Inovasi Mahasiswa Muhammadiyah, Hidrogel Ramah Lingkungan dari Limbah Kulit Jagung

Suara Muhammadiyah

9 February 2026

577
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Teknik Kimia Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan inovasi penyerap air yaitu hidrogel berbasis kulit jagung. Inovasi ini disebut dengan Hydrozea. 

Tim yang terdiri dari Shyerly Fauziah Nur Rizki, Siti Nurazilla, Rajiv Tamim Wicaksana, Mia Oktafia, Rafeyfa Nadira Zakauha memilih kulit jagung (zea mays) sebagai bahan utama sebab kandungan selulosanya yang tinggi dan merupakan limbah pertanian yang melimpah. Selain penambahan senyawa kimia lain, Hydrozea juga ditambahkan essential oil chamomile sebagai penyerap kelembapan alami sekaligus aromaterapi antibakteri.

“Kelembapan udara yang tinggi di dalam ruangan sering kali menyebabkan munculnya bau tidak sedap, jamur, dan pertumbuhan mikroorganisme berbahaya. Kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan serta dapat berdampak pada kesehatan pernapasan manusia,” jelas Shyerly saat menjelaskan kemunculan idenya, Kamis (5/2).

Menurutnya, solusi konvensional untuk mengatasi masalah ini seringkali menggunakan silika gel sintetis yang mampu menyerap kelembapan dengan efektif. Namun, bahan tersebut bersifat tidak ramah lingkungan karena tidak dapat terurai secara hayati dan dapat menghasilkan residu kimia berbahaya jika terpapar dalam jangka panjang. 

“Oleh karena itu, perlu adanya inovasi produk penyerap kelembapan berbahan dasar alami yang aman, biodegradable, dan mendukung prinsip green technology,” kata Shyerly.

Temuan ini didapatkan setelah melakukan penelitian dan eksperimen di laboratorium Teknik Kimia UMS selama enam minggu. Proses penelitian diawali dengan isolasi selulosa dari kulit jagung petani di wilayah Sukoharjo. Tahap berikutnya adalah sintesis hidrogel. 

Salah satu peneliti lain, Siti, menyebut hidrogel karya timnya memberikan fungsi tambahan sebagai agen antiinflamasi, antibakteri, dan aromaterapi yang menenangkan setelah penambahan essential oil chamomile tanpa mengganggu struktur polimer. 

Selain itu, lanjutnya, hidrogel dapat dikeringkan kembali setelah jenuh air menggunakan sinar matahari atau oven bersuhu rendah, menunjukkan potensi reusability yang baik dan ramah lingkungan

“Hydrozea yang dihasilkan memiliki komposisi kimia yang sesuai, kestabilan struktural yang tinggi, dan kemampuan penyerapan kelembapan yang efektif, menjadikannya kandidat potensial untuk material alami penyerap kelembapan ramah lingkungan,” tambah Siti. 

Siti menyebut, Hydrozea merupakan inovasi berkelanjutan yang ramah lingkungan dan memiliki potensi tinggi sebagai Natural Air Purification (NAP) pengganti bahan sintetis. (Maysali/Humas)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BIREUEN, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bireuen Ust Athaill....

Suara Muhammadiyah

24 July 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung kembali membuka kesempatan....

Suara Muhammadiyah

14 June 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Kondisi lingkungan di Kota Yogyakarta sangat ironi. Lebih-leb....

Suara Muhammadiyah

2 June 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Dadang Kahmad, MSi mengapr....

Suara Muhammadiyah

8 March 2024

Berita

SITUBONDO, Suara Muhammadiyah - Program studi Pendidikan Biologi FKIP UHAMKA kembali menunjukkan kom....

Suara Muhammadiyah

6 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah