Insinyur Berperan Strategis dalam Akselerasi Transformasi Teknologi Nasional

Publish

21 May 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
875
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Insinyur memiliki peran sentral dalam mengakselerasi transformasi teknologi nasional, terutama dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat. Kemampuan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kontribusi pada sektor infrastruktur dan industri menjadikan profesi insinyur sebagai salah satu elemen kunci dalam kemajuan bangsa.

Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Jenderal Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Dr. Ir. Teguh Haryono, S.T., MBA., IPU., ACPE., ASEAN Eng, dalam acara Sumpah Profesi Insinyur Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang digelar pada Sabtu (17/5), di Ballroom Student Dormitory UMY. Acara ini diikuti oleh 119 insinyur baru dari Program Profesi Insinyur UMY.

Dalam kuliah umum yang disampaikannya, Teguh menekankan pentingnya inovasi teknologi tepat guna, khususnya untuk sektor pertanian dan kelautan yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Indonesia.

“Transformasi insinyur adalah bentuk nyata pengabdian kepada negeri. Indonesia butuh insinyur yang mampu merancang mesin tani dan kapal nelayan yang inovatif, efisien, dan terjangkau,” ujar Teguh.

Ia menggambarkan insinyur sebagai "paruh lembing" dalam pembangunan nasional, yang bertugas merancang infrastruktur vital dan menciptakan solusi teknologi di berbagai sektor strategis.

“Insinyur harus diberi ruang lebih luas dalam pembangunan nasional. Mereka adalah motor penggerak dalam mewujudkan infrastruktur berkelanjutan, kemandirian industri, hingga mendukung ketahanan nasional. Tidak boleh hanya satu kelompok yang menentukan arah pembangunan negeri ini,” tambahnya tegas.

Teguh juga menggarisbawahi pentingnya profesionalisme dan integritas dalam menjalankan profesi insinyur, terutama di tengah berbagai tantangan teknologi, seperti minimnya pemanfaatan produk industri pertahanan dalam negeri.

“Insinyur bukan sekadar gelar, melainkan komitmen terhadap tanggung jawab profesi yang mengedepankan etika dan profesionalitas tinggi,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY, Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag, turut memberikan sambutan dan menyampaikan ucapan selamat kepada para insinyur baru. Ia juga menyinggung pentingnya etika dan integritas dalam merancang dan merealisasikan pembangunan infrastruktur.

“Beberapa kejadian seperti jembatan ambruk di Kalimantan Timur atau bangunan miring seperti Menara Saidah di Jakarta menjadi pelajaran penting. Saya yakin, Anda semua bukan perancangnya. Tapi itu menjadi pengingat bahwa integritas dan etika harus menjadi nilai utama dalam setiap karya insinyur,” ujar Zuly dengan nada reflektif.

Pengambilan sumpah ini menjadi tonggak awal bagi para insinyur baru UMY dalam menjalankan profesi mereka secara profesional dan berintegritas. Sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan berkelanjutan di Indonesia, UMY melalui Program Profesi Insinyur berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga menjunjung tinggi nilai etika dan tanggung jawab sosial. (FU)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Jamaah wanita masjid Al Muttaqiin Perumahan Grand Tanjung Elok Purwok....

Suara Muhammadiyah

19 October 2025

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Majelis Hukum dan HAM serta Majelis Tabligh  dan Ketarjihan Pimpina....

Suara Muhammadiyah

22 December 2023

Berita

KEBUMEN, Suara Muhammadiyah - Pada puncak acara Jambore Nasional 1 Jamaah Tani Muhammadiyah yang ber....

Suara Muhammadiyah

21 September 2025

Berita

Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menyambut kedatangan delegasi dari Faculty of Libe....

Suara Muhammadiyah

12 January 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta (SPs UMJ) melulu....

Suara Muhammadiyah

14 December 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah