SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Kwartir Daerah Sleman kembali menyelenggarakan kegiatan Ceria Pandu Athfal Tahun Ajaran 2025/2026 pada Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di Bumi Perkemahan Wonokemuning, Pakem, Sleman. Kegiatan ini diikuti oleh para Pandu Athfal dari berbagai sekolah sebagai sarana pembinaan karakter, keceriaan, serta penanaman nilai-nilai keislaman dan kebangsaan sejak usia dini.
Kegiatan Ceria Pandu Athfal (CPA) Kepanduan Hizbul Wathan Kwarda Sleman diikuti oleh 7 sekolah, yaitu SD Muhammadiyah Pakem, SD Muhammadiyah Kadisoka, SD Muhammadiyah Prambanan, SD Muhammadiyah 2 Pakem, SD Muhammadiyah Bayen, SD Muhammadiyah Dhuri, SD Muhammadiyah 1 Ngaglik, dan SD Muhammadiyah Gunungharjo 2. Total siswa yang mengikuti kegiatan ini mencapai 765 siswa, khususnya dari kelas 3 dan 4.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, Bapak H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran Pandu Athfal sebagai teladan bagi pelajar di Indonesia. “Sebagai Pandu Athfal hendaknya bisa menjalankan Janji Pelajar Muhammadiyah sehingga menjadi teladan untuk pelajar di seluruh Indonesia,” ujar Harjaka dalam pidatonya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan empat pesan utama yang harus dipegang oleh setiap Pandu Athfal. Pertama, rajin membaca buku sebagai jendela dunia. Kedua, selalu hormat kepada orang tua dan guru di sekolah. Ketiga, menjaga kerukunan dengan teman-teman di sekolah. Keempat, menumbuhkan rasa cinta tanah air Indonesia sebagai pelajar bangsa.
Kegiatan Ceria Pandu Athfal ini diisi dengan berbagai aktivitas edukatif, permainan kreatif, serta pembelajaran nilai kepanduan yang dirancang menyenangkan dan sesuai dengan usia peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan para Pandu Athfal dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, cerdas, ceria, serta memiliki semangat kebangsaan yang kuat.
Kwartir Daerah Sleman berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin sebagai bagian dari upaya pembinaan kader Muhammadiyah sejak dini, sekaligus mempererat ukhuwah antarpelajar di daerah Sleman. (masruri)

