammadiyah

7 July 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta suk....

Suara Muhammadiyah

19 May 2024

Berita

TULANG BAWANG, Suara Muhammadiyah – Dalam semangat memperkuat dakwah dan menjalin silaturahmi,....

Suara Muhammadiyah

12 March 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah