BANTUL, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) resmi meluncurkan Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Khusus Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tamantirto Selatan, pada Ahad (19/4) di Masjid Khoirul Ummi, Kasihan, Bantul.
Peluncuran tersebut menandai integrasi formal antara misi akademik kampus dan dakwah persyarikatan melalui skema pengajian dosen langsung ke komunitas ranting.
Program yang dikelola Direktorat Riset dan Pengabdian (DRP) UMY ini melibatkan sembilan dosen dari berbagai bidang keilmuan. Masing-masing dosen menyalurkan dana hibah langsung kepada unit mitra, mulai dari PRM, Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA), hingga masjid-masjid binaan di wilayah Tamantirto Selatan.
Wakil Rektor Bidang Pengembangan Universitas dan AIK UMY, Prof. Faris Al Fadhat, M.A., Ph.D., menyatakan program ini merupakan perwujudan Catur Dharma sebagai kerangka khas perguruan tinggi Muhammadiyah yang mengintegrasikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan ke dalam Tridarma konvensional.
“Pengabdian dan dakwah persyarikatan itu kami gabung sehingga pengabdian dosen dan mahasiswa bisa menjadi bagian yang terintegrasi dengan dakwah,” ujar Faris saat memberikan sambutan.
Faris menekankan bahwa pemilihan ranting sebagai mitra bukan tanpa alasan. Menurutnya, ranting adalah ujung tombak persyarikatan Muhammadiyah yang bersentuhan langsung dengan warga, baik dari kalangan persyarikatan maupun masyarakat umum.
Dampak program ini langsung dirasakan komunitas penerima. Koordinator program, Prof. Dr. Halim Purnomo, M.Pd.I., mengungkapkan bahwa sebelum program ini bergulir, sejumlah bidang dan lembaga di lingkungan PCM tidak memiliki dana operasional yang memadai.
Dosen prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) UMY ini melaporkan bahwa sebagian besar kegiatan pengabdian dari sembilan dosen yang terlibat telah terlaksana. Dana hibah disalurkan langsung oleh masing-masing dosen kepada unit mitra, dengan nilai yang disebut berada di atas standar minimum yang ditetapkan universitas.
Adanya program pengabdian di tingkat ranting pun menjadi fasilitas yang nantinya diberikan UMY melalui skema KKN mahasiswa. Ke depan, UMY akan mengubah pola KKN mahasiswa dari berbasis kelurahan menjadi berbasis unit persyarikatan Muhammadiyah.
Ini sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Subdirektorat Pengabdian Mahasiswa DRP UMY, Dr. Al Afik, S.Kep., Ns., M.Kep., yang menyebut bahwa PRM Tamantirto Selatan disebut menjadi salah satu prioritas penempatan KKN dalam periode mendatang.
“Saat ini, tersedia 25 slot KKN yang masih terbuka setelah 75 slot lainnya terserap di wilayah Gunung Kidul dan Purworejo,” imbuh Afik.
Acara diakhiri dengan penyerahan hibah secara simbolis dari UMY kepada PRM Tamantirto Selatan, setelah sebelumnya diadakan Pengajian Ahad Pagi bersama warga setempat. (ID)
