Inovasi Mahasiswa Muhammadiyah, Hidrogel Ramah Lingkungan dari Limbah Kulit Jagung

Publish

9 February 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
319
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Teknik Kimia Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan inovasi penyerap air yaitu hidrogel berbasis kulit jagung. Inovasi ini disebut dengan Hydrozea. 

Tim yang terdiri dari Shyerly Fauziah Nur Rizki, Siti Nurazilla, Rajiv Tamim Wicaksana, Mia Oktafia, Rafeyfa Nadira Zakauha memilih kulit jagung (zea mays) sebagai bahan utama sebab kandungan selulosanya yang tinggi dan merupakan limbah pertanian yang melimpah. Selain penambahan senyawa kimia lain, Hydrozea juga ditambahkan essential oil chamomile sebagai penyerap kelembapan alami sekaligus aromaterapi antibakteri.

“Kelembapan udara yang tinggi di dalam ruangan sering kali menyebabkan munculnya bau tidak sedap, jamur, dan pertumbuhan mikroorganisme berbahaya. Kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan serta dapat berdampak pada kesehatan pernapasan manusia,” jelas Shyerly saat menjelaskan kemunculan idenya, Kamis (5/2).

Menurutnya, solusi konvensional untuk mengatasi masalah ini seringkali menggunakan silika gel sintetis yang mampu menyerap kelembapan dengan efektif. Namun, bahan tersebut bersifat tidak ramah lingkungan karena tidak dapat terurai secara hayati dan dapat menghasilkan residu kimia berbahaya jika terpapar dalam jangka panjang. 

“Oleh karena itu, perlu adanya inovasi produk penyerap kelembapan berbahan dasar alami yang aman, biodegradable, dan mendukung prinsip green technology,” kata Shyerly.

Temuan ini didapatkan setelah melakukan penelitian dan eksperimen di laboratorium Teknik Kimia UMS selama enam minggu. Proses penelitian diawali dengan isolasi selulosa dari kulit jagung petani di wilayah Sukoharjo. Tahap berikutnya adalah sintesis hidrogel. 

Salah satu peneliti lain, Siti, menyebut hidrogel karya timnya memberikan fungsi tambahan sebagai agen antiinflamasi, antibakteri, dan aromaterapi yang menenangkan setelah penambahan essential oil chamomile tanpa mengganggu struktur polimer. 

Selain itu, lanjutnya, hidrogel dapat dikeringkan kembali setelah jenuh air menggunakan sinar matahari atau oven bersuhu rendah, menunjukkan potensi reusability yang baik dan ramah lingkungan

“Hydrozea yang dihasilkan memiliki komposisi kimia yang sesuai, kestabilan struktural yang tinggi, dan kemampuan penyerapan kelembapan yang efektif, menjadikannya kandidat potensial untuk material alami penyerap kelembapan ramah lingkungan,” tambah Siti. 

Siti menyebut, Hydrozea merupakan inovasi berkelanjutan yang ramah lingkungan dan memiliki potensi tinggi sebagai Natural Air Purification (NAP) pengganti bahan sintetis. (Maysali/Humas)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 24 Universitas Muham....

Suara Muhammadiyah

2 September 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Kasus kekerasan dan diskriminasi terhadap anak di Indonesia teru....

Suara Muhammadiyah

3 October 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka menyambut musim haji tahun 2025, Biro Pengembangan Sumb....

Suara Muhammadiyah

7 May 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar kuliah tamu den....

Suara Muhammadiyah

15 November 2024

Berita

Catatan Perjalanan Menghadiri Regional Meeting LPCRPM Se- Indonesia Timur Episode Ke-3: Merajut Jal....

Suara Muhammadiyah

15 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah