JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tanggal 3 Februari 2026, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menerima kunjungan Persatuan Mahasiswa Palestina di Indonesia (PMPI) dalam sebuah pertemuan yang menegaskan komitmen kedua organisasi untuk membangun sinergi program, mempererat solidaritas kemanusiaan, serta membuka ruang kolaborasi jangka panjang di bidang pendidikan, kepemudaan dan kemanusiaan.
Ketua Umum DPP IMM, Riyan Betra Delza, menyambut hangat kehadiran PMPI dan menilai pertemuan ini sebagai langkah penting dalam memperkuat hubungan antarmahasiswa lintas negara.
"Kami menyambut baik kedatangan saudara-saudara dari Persatuan Mahasiswa Palestina di Indonesia. Hubungan seperti ini sangat baik dan kami berharap bisa menjadi pertemuan jangka panjang yang berkelanjutan,” ujar Riyan.
Ia juga menyampaikan bahwa IMM memiliki kader mulai dari jenjang S1 hingga S3, yang tersebar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. IMM berharap mahasiswa Palestina dapat terlibat dalam berbagai kegiatan kaderisasi dan forum intelektual yang diselenggarakan organisasi, termasuk Darul Arqam Paripurna (DAP) yang dalam waktu dekat akan digelar oleh DPP IMM.
“Kami berharap teman-teman mahasiswa Palestina bisa hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan kami, seperti Darul Arqam Paripurna, yang juga membuka ruang diskusi isu-isu global,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum PMPI, Shaker Abu Shukor, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan IMM serta menegaskan komitmen mahasiswa Palestina di Indonesia untuk terus aktif dalam kegiatan sosial dan diplomasi kemahasiswaan.
“PMPI aktif dalam berbagai kegiatan, seperti kegiatan sosial, kunjungan ke pemerintah Indonesia hingga berbagai rapat dan diskusi yang juga dilakukan secara daring,” jelas Shaker.
Ia mengungkapkan bahwa mayoritas mahasiswa Palestina di Indonesia menempuh studi di bidang teknik dan kedokteran, dengan jumlah mahasiswa laki-laki lebih dominan. Pada tahun 2025, tercatat sekitar 50 mahasiswa Palestina aktif, sementara total keseluruhan mahasiswa Palestina di Indonesia saat ini berjumlah 91 orang.
Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP IMM, Fadil Mahdi, menambahkan bahwa pertemuan ini terasa istimewa dan penuh nuansa persaudaraan.
“Kami menyambut baik kedatangan saudara Palestina. Rasanya seperti dikunjungi saudara lama yang sudah lama tidak bertemu,” ujarnya.
Fadhil juga membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan, khususnya dalam penyebaran informasi mengenai beasiswa di Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
“Kami memang tidak memiliki wewenang langsung untuk memberikan beasiswa, tetapi IMM siap menjadi perpanjangan tangan dalam menghubungkan informasi beasiswa bagi mahasiswa Palestina,” jelasnya.
Selain itu, IMM juga membuka ruang bagi mahasiswa Palestina untuk terlibat sebagai narasumber dalam forum kaderisasi, khususnya membahas isu geopolitik internasional, termasuk situasi Timur Tengah.
Pertemuan ini menjadi langkah awal memperkuat jejaring solidaritas mahasiswa Indonesia–Palestina, tidak hanya dalam konteks kemanusiaan, tetapi juga dalam kerja sama akademik, intelektual, dan gerakan pemuda global. (syahrul/diko)

