Jalan Kebaikan Tak Pernah Mudah, tetapi Harus Dijalani

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
63
Prof Hilman Latief, MA., PhD. Foto: Cris

Prof Hilman Latief, MA., PhD. Foto: Cris

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Bencana alam yang menerpa Sumatera dan sekitarnya, niscaya meninggalkan goresan getir dan duka mendalam. Tentu, sebagai organisasi kemasyarakatan, Muhammadiyah terus hadir di garda terdepan, meski sarat tantangan di lapangan.

"Saya kira hal seperti ini harus kita bangkitkan lagi meski tidak mudah, tapi insyaallah memberikan dampak," kata Hilman Latief.

Representasi itu berimplikasi dengan Qs al-Balad ayat 11-16. Redaksi ayat ini melukiskan betapa terjalnya jalan melakukan kebaikan. Pengerucutan yang pertama, yaitu membebaskan budak.

Maknanya sebagai membebaskan orang-orang dari situasi yang tertekan, situasi yang menindas. "Itu sesuatu yang berat sekali," ungkapnya.

Kedua, memberi makan dalam situasi sulit. Jelaslah tidak mudah untuk melakukannya. Lebih-lebih lokasinya sangat sukar dilalui.

Namun demikian, tidak ada kata menyerah selain membawa spirit kebersamaan untuk menyemai kemaslahatan.

"Kita menggerakkan hati kita pun untuk you decide to do something, you decide to donate (Anda memutuskan untuk melakukan sesuatu, Anda memutuskan untuk berdonasi)," jelas Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.

Lebih-lebih, yang ketiga, memberi makan anak yatim dari keluarga terdekat. "Yang lebih dekat. Yang kenal dulu," ujar Hilman dalam ZiskaTalks Tarhib Ramadhan LAZISMU di Lantai 4 Gedung Dakwah Muhammadiyah Menteng Raya, Jakarta Pusat, Kamis (12/2).

Menyaksikan denyut nadi kehidupan mereka, niscaya terbersit gentusan untuk berbagi. Tidak bisa tidak. Karena rangsangan jiwa sangat kuat terhadap realitas sosial yang terjadi di lapangan. 

"Itu suatu hal yang berat," celetuknya. Tapi, harus optimis bisa melakukannys, meski mendaki jalan-jalan yang sukar sekalipun.

Demikian juga, kepada yang keempat, orang miskin yang sangat membutuhkan. "Kalau lihat orang miskin kita sudah biasa, tapi kalau orang miskin sudah susah makan, sudah makan sesuap nasi pun dia kesulitan, hati kita itu semakin lama semakin kebal," tegasnya.

Di sinilah menampilkan secara kentara bahwa spirit kehadiran agama Islam meniscayakan membangun peradaban masyarakat yang berkeadilan dan berempati.

Karenanya, agama tidak berhenti pada dimensi ritual dan simbolik semata, melainkan harus menjadi energi yang menggerakkan kepedulian sosial serta ikhtiar kolektif menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia. (Cris)


Komentar

Sudirman

Berikut Cara Membatalkan Pengajuan Pinjaman (Rupiah Cepat) Kamu bisa menghubungi layanan Via WA/08976682009 Atau 089676356116, ikuti Arahan customer service Layanan real-time 24/7.

Sudirman

Berikut Cara Membatalkan Pengajuan Pinjaman (Akulaku) Kamu bisa menghubungi layanan Via WA/08976682009 Atau 089676356116, ikuti Arahan customer service Layanan real-time 24/7.

Frs182

Layanan pengaduan PertamaBank hubungi di nomor WhatsApp ini {+62•0821•7553•909°} buka 24 jam Call Center PermataBank

Frs182

Call Center Bank Permata Layanan pengaduan PertamaBank hubungi di nomor WhatsApp ini {+62•0821•7553•909°} buka 24 jam Call Center PermataBank

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BOYOLALI, Suara Muhammadiyah -Kamis (05/09) Alhamdulillah sebanyak 249 siswa kelas 9 SMP Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

5 September 2024

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah – Chyara Nayla Aretha, siswa kelas tehfidz VIA Sekolah Penggerak SD M....

Suara Muhammadiyah

4 October 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pesantren Mahasiswa KH. Ahmad Dahlan (PERSADA) kembali mendap....

Suara Muhammadiyah

10 November 2025

Berita

CIREBON, Suara Muhammadiyah - PDM Kabupaten Cirebon, melalui Lembaga Infaq, Zakat dan Shadaqah Muham....

Suara Muhammadiyah

12 March 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta (FE....

Suara Muhammadiyah

24 April 2025