IMM Harus Menjadi Produsen Narasi Kebenaran di Era Digital

Suara Muhammadiyah

12 May 2026

318

TANGSEL, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Ciputat menyelenggarakan Stadium General Darul Arqam Madya Nasional (DAMNas) 2026 dengan menghadirkan Rektor Dr Desri Arwen, yang menyampaikan materi bertajuk “Dakwah di Tengah Badai Post-Truth: Menguatkan Narasi Kebenaran Melalui Media Digital.”

Dalam pemaparannya, Dr. Desri Arwen menegaskan bahwa era post-truth ditandai dengan kondisi ketika emosi, opini pribadi, dan sentimen kelompok lebih dipercaya daripada fakta objektif dan data empiris. Fenomena ini juga melahirkan apa yang disebut sebagai “matinya kepakaran”, yaitu merosotnya otoritas keilmuan karena siapa pun dengan banyak pengikut di media sosial dapat dianggap sebagai ahli, meski tanpa sanad keilmuan yang jelas.

Sebagai respons terhadap situasi tersebut, Dr. Desri menekankan pentingnya prinsip tabayyun sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Hujurat ayat 6, yang mengajarkan umat Islam untuk memeriksa kebenaran setiap informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya. Menurutnya, ayat ini menjadi fondasi utama literasi digital Islam di tengah derasnya arus hoaks dan disinformasi.

Ia juga menguraikan empat sifat kenabian sebagai pedoman bermedia digital bagi kader IMM, yaitu Siddiq (menjunjung kebenaran dan anti-hoaks), Amanah (bertanggung jawab dan menjaga integritas digital), Tabligh (menyampaikan dakwah dengan bahasa yang inklusif dan menggembirakan), serta Fathonah (cerdas memahami algoritma dan berpikir kritis dalam menghadapi narasi negatif).

Trilogi IMM dinilai tetap relevan untuk menjawab tantangan zaman. Aspek keagamaan berfungsi memperkuat akidah dan sanad keilmuan, aspek kemahasiswaan dan kader mendorong penguasaan teknologi dan kreativitas digital, sedangkan aspek kemasyarakatan menuntut kader aktif mengedukasi masyarakat agar cerdas menyaring informasi.

Dr. Desri menegaskan bahwa kader IMM tidak boleh sekadar menjadi konsumen informasi. Di tengah disrupsi digital, kader harus tampil sebagai trendsetter narasi Islam Berkemajuan dengan memproduksi konten yang mencerahkan, membangun ruang dialog sehat, dan mengorkestrasi kampanye nilai-nilai keislaman secara terstruktur.

“Media sosial adalah medan tempur intelektual masa kini. Kemenangan wacana hanya akan diraih oleh mereka yang istiqamah memproduksi konten kebenaran secara masif,” tegasnya dalam keterangan, Jum'at (8/5).

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa platform digital harus diposisikan sebagai mimbar abad ke-21. Dakwah digital, menurutnya, perlu dikemas dengan bahasa visual dan naratif yang mudah dipahami generasi Z dan Alpha, serta diperkuat melalui kolaborasi lintas lembaga untuk memperluas jangkauan pesan kebaikan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah — Pemandangan menyejukkan yang merepresentasikan ukhuwah Islamiya....

Suara Muhammadiyah

13 April 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Bertepatan dengan Milad ke-113 Muhammadiyah, Pimpinan Pusat Muha....

Suara Muhammadiyah

17 November 2025

Berita

TANGERANG, Suara Muhammadiyah - Musyawarah Daerah (Musyda) VI Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (P....

Suara Muhammadiyah

13 February 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Invasi Amerika Serikat (AS) ke Venezuela belum serta-merta men....

Suara Muhammadiyah

5 January 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat (LDK PP) Muhammadiyah menggela....

Suara Muhammadiyah

12 November 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah