Insinyur Berperan Strategis dalam Akselerasi Transformasi Teknologi Nasional

Suara Muhammadiyah

21 May 2025

1054
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Insinyur memiliki peran sentral dalam mengakselerasi transformasi teknologi nasional, terutama dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat. Kemampuan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kontribusi pada sektor infrastruktur dan industri menjadikan profesi insinyur sebagai salah satu elemen kunci dalam kemajuan bangsa.

Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Jenderal Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Dr. Ir. Teguh Haryono, S.T., MBA., IPU., ACPE., ASEAN Eng, dalam acara Sumpah Profesi Insinyur Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang digelar pada Sabtu (17/5), di Ballroom Student Dormitory UMY. Acara ini diikuti oleh 119 insinyur baru dari Program Profesi Insinyur UMY.

Dalam kuliah umum yang disampaikannya, Teguh menekankan pentingnya inovasi teknologi tepat guna, khususnya untuk sektor pertanian dan kelautan yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Indonesia.

“Transformasi insinyur adalah bentuk nyata pengabdian kepada negeri. Indonesia butuh insinyur yang mampu merancang mesin tani dan kapal nelayan yang inovatif, efisien, dan terjangkau,” ujar Teguh.

Ia menggambarkan insinyur sebagai "paruh lembing" dalam pembangunan nasional, yang bertugas merancang infrastruktur vital dan menciptakan solusi teknologi di berbagai sektor strategis.

“Insinyur harus diberi ruang lebih luas dalam pembangunan nasional. Mereka adalah motor penggerak dalam mewujudkan infrastruktur berkelanjutan, kemandirian industri, hingga mendukung ketahanan nasional. Tidak boleh hanya satu kelompok yang menentukan arah pembangunan negeri ini,” tambahnya tegas.

Teguh juga menggarisbawahi pentingnya profesionalisme dan integritas dalam menjalankan profesi insinyur, terutama di tengah berbagai tantangan teknologi, seperti minimnya pemanfaatan produk industri pertahanan dalam negeri.

“Insinyur bukan sekadar gelar, melainkan komitmen terhadap tanggung jawab profesi yang mengedepankan etika dan profesionalitas tinggi,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY, Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag, turut memberikan sambutan dan menyampaikan ucapan selamat kepada para insinyur baru. Ia juga menyinggung pentingnya etika dan integritas dalam merancang dan merealisasikan pembangunan infrastruktur.

“Beberapa kejadian seperti jembatan ambruk di Kalimantan Timur atau bangunan miring seperti Menara Saidah di Jakarta menjadi pelajaran penting. Saya yakin, Anda semua bukan perancangnya. Tapi itu menjadi pengingat bahwa integritas dan etika harus menjadi nilai utama dalam setiap karya insinyur,” ujar Zuly dengan nada reflektif.

Pengambilan sumpah ini menjadi tonggak awal bagi para insinyur baru UMY dalam menjalankan profesi mereka secara profesional dan berintegritas. Sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan berkelanjutan di Indonesia, UMY melalui Program Profesi Insinyur berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga menjunjung tinggi nilai etika dan tanggung jawab sosial. (FU)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDARLAMPUNG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) menerima penghargaan pe....

Suara Muhammadiyah

20 June 2026

Berita

BANYUWANGI, Suara Muhammadiyah — Eco Bhinneka Muhammadiyah bersama warga lintas iman di Banyuw....

Suara Muhammadiyah

30 September 2025

Berita

Merayakan Prestasi Gala Dinner Pengusaha Muda Mendunia 2023  YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - ....

Suara Muhammadiyah

9 October 2023

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Badan Usaha Milik Ikatan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Kalimantan ....

Suara Muhammadiyah

2 May 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah- Edukasi aksi lingkungan terpadu dilakukan di ‘Aisyiyah Boarding S....

Suara Muhammadiyah

30 November 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah