Inovasi Rocket Stove UMY, Atasi Persoalan Sampah di Wakatobi

Publish

26 August 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
609
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kepulauan Wakatobi terkenal dengan keindahan alam lautnya. Kepulauan yang berada di Propinsi Sulawesi Tenggara ini bisa dijangkau dengan menggunakan kapal laut dari Kendari dan Buton. Setiap tahun, wisatawan datang untuk menikmati keindahan bawah laut Wakatobi. 

Sayangnya, persoalan sampah mengancam pesona laut Wakatobi. Sampah plastik yang tidak bisa terurai dan terbuang ke laut, mengancam kelestarian biota laut. Persoalan sampah ini juga terjadi di desa Mola Nelayan Bakti, sebuah perkampungan suku Bajo di Wakatobi. Perkampungan yang berada di atas laut ini merupakan lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang tergabung dalam tim Tapak Pengabdi Khatulistiwa (Tabik) generasi kelima.

Melihat permasalahan yang dialami warga desa Mola Nelayan Bakti tersebut, Tim KKN Tabik UMY pun melakukan sebuah inovasi dengan membangun alat pengolah sampah bernama rocket stove. Alat ini digunakan untuk membakar sampah plastik yang menjadi permasalahan warga Bajo. Desain dan pembangunan dilakukan oleh mahasiswa UMY bersama warga Bajo yang tinggal di desa Mola Nelayan Bakti.

Ketua tim KKN Tabik UMY, Bintang Soediono menyatakan bahwa program divisi lingkungan hidup ini mendapat dukungan pemerintah setempat. “Selain rocket stove, program pelestarian lingkungan dilakukan dengan mengajak warga melakukan aksi pembersihan lingkungan laut dari sampah,” ujarnya saat dihubungi secara daring pada Selasa (26/8).

KKN Mandiri UMY yang telah berlangsung selama tiga tahun ini pun mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wakatobi, sekaligus rektor Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Wakatobi Arusani, S.E., M.M., yang menyatakan bahwa keberadaan KKN UMY memberi semangat dan gagasan nyata dalam pelestarian lingkungan. 

“Inisiatif rocket stove oleh mahasiswa UMY ini merupakan yang pertama di Wakatobi. Selanjutnya bisa kita kembangkan oleh pemerintah dan masyarakat di desa lain, bersama bank sampah. Program teknologi tepat guna dari mahasiswa ini sangat bermanfaat,” ujar Arusani.

Kegiatan KKN ini merupakan bagian dari pelaksanaan catur darma perguruan tinggi Muhammadiyah, terutama dalam pengabdian kepada masyarakat dan Al Islam Kemuhammadiyahan. (Fj)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SM Tower Malioboro dipenuhi semangat dan antusiasme tinggi menjelan....

Suara Muhammadiyah

13 November 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ngomongin soal kader dan perkaderan di Muhammadiyah, tak pern....

Suara Muhammadiyah

11 July 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Matematika paling sulit bukanlah kalkulus atau aljabar, melainkan bag....

Suara Muhammadiyah

19 September 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Dunia menghadapi disrupsi yang memunculkan berbagai teknologi baru. Jik....

Suara Muhammadiyah

12 October 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta dalam Pengajian Pimpin....

Suara Muhammadiyah

11 July 2025