Integrasi Perspektif Islam dan Kedokteran Gigi

Suara Muhammadiyah

15 April 2026

351
Dok Istimewa

Dok Istimewa

Dosen FK UNIMMA Jadi Narasumber Seminar PDGI Temanggung

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), dr. Fatnan Setyo H., Sp.PD., MARS., AIFO-K., FINASIM, menjadi narasumber dalam kegiatan seminar sekaligus halal bihalal yang diselenggarakan oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Temanggung. Kegiatan bertajuk “Ceramah Ilmiah Harmoni Hari dan Raga: Refleksi Idul Fitri dalam Menghadapi Dunia Nyata dan Maya” tersebut dilaksanakan pada Sabtu (11/4) di RS PKU Temanggung dan diikuti oleh dokter gigi, dokter umum, bidan, serta perawat vokasional.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Fatnan menyampaikan materi mengenai tinjauan islam tentang kecemasan pada sakit dan penyakit kronis yang berimplikasi pada kesehatan gigi dan mulut. Ia menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam dunia medis, khususnya dalam menangani pasien dengan penyakit kronis yang sering disertai kecemasan.

Dalam paparannya yang berjudul Perspektif Islam dan Kedokteran Gigi: Antara Ikhtiar dan Tawakal, dr. Fatnan menjelaskan bahwa sakit tidak selalu menjadi tanda keterpurukan, melainkan dapat dimaknai sebagai proses spiritual. “Sakit bukan tanda ditinggalkan, melainkan bagian dari proses detoksifikasi ruhani. Sesuai dengan prinsip La Tahzan dalam Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 286 bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Di sini, perspektif iman mengubah penderitaan menjadi peluang pertumbuhan spiritual, sebuah landasan psikologis mutlak untuk penyembuhan pasien kronis,” ujarnya.

Lebih lanjut, dr Fatnan menyampaikan, kecemasan kronis tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis, tetapi juga dapat memicu gangguan biologis, termasuk pada kesehatan gigi dan mulut. “Kecemasan kronis bukan hanya masalah jiwa, ia adalah pathogen biologis. Efeknya bisa terlihat pada bruxism di otot rahang, xerostomia pada kelenjar saliva, hingga gangguan mukosa dan jaringan periodontal,” jelasnya.

Menurutnya, dokter gigi, khususnya yang berlandaskan nilai-nilai Islam, memiliki peran strategis dengan mengintegrasikan kompetensi klinis dan pendekatan spiritual dalam praktiknya. “Anda bukan semata operator klinis yang menambal karies. Anda adalah muhasib, sosok yang membantu pasien menemukan kembali ketenangan, kepercayaan dan harapan melalui pendekatan yang manusiawi dan islami. Fisik, mental dan spiritual adalah satu kesatuan tatalaksana medis,” tambahnya.

Di akhir sesi, dr. Fatnan mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari amanah yang diberikan oleh Allah. “Kesehatan gigi dan mulut bukan sekadar urusan estetika, melainkan bagian dari menjaga amanah tubuh yang telah dititipkan kepada kita,” pungkasnya.

Partisipasi dosen FK UNIMMA dalam kegiatan tersebut menjadi wujud kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pengembangan keilmuan sekaligus pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam mengintegrasikan aspek medis dan spiritual dalam pelayanan kesehatan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KOTIM, Suara Muhammadiyah - Masjid dan mushola merupakan rumah ibadah umat Islam yang bukan hanya be....

Suara Muhammadiyah

5 September 2025

Berita

PRINGSEWU, Suara Muhammadiyah - Dalam semangat mempererat tali silaturahmi dan membangun inklusi sos....

Suara Muhammadiyah

11 April 2025

Berita

GOWA, Suara Muhammadiyah - Dosen dan mahasiswa Fisip Unismuh Makassar kerjasama dengan Madrasah Aliy....

Suara Muhammadiyah

13 May 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Tampaknya memang sangat mendasar. Membangun sistem dalam kese....

Suara Muhammadiyah

19 December 2025

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Assoc Prof Dr Jebu....

Suara Muhammadiyah

11 November 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah