Islam Berkemajuan sebagai Pandangan Keagamaan

Publish

28 June 2024
rib

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
369
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Islam Berkemajuan sebagai Pandangan Keagamaan

Oleh: Prof DR H Haedar Nashir, M.Si.

Muhammadiyah melalui dua Muktamarnya yakni  Muktamar ke-46 tahun 2010 di Yogyakarta yang dikenal Muktamar Satu Abad serta Muktamar ke-48 tahun 2022 di Surakarta telah membuat keputusan resmi tentang konsep dan pemikiran “Islam Berkemajuan”. Dalam Muktamar Yogyakarta pandangan “Islam Berkemajuan” merupakan bagian dari “Pernyataan Pikiran Muhammadiyah Abad Kedua”. Di Muktamar Surakarta berupa pemikiran yang lebih utuh dan menyeluruh yaitu “Risalah Islam Berkemajuan”.

Sebagian orang mempertanyakan, “kenapa harus ada Islam berkemajuan”? Menurut mereka, Islam itu Islam, tidak dipecah-pecah dengan “Islam Berkemajuan”,  “Islam modern”, “Islam Nusantara”, dan istilah-istilah sejenis. Secara “mafhum mukhalafah” bankan ada yang mempertentangkan, bila ada “Islam berkemajuan” berarti ada “Islam berkemunduran”. Ada pula yang berpandangan bahwa Islam itu “kaffah” atau utuh menyeluruh dan “kamilah” atau sempurna, maka dengan adanya Islam Berkemajuan berarti reduksi atau penyempitan terhadap Islam itu sendiri.

Benarkah pertanyaan dan pernyataan yang mengkritik pandangan Islam Berkemajuan tersebut? Pertanyaan dan pernyataan yang mengkritisi tersebut wajar tumbuh bila pola pikirnya hanya bermain di aspek istilah atau bahasa, lebih-lebih jika ditarik secara dialektik yang berlogika sederhana dan verbal. Tetapi manakala dipahami secara substantif dan dalam cara pandang yang luas maka tidak perlu tumbuh penegasian tentang “Islam Berkemajuan”. Anggota, kader, dan pimpinan Muhammadiyah penting memahami pandangan Islam Berkemajuan secara utuh dan proporsional agar tidak salah paham.

Pandangan Keagamaan

Istilah dan konsep “Islam Berkemajuan” yang dikembangkan Muhammadiyah merupakan suatu “pandangan keagamaan” (religious views) sama dengan perspektif keagamaan (religious perspective), sehingga bukan suatu aliran atau mazhab keagamaan dalam Islam. Dalam cakupan lebih luas dapat diposisikan sebagai “worldview” atau “pandangan dunia” berdasarkan Islam yang mengandung nilai-nilai kemajuan secara utuh dan menyeluruh. Karena sebagai pandangan maka tidak mereduksi Islam sebagai ajaran, sebaliknya sebagai cara memahami dan mengimplementasikan Islam yang bersifat penguatan, pendalaman, pengayaan,  dan kekhasan dari sifat dan aspek Islam yang  secara intrinsik mengandung nilai-nilai kemajuan. 

Kata “Islam Berkemajuan” jika diterjemahkan ke dalam bahasa Arab sebagai “Al Islam Al-Taqaddumi” maka mengandung makna penisbahan (pertautan, keterhubungan)  kata kemajuan pada Islam. Bila istilah “Islam Berkemajuan” diterjemahkan sebagai “Al-Islam Al-Mutaqaddimin” maka kata kemajuan merupakan sifat dari Islam. Bila kata “Islam Berkemajuan” diterjemahkan “Al-Islam Al-Hadlari” maka istilah “Islam Berkemajuan” ditarik ke hubungan yang lebih luas yakni peradaban, sehingga bermakna Islam yang berdimensi memajukan peradaban atau peradaban maju yang terkait dengan Islam. Dari pemaknaan-pemaknaan tersebut maka sama sekali tidak ada reduksi atau penyempitan makna dari pandangan Islam Berkemajuan terhadap Islam sebagai ajaran yang utuh, sempurna, dan paripurna.

Dengan demikian  istilah dan konsep Islam Berkemajuan menjadi jelas posisinya sebagai pandangan keagamaan tentang Islam yang mengajarkan kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan, sehingga mestinya tidak perlu ada lagi kontroversi di internal Persyarikatan Muhammadiyah. Bila di internal Muhammadiyah masih ada yang mengkritisi yang sifatnya masukan atas kekurangan dari rumusan Islam Berkemajuan maka di kemudian hari dapat dilakukan perbaikan, karena setiap pemikiran selalu terbuka pada penyempurnaan. Hal yang terpenting  bagaimana mengikuti pandangan resmi yang telah diputuskan oleh permusyawaratan tertinggi yang bernama Muktamar untuk diaktualisasikan di seluruh  lingkungan Persyarikatan. Aisyiyah pun sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah  dalam Muktamar ke-48  mengeluarkan keputusan tentang “Risalah Perempuan Berkemajuan”, sehingga di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah makin mendalam,  luas,  dan kokoh pandangan keislaman yang berkemajuan.

Pandangan tentang Islam Berkemajuan yang dihasilkan Mumtamar ke-46 dan Muktamar ke-48 mengandung pikiran-pikiran pokok dan sistematik tentang Islam yang mengandung ajaran kemajuan dalam berbagai aspek menurut pemahaman Muhammadiyah. Pandangan keislaman tersebut sekaligus sebai contoh atau eksemplar untuk meneladani uswah hasanah dan perjuangan Nabi Muhammad dalam mewujudkan Islam sebagai Risalah Allah untuk menjadi rahmat bagi kehidupan yang telah mewujudkan  peradaban maju “Al-Madinah Al-Munawwarah”, yang setelah itu selama delapan abad lamanya Islam menjadi peradaban dunia yang jaya dan berada di era keemasan. Bukankah  Muhammadiyah menisbahkan namanya kepada nama Rasul Akhir Zaman tersebut?

Pandangan Islam Berkemajuan dalam konteks Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam merupakan ikhtiar untuk menggali kembali api keislaman dan mengembangkan pemikiran Islam yang digagas dan diaktualisasikan oleh pendiri Muhammadiyah, Kyai Haji Ahmad Dahlan lebih dari seratus tahun yang silam. Selain itu, pandangan keislaman tersebut sekaligus menjadi mata rantai dan bingkai pemikiran bagi Muhammadiyah dalam memasuki abad kedua dalam perjalanannya ke depan di tengah dunia kehidupan yang sangat kompleks. Pandangan Islam Berkemajuan mengandung misi dakwah dan tajdid yang berkesinambungan dalam lintasan gerakan Muhammadiyah dan seluruh komponen organisasinya untuk menghadirkan dan membumikan Islam sebagai risalah pembawa kemajuan hidup umat manusia yang rahmatan lil-‘alamin.

Substansi Islam

Islam Berkemajuan  mengandung nilai-nilai penting dan utama dari ajaran Islam tentang kemajuan. Kemajuan menurut ajaran Islam.  Dalam paragraf pertama dari  “Pandangan  Keislaman” tentang Islam Berkemajuan yang terkandung dalam Pernyataan Pikiran Muhammadiyah Abad Kedua disebutkan secara tegas, bahwa “Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang melaksanakan misi dakwah dan tajdid untuk terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Bagi Muhammadiyah Islam merupakan nilai utama sebagai fondasi dan pusat inspirasi yang menyatu dalam seluruh denyut-nadi gerakan. Muhammadiyah berkeyakinan bahwa Islam sebagai risalah yang dibawa para Nabi hingga Nabi akhir zaman Muhammad s.a.w. adalah agama Allah yang lengkap dan sempurna. Islam selain mengandung ajaran berupa perintah-perintah dan larangan-larangan tetapi juga petunjuk- petunjuk untuk keselamatan hidup umat manusia di dunia dan akhirat.”.

Selanjutnya pada paragraf kedua dinyatakan, “Muhammadiyah memandang bahwa Islam merupakan agama yang mengandung nilai-nilai kemajuan untuk mewujudkan kehidupan umat manusia yang tercerahkan. Kemajuan dalam pandangan Islam adalah kebaikan yang serba utama, yang melahirkan keunggulan hidup lahiriah dan ruhaniah. Adapun da’wah dan tajdid bagi Muhammadiyah merupakan jalan perubahan untuk mewujudkan Islam sebagai agama bagi kemajuan hidup umat manusia sepanjang zaman. Dalam perspektif Muhammadiyah, Islam merupakan agama yang berkemajuan (din al-hadlarah), yang kehadirannya membawa rahmat bagi semesta kehidupan.”.

Aspek substansi lainnya yang mendasar disebutkan pada paragraf  ketiga, “Islam yang berkemajuan memancarkan pencerahan bagi kehidupan. Islam yang berkemajuan dan melahirkan pencerahan secara teologis merupakan refleksi dari nilai-nilai transendensi, liberasi, emansipasi, dan humanisasi sebagaimana terkandung dalam pesan Al-Quran Surat Ali Imran ayat 104 dan 110 yang menjadi inspirasi kelahiran Muhammadiyah. Secara ideologis Islam yang berkemajuan untuk pencerahan merupakan bentuk transformasi Al-Ma’un untuk menghadirkan dakwah dan tajdid secara aktual dalam pergulatan hidup keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal. Transformasi Islam bercorak kemajuan dan pencerahan itu merupakan wujud dari ikhtiar meneguhkan dan memperluas pandangan keagamaan yang bersumber pada Al-Quran dan As-Sunnah dengan mengembangkan ijtihad di tengah tantangan kehidupan modern abad ke-21 yang sangat kompleks.”.

Adapun pada paragraf keempat ditegaskan, “Islam yang berkemajuan menyemaikan benih-benih kebenaran, kebaikan, kedamaian, keadilan, kemaslahatan, kemakmuran, dan keutamaan hidup secara dinamis bagi seluruh umat manusia. Islam yang menjunjung tinggi kemuliaan manusia baik laki-laki maupun perempuan tanpa diskriminasi. Islam yang menggelorakan misi anti perang, anti terorisme, anti kekerasan, anti penindasan, anti keterbelakangan, dan anti terhadap segala bentuk pengrusakan di muka bumi seperti korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, kejahatan kemanusiaan, eksploitasi alam, serta berbagai kemungkaran yang menghancurkan kehidupan. Islam yang secara positif melahirkan keutamaan yang memayungi kemajemukan suku bangsa, ras, golongan, dan kebudayaan umat manusia di muka bumi.”.

Dari empat paragraf tentang kandungan isi “Islam Berkemajuan” maka kuat sekali betapa pandangan keagamaan dari Islam Berkemajuan mengandung substansi yang mendasar, penting, mendalam, kaya, dan luas mengenai aspek-aspek atau dimensi kemajuan dari Islam yang dipahami dan menjadi perspektif keislaman Muhammadiyah. Hal tersebut meyakinkan secara kuat bahwa pandangan Islam Berkemajuan merupakan dimensi dan sifat dari ajaran Islam yang mengandung nilai-nilai kemajuan, sehingga jauh dari mereduksi Islam sebagai ajaran yang lengkap dan sempurna.  Islam Berkemajuan justru meneguhkan dan menunjukkan kelengkapan serta kesempurnaan Islam sebagai Risalah Rahmatan Lil-‘Alamin!

Sumber: Majalah SM Edisi 8 Tahun 2023


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Editorial

Derap Muhammadiyah Berkemajuan Oleh Prof Dr H Haedar Nashir, M.Si. Setiap kunjungan dan diundang k....

Suara Muhammadiyah

26 October 2023

Editorial

HIZBUL WATHAN DAN NASIONALISME-PATRIOTIK MUHAMMADIYAH Hizbul Wathan (HW)—organisasi Kepanduan....

Suara Muhammadiyah

12 March 2024

Editorial

Akhlak Bermusyawarah di Muhammadiyah Oleh Prof Dr H Haedar Nashir, M.Si. Muhammadiyah itu kuat kar....

Suara Muhammadiyah

9 November 2023

Editorial

IKHTIAR MENYELAMATKAN SEMESTA Apa jadinya jika negara-negara sponsor Hak-hak Asasi Manusia (HAM) du....

Suara Muhammadiyah

21 December 2023

Editorial

SENIOR CARE SARANA UNTUK BERIHSAN Salah satu “kenangan” musim haji 1444 H yang baru ber....

Suara Muhammadiyah

28 October 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah