Idul Fitri PDM Kapuas: Ramadhan Berlalu, Menjadi Pribadi yang Baru

Suara Muhammadiyah

31 March 2025

1228
Foto Istimewa

Foto Istimewa

KUALA KAPUAS, Suara Muhammadiyah - Dalam Islam, hawa nafsu dalam bahasa Arab lebih dekat dengan makna hawa bukan Siti Hawa, tetapi adalah kecenderungan batin yang menarik manusia pada sesuatu. Hawa berarti dorongan yang menggerakkan hati, baik menuju kebaikan maupun keburukan.

Allah menciptakan hawa nafsu bukan tanpa tujuan. Ia adalah bahan bakar kehidupan tanpanya, manusia tidak akan makan, minum, atau berusaha memiliki keturunan. Hawa nafsu-lah yang membuat manusia mencintai harta dan bekerja keras untuknya. Ia memberi daya hidup.

Akan tetapi, hawa nafsu juga memiliki sisi yang lain, yaitu dia akan menguasai akal, hati, dan seluruh panca indra manusia, untuk mengikutinya, dan mengaburkan akal dan hati dalam melihat cahaya kebenaran.

Demikian disampaikan Ustadz Awad Ahmad Seff,MA dari Martapura dalam khutbahnya pada Sholat Idul Fitri 1 syawal 1446 H, dengan tema “Ramadhan Berlalu, Menjadi Pribadi Yang Baru, Dan Terlepas Dari Tipu Daya Hawa Nafsu “.

Sholat Idul Fitri diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas dan Pimpinan Cabang Muhamamadiyah (PCM) Selat, bertempat di komplek Stadion Panunjung Tarung Kuala Kapuas, Senin (31/3/2025).

Dikatakan Ustadz Awad, Ibnu Taimiyyah pernah mengatakan bahwa hawa nafsu bergerak dalam dua ranah, syahwat dan syubhat. Fitnah syubhat jauh lebih berbahaya daripada fitnah syahwat. Syahwat adalah godaan duniawi yang membuai, sedangkan syubhat (keadaan samar tetang kehalalan atau keharaman sesuatu) adalah kabut yang mengaburkan kebenaran dan menyesatkan hati dari jalan yang lurus.

Dalam Shahih Bukhari, diceritakan bagaimana Rasulullah Shallallahu’Alaihi Wasallam memperingatkan tentang dampak hawa nafsu terhadap amanah dan kejujuran.

Hakikat Berpuasa adalah pola latihan pengendalian diri. Jika manusia belajar pengendalaian diri, maka dia tidak bisa diperbudak manusia lain, karena dia sudah terbebas dari perbudakan hawa nafsunya sendiri.

Maka dari itu, kita berhari raya hari ini, yang kita rayakan adalah terbebasnya kita dari belenggu hawa nafsu yang dulu menguasai kita .Kita bukan lagi hamba keinginan, bukan lagi budak syahwat. Kita telah belajar mengendalikan diri, dan dengan itu, kita benar-benar merdeka.

Sejak dahulu, syubhat, kehalalan satelah menjelma dalam berbagai rupa. Salah satu bentuknya yang paling licik adalah gratifikasi yang disamarkan sebagai hadiah bernuansa religius. Lebih jauh, praktik suap dan politik uang kian menggerogoti jiwa umat, menghancurkan moral dan membutakan nurani. Perlahan, masyarakat pun sampai pada kesimpulan pahit: segala sesuatu bermuara pada uang. Integritas terkikis, moralitas terabaikan, dan intelektualitas terpinggirkan.

Mari kita memohon kepada Allah, agar meneguhkan langkah kita di atas kebenaran dan menjauhkan dari tipu daya dunia, ajak Ustadz Awad.

Sholat Idul Fitri 1 syawal 1446 hijriah diikuti jajaran pengurus PDM Kapuas beserta Organisasi Otonom(Ortom) Muhammadiyah, keluarga besar Muhammadyah, simpatisan serta sejumlah kaum muslimin dan muslimat. (bon)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Untuk mengembangkan olahraga di komunitas, Lembaga Pengembangan Ola....

Suara Muhammadiyah

28 October 2023

Berita

TABANAN, Suara Muhammadiyah — Pagi itu suasana sekolah di Kabupaten Tabanan tampak berbeda. Ba....

Suara Muhammadiyah

5 June 2026

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah — SD Muhammadiyah Kayen, Condongcatur, Depok, Kabupaten Sleman, mel....

Suara Muhammadiyah

21 December 2025

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati Milad 'Aisyiyah ke-109, Lembaga Penelitia....

Suara Muhammadiyah

23 June 2026

Berita

SIDOARJO, Suara Muhammadiyah – Suara Muhammadiyah bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah ....

Suara Muhammadiyah

27 June 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah