Inovasi Mahasiswa Muhammadiyah, Hidrogel Ramah Lingkungan dari Limbah Kulit Jagung

Publish

9 February 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
461
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Teknik Kimia Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan inovasi penyerap air yaitu hidrogel berbasis kulit jagung. Inovasi ini disebut dengan Hydrozea. 

Tim yang terdiri dari Shyerly Fauziah Nur Rizki, Siti Nurazilla, Rajiv Tamim Wicaksana, Mia Oktafia, Rafeyfa Nadira Zakauha memilih kulit jagung (zea mays) sebagai bahan utama sebab kandungan selulosanya yang tinggi dan merupakan limbah pertanian yang melimpah. Selain penambahan senyawa kimia lain, Hydrozea juga ditambahkan essential oil chamomile sebagai penyerap kelembapan alami sekaligus aromaterapi antibakteri.

“Kelembapan udara yang tinggi di dalam ruangan sering kali menyebabkan munculnya bau tidak sedap, jamur, dan pertumbuhan mikroorganisme berbahaya. Kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan serta dapat berdampak pada kesehatan pernapasan manusia,” jelas Shyerly saat menjelaskan kemunculan idenya, Kamis (5/2).

Menurutnya, solusi konvensional untuk mengatasi masalah ini seringkali menggunakan silika gel sintetis yang mampu menyerap kelembapan dengan efektif. Namun, bahan tersebut bersifat tidak ramah lingkungan karena tidak dapat terurai secara hayati dan dapat menghasilkan residu kimia berbahaya jika terpapar dalam jangka panjang. 

“Oleh karena itu, perlu adanya inovasi produk penyerap kelembapan berbahan dasar alami yang aman, biodegradable, dan mendukung prinsip green technology,” kata Shyerly.

Temuan ini didapatkan setelah melakukan penelitian dan eksperimen di laboratorium Teknik Kimia UMS selama enam minggu. Proses penelitian diawali dengan isolasi selulosa dari kulit jagung petani di wilayah Sukoharjo. Tahap berikutnya adalah sintesis hidrogel. 

Salah satu peneliti lain, Siti, menyebut hidrogel karya timnya memberikan fungsi tambahan sebagai agen antiinflamasi, antibakteri, dan aromaterapi yang menenangkan setelah penambahan essential oil chamomile tanpa mengganggu struktur polimer. 

Selain itu, lanjutnya, hidrogel dapat dikeringkan kembali setelah jenuh air menggunakan sinar matahari atau oven bersuhu rendah, menunjukkan potensi reusability yang baik dan ramah lingkungan

“Hydrozea yang dihasilkan memiliki komposisi kimia yang sesuai, kestabilan struktural yang tinggi, dan kemampuan penyerapan kelembapan yang efektif, menjadikannya kandidat potensial untuk material alami penyerap kelembapan ramah lingkungan,” tambah Siti. 

Siti menyebut, Hydrozea merupakan inovasi berkelanjutan yang ramah lingkungan dan memiliki potensi tinggi sebagai Natural Air Purification (NAP) pengganti bahan sintetis. (Maysali/Humas)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

TULUNGAGUNG, Suara Muhammadiyah – Kelahiran Muhammadiyah sejak tahun 1912 tidak lain tidak buk....

Suara Muhammadiyah

5 January 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta Melalui Majelis ....

Suara Muhammadiyah

26 February 2025

Berita

THAILAND, Suara Muhammadiyah - Bagi Aisyah Nabhan Syahidah, yang akrab disapa Nabhan, seorang m....

Suara Muhammadiyah

26 November 2025

Berita

MANADO, Suara Muhammadiyah — Suasana penuh semangat dan kekeluargaan terasa dalam kegiatan Kaj....

Suara Muhammadiyah

11 May 2026

Berita

BANJARNEGARA, Suara Muhammadiyah - Memasuki 2026, Suara Muhammadiyah terus memastikan agar roda perg....

Suara Muhammadiyah

11 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah