Inovasi Antarkan Dakwah Berbasis Komunitas Temukan Relevansinya

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
46
Ketua LDK PP Muhammadiyah Muchamad Arifin

Ketua LDK PP Muhammadiyah Muchamad Arifin

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Dunia terus berkembang. Dakwah pun demikian. Dinamika dakwah tidak pernah berjalan mulus. Tapi penuh dengan lika-liku dan dihadapkan dengan berbagai ujian menantang. Menurut Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, KH Tafsir, dakwah dituntut tidak hanya masuk ke lorong-lorong gelap, melainkan juga ke ruang-rungan gemerlap. 

Dalam konteks ini, dakwah berbasis komunitas seolah menemukan relevansinya. Di tengah era yang terus berubah, dakwah melalui komunitas-komunitas kecil menjadi jalan strategis untuk masuk ke ruang-ruang yang selama ini dianggap tabu dan asing. Dakwah harus masuk ke seluruh lini kehidupan, tidak hanya lewat khutbah di atas mimbar. Hadirnya LDK sejatinya untuk misi tersebut. Dan yang tak kalah penting adalah untuk mendefinisikan kembali makna dakwah, mereaktualisasikannya demi dakwah Islam yang berkemajuan.  

Menanggapi hal ini, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muchamad Arifin mengatakan bahwa LDK (Lembaga Dakwah Komunitas) dibentuk secara khusus oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk melakukan akselerasi dakwah Muhammadiyah di masyarakat yang mana menyasar berbagai macam komunitas, baik yang terbentuk karena memiliki kesamaan hobi, profesi, maupun aspek pengikat lain yang relevan dengan kehidupan masyarakat modern. 

“Yang menjadi pertanyaan, bagaimana caranya agar komunitas-komunitas yang berdiri karena hobi ini tetap tersentuh oleh dakwah. Oleh karena itu kita harus terus bergerak,” ujarnya di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah Kota Semarang (30/1).  

Seiring dengan perkembangan komunitas yang begitu pesat akhir-akhir ini, maka dibutuhkan sebuah inovasi, baik dalam hal pendekatan, metode, serta penguatan informasi yang dapat menunjang keberhsilan dakwah. Ia pun mencontohkan komunitas yang ada di daerah 3T seperti komunitas mualaf. Pengiriman para dai ke daerah-daerah tersebut menjadi sangat penting demi kelangsungan dan keberlanjutan dakwah Muhammadiyah di daerah terpencil. 

Selain menyasar mereka yang ada dipedalaman, Muhammadiyah melalui LDK juga konsen kepada dakwah di komunitas-komunitas digital. Dengan penuh keseriusan, LDK pun memproduksi dai-dai virtual sebanyak mungkin. “Sehingga sekarang kita sudah punya stok lumayan banyak untuk dai-dai digital untuk mengisi kekosongan peran dakwah di dunia virtual yang mereka kadang-kadang hanya mengejar kesenangan. Oleh karena itu bagaimana kita bisa memberikan keseimbangan antara hobi dengan dakwah,” tegasnya. 

Bersamaan dengan beberapa majelis serta lembaga yang tentu memiliki program dakwah yang hampir serupa, dan tak jarang ada yang mengkhawatirkan terjadinya tumpang tindih dalam program, LDK menurutnya telah memiliki medan juangnya sendiri yang berbeda dengan  lembaga dan majelis yang dimaksud. Dalam bahasa sederhananya, porsi dakwah LDK adalah yang ada di luar mimbar, di luar masjid, dan di luar amal usaha Muhammadiyah. 

“Jadi kita kalau ingin berdakwah, apakah itu melalui Majelis Tabligh atau dai yang dimiliki oleh LDK, semua harus tetap menggunakan resep yang masing-masing dibuat oleh tarjih. Masalah teknik itu masing-masing,” paparnya. 

Bagi Arifin, dakwah membutuhkan inovasi dalam hal model. Karena dalam menghadapi berbagai komunitas, model menjadi modal penting untuk masuk ke berbagai komunitas baru. 

“Dalam berdakwah di komunitas, kita tidak bisa asal turun, kita juga harus bisa menyesuaikan diri. Misalnya ketika saya turun ke komunitas anak-anak jalanan, itu kan tidak mungkin jika melakukan dakwah seperti yang dilakukan Majelis Tabligh,” jelasnya. 

Dalam hal ini Arifin ini menekankan bahwa dakwah yang dilakukan oleh LDK sejatinya berbeda dengan dakwah yang lakukan oleh lembaga atau majelis lain. Meski banyak lembaga dan majelis memiliki visi yang sama, namun dalam gerak, medan, dan model, dakwah yang dilakukan LDK memiliki tantangan tersendiri yang memerlukan keterampilan beradaptasi tingkat tinggi. (diko)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PONOROGO, Suara Muhammadiyah - Dewan Pers memberi apresiasi pada gagasan jurnalisme profetik ya....

Suara Muhammadiyah

27 January 2024

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - 16 guru SD Aisyiyah Kamila Dinoyo Kota Malang mengikuti pelatihan pengu....

Suara Muhammadiyah

16 August 2024

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat di Surabaya, Christopher G....

Suara Muhammadiyah

10 January 2025

Berita

PACITAN, Suara Muhammadiyah - Setiap 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional (HGN). Tahun....

Suara Muhammadiyah

25 November 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah terus mengupayakan agar terwujudnya masjid unggul. Dal....

Suara Muhammadiyah

6 July 2025