Isra Miraj : Sebuah Laku Perjalanan Spiritual Manusia Pilihan

Publish

16 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
139
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Isra Miraj : Sebuah Laku Perjalanan Spiritual Manusia Pilihan

Oleh : Rumini Zulfikar (Gus Zul), Penasihat PRM Troketon, Pedan, Klaten

“Isra Miraj adalah sebuah perjalanan yang mana mengandung inti sari dalam kehidupan manusia dengan memberikan ajaran dan tuntunan agar manusia lebih mengenal Tuhannya.”

Setiap tanggal 27 Rajab diperingati peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, sebuah perjalanan spiritual seorang hamba pilihan Allah, di mana Nabi Muhammad SAW adalah seorang sosok yang oleh Tuhan diberi tugas yang sangat mulia nan berat. Oleh karena itulah Allah memperjalankan seorang hamba-Nya itu dengan sebuah laku yang dituntun oleh Malaikat Jibril.

Selain itu, peristiwa Isra Miraj juga dilatarbelakangi dengan peristiwa meninggalnya Siti Khadijah, istri Nabi yang sangat dicintai dan seorang istri yang mensuport perjuangan Nabi. Selain itu juga sahabat Nabi, yaitu Ali bin Thalib, meninggal dunia. Pasca ditinggal seorang istri tercinta serta sahabat itulah Nabi mengalami kesedihan yang mendalam. Dan wajar secara manusiawi karena ditinggal yang dikasihani.

Untuk menghibur Nabi serta untuk menumbuhkan akan kebesaran Allah serta sebagai bentuk laku seorang Nabi utusan Allah, maka Allah memperjalankan Sang Kekasih-Nya itu di waktu malam. Agar senantiasa Nabi Muhammad SAW terjaga dengan baik kenabiannya serta kerasulannya. Karena di balik peristiwa Isra Miraj tersebut mengandung sebuah pelajaran yang sangat penting dan perlu menjadi perenungan kita semuanya sebagai umat-Nya serta pengikut Nabi Muhammad SAW, sehingga kita akan benar-benar bisa memetik dari setiap peristiwa demi peristiwa dari Sang Nabi kita. Sehingga diharapkan bisa menerima dari transformasi nilai-nilai yang terkandung dari Isra Miraj itu sendiri.

Hal inilah yang menjadi pijakan kita serta pentingnya mentadaburi dari sebuah peristiwa itu, hal ini dalam firman-Nya di dalam Surat Al-Isra ayat 1.

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ
الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ ۝١

Sub-ḥānallażī asrā bi‘abdihī lailan minal-masjidil-ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣalladzī bāraknā ḥaulahū linuriyahū min āyātinā, innahū huwas-samī‘ul-baṣīr.

Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Tadabur ayat di atas memberikan sebuah pelajaran, yaitu:

Yang pertama, bahwa dengan sifat-sifat Al-Qudus-Nya itulah Yang Maha Suci, bahwa dalam setiap perjalanan dalam kehidupan ini diawali dari sebuah titik-titik yang menyatu menjadi satu kesatuan nilai kesucian, kebersihan hati. Dalam setiap langkah kehidupan ini, maka sebelum Nabi menjalani perjalanan Isra Miraj, Nabi dibersihkan hatinya oleh Allah melalui Malaikat Jibril. Sehingga dengan kesucian, kebersihan hatilah merupakan titik awal agar setiap langkah dari langit satu ke langit tujuh bisa menerima, mencerna dari apa yang dialaminya.

Yang kedua adalah dari titik sumbu atau penanda sebuah bangunan suci, yaitu dari Masjidil Haram Arab dan Masjid Al-Aqsa Palestina merupakan pijakan bagi kaum bertauhid dan beriman yang mana meninggalkan sebuah ajaran nenek moyang dan menyakini ajaran yang sempurna, yaitu Islam. Karena dua bangunan tempat suci itu di mana tempat yang mendapatkan keberkahan dari Tuhan serta Allah yang menjaga dua bangunan suci itu sampai kapan pun.

Yang ketiga adalah peristiwa Isra Miraj merupakan tanda-tanda kebesaran dari Allah yang mana menunjukkan akan kun fayakun-nya Allah, yaitu perjalanan seorang umat manusia pilihan yang singkat (kilat), akan tetapi memberikan efek energi yang begitu besar akan perjalanan hidup manusia akan mengenal Tuhannya, dengan sebuah perintah untuk menunaikan ibadah salat pada umat Nabi Muhammad SAW disesuaikan kadar kemampuannya. Karena dari masing-masing umat dari zaman Nabi Adam sampai Nabi Muhammad mempunyai kadar kemampuan yang tidak sama.

Yang keempat adalah dengan Asma-Nya Allah itulah apa yang dirasakan, apa yang dilakukan oleh umat-Nya Allah mengetahui dan melihatnya, sehingga hal ini menunjukkan akan sebuah pelajaran akan pentingnya kehati-hatian, kejujuran, dan lain sebagainya. Sehingga jika ini dipahami dan dihayati betul bahwa peristiwa Isra Miraj ini akan menjadi sebuah laku yang akan menuntun umat manusia untuk mengenal Tuhan secara utuh.

Relevansi Nilai-Nilai Isra Miraj di Tengah Disrupsi Kehidupan Manusia

Seiringnya waktu berjalan dengan begitu cepat dengan kecanggihan teknologi yang terjadi saat ini, disadari atau tidak umat manusia mengalami sebuah lompatan yang transendental (melampaui) secara sains dan teknologi canggih yang dihasilkan mampu mengubah sebuah peradaban manusia itu sendiri. Sehingga yang terjadi adalah umat manusia sebagai khalifah di muka bumi ini, akan tetapi kadang meninggalkan nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin-nya. Karena lebih dipengaruhi titik-titik yang jauh dari nilai filosofis, etis, humanisme dalam beragama itu sendiri.

Maka momentum peringatan Isra Miraj ini dalam tasawuf kita akan mengenal pembiasaan pembersihan hati (tahalli), sehingga setelah itu takhalli, yaitu melakukan nilai-nilai kebajikan dengan meninggalkan nilai-nilai yang berakibat mafsadah (atau kerusakan). Sehingga dengan demikian maka kita akan mendapat pancaran tajalli-nya Allah, yaitu manifestasi dari sifat-sifat Asma-Nya Allah.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Semangat Baru Pendidikan Era Prof Mu'ti: Apa yang Sebaiknya Disiapkan AUMDIK/ AUADIK ? Oleh: Achmad....

Suara Muhammadiyah

26 December 2024

Wawasan

Ibadah Haji dan Persamaan Nilai Kemanusiaan Oleh: Alvin Qodri Lazuardy, M. Pd Ibadah haji merupak....

Suara Muhammadiyah

19 June 2024

Wawasan

Mohamad Djazman: Profiling Ulama Intelektual Oleh: Dartim Ibnu Rushd (Dosen Fakultas Agama Islam-UM....

Suara Muhammadiyah

17 January 2025

Wawasan

Membaca Paceklik Gerakan Mahasiswa dan Jalan Keluar Menuju Politik Emansipatoris Oleh: Figur Ahmad ....

Suara Muhammadiyah

28 April 2025

Wawasan

Pemilu 2024: Menghidupkan Kembali Spirit Jipolmu Oleh: Yandi Pada bulan maret 2018, PP.Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

14 November 2023