Inovasi SMOGRA, Atasi Masalah Sampah di Sekolah Berbasis Teknologi IoT

Publish

11 June 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
59
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tim peneliti Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan inovasi berbasis Internet of Things (IoT) bernama Smart Monitoring Green Action (SMOGRA) untuk mendorong terbentuknya perilaku peduli lingkungan pada siswa sekolah dasar. Inovasi tersebut dirancang sebagai sistem digital yang mampu mencatat, memantau, sekaligus memberikan penghargaan terhadap aktivitas ramah lingkungan yang dilakukan siswa di sekolah.

Penelitian yang diketuai oleh Dr. Rini Kuswati, S.E., M.Si., CMA yang juga sebagai Kaprodi Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) UMS mengungkapkan bahwa penelitian ini akan dilaksanakan selama dua tahun, yakni 2026–2027. Melalui pendekatan yang menggabungkan teknologi digital, pendidikan karakter, dan ekonomi hijau, SMOGRA diharapkan menjadi model pembelajaran lingkungan yang lebih efektif dan relevan dengan karakter generasi muda saat ini.

Rini menjelaskan bahwa pendidikan lingkungan hidup di sekolah selama ini masih banyak berfokus pada aspek pengetahuan. Padahal, tantangan yang dihadapi saat ini adalah bagaimana membentuk perilaku nyata yang berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak saat ini merupakan generasi digital yang lebih tertarik pada aktivitas interaktif, berbasis permainan (gamification), dan teknologi. Karena itu, kami menghadirkan pendekatan baru yang tidak hanya mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mendorong siswa untuk mempraktikkannya secara langsung,” ujarnya, Kamis, (11/6/2026).

SMOGRA mengintegrasikan berbagai teknologi seperti RFID, smart card, timbangan pintar, dashboard digital, dan aplikasi mobile untuk memantau aktivitas pengelolaan sampah di sekolah secara real-time. Melalui sistem tersebut, siswa akan memperoleh poin digital atau eco-points setiap kali melakukan tindakan ramah lingkungan, seperti memilah sampah organik dan anorganik, menyetorkan sampah daur ulang, maupun berpartisipasi dalam kegiatan kebersihan sekolah.

Poin yang diperoleh kemudian dapat ditukarkan dengan berbagai kebutuhan edukatif, seperti buku, alat tulis, bibit tanaman, hingga produk pembelajaran lainnya.

Penelitian ini juga menjadi respons terhadap tantangan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah, termasuk limbah makanan yang dihasilkan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keberadaan sistem pemantauan digital diharapkan mampu membantu sekolah mengelola sampah secara lebih efektif sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini.

Implementasi SMOGRA akan dilakukan di SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta dengan melibatkan sekitar 120 siswa kelas IV hingga VI, guru dan tenaga pendidik, pengelola sekolah, orang tua atau wali murid, komite sekolah, serta mitra bank sampah dan komunitas lingkungan.

Tim peneliti terdiri atas akademisi multidisiplin dari berbagai perguruan tinggi. Selain Dr. Rini Kuswati, tim juga melibatkan Prof. Ir. Herry Purnama, M.T., Ph.D. dari UMS, Ir. Elyas Palantei, S.T., M.Eng., Ph.D., dari Universitas Hasanuddin, serta Ir. Phisca Aditya Rosyadi, S.Si., M.Sc., dari Universitas Ahmad Dahlan.

Dalam praktiknya, sistem SMOGRA bekerja melalui beberapa tahapan. Siswa terlebih dahulu memilah sampah berdasarkan jenisnya. Sampah kemudian ditempatkan pada timbangan pintar yang dilengkapi sensor dan siswa melakukan pemindaian kartu RFID sebagai identitas pengguna. Sistem secara otomatis mencatat jenis serta berat sampah yang disetorkan, kemudian mengirimkan data ke server untuk ditampilkan pada dashboard sekolah. Berdasarkan kontribusi yang diberikan, siswa akan memperoleh eco-points yang dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah edukatif.

“Sampah yang terkumpul juga akan diproses lebih lanjut. Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos, sedangkan sampah anorganik disalurkan ke bank sampah untuk didaur ulang. Dengan demikian, sistem ini turut mendukung penerapan konsep ekonomi sirkular di lingkungan sekolah,” paparnya.

Penelitian SMOGRA direncanakan memperoleh pendanaan melalui skema kolaborasi LPDP-PTMA bersama SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta dan Majelis Pendidikan PDM Kota Surakarta. Total dana yang diajukan mencapai Rp331.299.050 untuk tahun pertama dan Rp365.521.100 untuk tahun kedua.

“Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan perangkat IoT, pembuatan aplikasi dan dashboard digital, pengujian teknologi, pelatihan pengguna, publikasi ilmiah internasional, pendaftaran hak kekayaan intelektual, hingga implementasi sistem pada sekolah percontohan,” tambahnya.

Melalui SMOGRA, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga laboratorium nyata dalam pembentukan karakter peduli lingkungan. Sistem ini diproyeksikan mampu meningkatkan perilaku pro-lingkungan siswa, mengurangi volume sampah sekolah, serta mendukung program Adiwiyata dan Zero Waste School.

“Dalam jangka panjang, SMOGRA diharapkan menjadi inovasi yang dapat diterapkan secara lebih luas untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim,” tegas Rini. (Fika/Humas)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKSSAR, Suara Muhammadiyah - Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar ....

Suara Muhammadiyah

19 February 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Menjelang pesta demokrasi (Pemilu) yang akan dilaksanakan pada....

Suara Muhammadiyah

2 January 2024

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Indonesia boleh bangga dengan ribuan kampus dan jutaan mahasiswa baru s....

Suara Muhammadiyah

12 September 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sekolah adalah lingkungan pendidikan baik pendidikan formal maupu....

Suara Muhammadiyah

5 November 2023

Berita

KUALA KAPUAS, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas H.Kamaruddin AK m....

Suara Muhammadiyah

30 October 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah