ISLAMABAD, Suara Muhammadiyah - Tiga hari kompetisi olahraga, pertunjukan budaya, dan interaksi lintas negara dalam International Sports & Culture Gala (ISCG) 2026 resmi berakhir melalui Closing Ceremony dan Gala Dinner di Iqra University, Islamabad, Ahad (4/10). Kegiatan yang diselenggarakan oleh PPMI Pakistan tersebut ditutup dengan pemberian penghargaan kepada para pemenang, penampilan budaya, dan kebersamaan antarkontingen.
Sejak dibuka pada 2 Oktober 2026, ISCG 2026 mempertemukan lebih dari seratus peserta dari berbagai negara dan institusi dalam semangat “Across Borders, Beyond Cultures – Nations Compete, Cultures Connect.” Pada malam penutupan, peserta, panitia, mitra, sponsor, serta para tamu kembali berkumpul setelah menyelesaikan rangkaian kompetisi olahraga dan kegiatan budaya selama tiga hari.
Rangkaian penutupan diawali dengan sambutan Khizer Ahmad Zaki, Director of Student Affairs, Career Services, Placements, and External Linkages Iqra University. Dalam sambutannya, Khizer menekankan bahwa olahraga menjadi ruang untuk mempertemukan peserta dengan latar belakang yang beragam.
“It is actually a platform which enabled all of you to embrace the diversity, coming from different backgrounds,” ujarnya.
Khizer juga mengapresiasi energi dan antusiasme yang terlihat selama penyelenggaraan ISCG 2026, seraya berharap interaksi mahasiswa internasional melalui olahraga dan kegiatan lintas budaya dapat terus berkembang di lingkungan kampus dan melibatkan semakin banyak institusi di masa mendatang.
Sambutan berikutnya disampaikan Yasir Khan Niazi, CEO GAK HealthCare International Islamabad Medical & Dental College. Ia menyoroti nilai-nilai yang dapat dipelajari generasi muda melalui olahraga, mulai dari kerja sama, kepemimpinan, hingga sikap saling menghormati.
“Sports is such a beautiful thing for us as a country government, because it does. It teaches us how to work together. It teaches us leadership in grace. And most of all, it teaches us how to be fair and how to be respectful,” ujar Yasir.
Sementara itu, Mubashir Sanjrani menilai penyelenggaraan ISCG sebagai momentum penting untuk semakin mempertemukan generasi muda dari berbagai negara melalui kegiatan olahraga. “sports in Pakistan is something that brings all the nations together,” ungkapnya.
Mewakili KBRI Islamabad, Rahmat Hindiartakusuma, Minister Counsellor sekaligus Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI Islamabad, kemudian menyampaikan sambutan penutup. Ia menekankan bahwa diplomasi tidak hanya berlangsung melalui pertemuan formal, tetapi juga perlu diwujudkan melalui interaksi langsung dan kegiatan yang dapat mempertemukan masyarakat.
“Our diplomacy is not only on the table, but must be interesting,” ujar Rahmat.
Rahmat turut menekankan pentingnya peran mahasiswa Indonesia di luar negeri dalam membawa nama Indonesia, membangun hubungan dengan masyarakat setempat, serta membawa pulang pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama berada di luar negeri untuk kemudian dikontekstualisasikan bagi Indonesia.
Di akhir sambutannya, Rahmat, mewakili Duta Besar RI untuk Pakistan, secara resmi menyatakan International Sports & Culture Gala 2026 ditutup. Setelah pernyataan penutupan, para tamu, mitra, panitia, dan perwakilan kontingen kemudian mengikuti sesi foto bersama. Dalam naskah acara, malam penutupan ISCG 2026 memang dirancang sebagai penutup perjalanan yang telah mempertemukan olahraga, budaya, persahabatan, dan koneksi antarpeserta.
Suasana malam semakin semarak dengan berbagai penampilan budaya. Tapak Suci menghadirkan seni bela diri Indonesia yang memadukan disiplin, kekuatan, dan karakter, sementara kontingen Thailand dan Yaman memperkenalkan ekspresi budaya masing-masing melalui penampilan di atas panggung. Pertunjukan Medley Dance serta kolaborasi paduan suara dan angklung turut menambah warna dalam malam penutupan.
Momen yang paling dinantikan tiba saat panitia mengumumkan para pemenang dari berbagai kategori olahraga dan kompetisi budaya. Indonesia berhasil keluar sebagai Juara Umum ISCG 2026 dengan raihan 33 poin, setelah mencatatkan prestasi pada sejumlah cabang dan kategori yang dipertandingkan.
Kontingen Indonesia antara lain meraih juara pertama pada kategori Puisi melalui Syahrani, Painting melalui Naufal Ammar, serta Tenis Meja Ganda Putri melalui pasangan Zulfa dan Lia. Indonesia juga mencatatkan sejumlah posisi kedua dan ketiga pada cabang lain, termasuk Mini Soccer, Basketball, Badminton, Table Tennis, Chess, Calligraphy, Graphic Design, serta kompetisi budaya lainnya.
Di cabang Mini Soccer, Iqra University keluar sebagai juara pertama, disusul Indonesia sebagai juara kedua dan Islamabad Medical & Dental College (IMDC) sebagai juara ketiga. Pada Basketball, Iqra University kembali menempati posisi pertama, diikuti China dan Indonesia. Sejumlah penghargaan individual juga diberikan, antara lain kepada Khamran dari Iqra sebagai Best Player, Syakirin dari Thailand sebagai Top Scorer, serta Abdullohi dari Somalia sebagai Best Goalkeeper.
Pemberian penghargaan dilakukan dalam beberapa sesi yang diselingi pertunjukan budaya. Para peserta juga diajak melihat kembali perjalanan ISCG 2026 melalui tayangan dokumenter yang merangkum proses persiapan, pertandingan, pertunjukan, serta persahabatan dan koneksi yang terbangun sepanjang kegiatan.
Di sela-sela rangkaian acara, panitia turut menyampaikan apresiasi kepada para sponsor dan media partner yang telah mendukung penyelenggaraan ISCG 2026. Dukungan diberikan antara lain oleh Cheezious, Dr. Akbar Niazi Teaching Hospital, Savour, Islamabad Medical & Dental College, International Creatives Exchange (ICE), dan JDEENN, serta berbagai media partner Indonesia. *

