IMM Perlu Adopsi Model Deep Learning dalam Perkaderan

Suara Muhammadiyah

12 July 2025

1093
IMM

IMM

MEDAN, Suara Muhammadiyah — Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) menyelenggarakan acara Simposium Perkaderan Nasional bertajuk “Bergerak Memajukan Indonesia” pada Jum’at (11/7/2025) di Auditorium Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. 

Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari ini dihadiri oleh perwakilan Bidang Kader se-Indonesia. Acara opening ceremony berlangsung meriah dan dihadiri oleh sejumlah tokoh seperti Staf Khusus Mendikdasmen Arif Jamali, Wakil Rektor Umsu Assoc. Prof. Dr. Rudianto, M.Si, Ketua Umum DPP IMM Riyan Betra Delza serta perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara. 

Arif Jamali yang didapuk sebagai pemateri kunci dalam agenda ini mengapresiasi hadirnya acara simposium ini sekaligus berharap munculnya terobosan baru dalam format kaderisasi IMM. 

“Simposium ini menunjukkan bahwa IMM adalah organisasi pembaharu yang terus bergerak maju. IMM tidak terpaku pada pola perkaderan lama, namun terus berupaya menyesuaikan diri dengan tantangan dan kebutuhan zaman. Saya berharap simposium ini bisa lahirkan kemajuan yang bermakna untuk IMM,” kata Arif. 

Dalam kesempatan ini, Arif mendorong IMM untuk mengadopsi model pembelajaran mendalam (deep learning) dalam perkaderan IMM. Menurutnya, model Pembelajaran Mendalam relevan untuk mencapai profil kader IMM. 

“Perkaderan IMM perlu mengadopsi konsep dan model deep learning yang sekarang dikembangkan Kemendikdasmen. Perkaderan yang berbasis model Pembelajaran Mendalam melibatkan proses perkaderan yang berkesadaran, bermakna dan menggembirakan. Pola kaderisasi seperti ini juga menuntun keterlibatan holistik antara olah pikir, olah hati, olah rasa dan olah raga. Kalau konsep ini berjalan baik, insyallah mudah mencapai profil kader IMM,” pungkasnya. 

Terakhir, Arif meminta para kader IMM untuk menyeimbangkan aspek kaderisasi dengan diaspora kader. Keseimbangan itulah yang akan mendorong IMM bergerak memajukan Indonesia. 

“Kader IMM perlu berdiaspora. Diaspora dalam hal ini jangan hanya dimaknai politis. Secara holistik, konsep diaspora IMM itu ada tiga. Pertama, diaspora SDM dengan terus menyiapkan dan mengembangkan manusia unggul. Kedua, diaspora program dimana IMM perlu terus mengembangkan daya jangkau programnya. Ketiga, diaspora pemikiran dimana para intelektual IMM patut menyebarkan pemikiran progresifnya di ruang publik,” tutupnya. 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Biro Admisi Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar....

Suara Muhammadiyah

24 November 2023

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - PT Syarikat Cahaya Media/ Suara Muhammadiyah terus berinovasi dengan me....

Suara Muhammadiyah

25 January 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Riau melalui Lembaga Resili....

Suara Muhammadiyah

4 December 2025

Berita

KENDAL, Suara Muhammadiyah - Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam Patean Kendal, menggelar kejuaraan T....

Suara Muhammadiyah

9 October 2023

Berita

Soft opening SM Residence Asri, Haedar Nashir Tekankan Etos Kerja Keras  Menghuni rumah di SM ....

Suara Muhammadiyah

14 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah