PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - LAZISMU Se-wilayah Kalimantan Tengah antusias mengikuti audit keuangan tahun buku 2025, yang diadakan secara daring pada Kamis, 16 Juli 2026, oleh kantor Akuntan publik (KAP) Abdul Hamid dan Rekan, dalam audit tahun buku ini diikuti oleh kantor LAZISMU wilayah Kalimantan Tengah, kantor LAZISMU Barito Selatan, kantor LAZISMU Kotawaringin Timur, serta kantor LAZISMU Pulang Pisau. LAZISMU terus berkomitmen untuk menjaga amanat yang telah dipercayakan masyarakat. Serta mendorong keuangan yang terstruktur (terintegrasi), akuntabel dan transparan.
Kurniawan, Manager LAZISMU Kalteng, menyampaikan, pentingnya Audit keuangan yang dilakukan oleh LAZISMU setiap tahun sebagai bagian dari pertanggung jawaban kepada para Muzaki dan Donator dalam pengelolaan dana umat baik zakat, infak, sedekah serta dana kemanusiaan sosial lainnya (DKSL). Bahwa dana umat tersebut dikelola secara profesional (tepat guna dan tetap sasaran) terutama untuk para mustahik, serta ini merupakan audit yang ke 4 (Empat) kalinya dilakukan, audit pertama kalinya dilakukan pada tahun 2022, 2023.2024 mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang hanya diikuti oleh kantor wilayah saja, LAZISMU sejak awal komitmen mengajak kantor layanan (daerah) untuk ikut serta dalam audit keuangan tahun buku 2025 ini.
"LAZISMU se-Kalteng ikut audit keuangan tahun buku 2025, ini sebagai komitmen dalam mengelola dana umat, sehingga dana yang terkumpul di LAZISMU memang betul- betul bisa bermanfaat dalam berbagai program, serta harus jelas mulai dari pengumpulan, pendistribusian, dan pemberdayaan yang berdampak dan berkelanjutan dengan berbagai inovasi yang dilakukan, semoga tahun buku 2025 ini juga mendapatkan hasil yang sama," ucapnya.
ia mengingatkan bahwa menunaikan zakat merupakan kewajiban bagi umat Islam, sementara menyalurkannya melalui lembaga yang amanah seperti LAZISMU menjadi pilihan yang tepat. "Jangan ragu untuk bayar zakat, infak dan sedekah ke LAZISMU, karena bayarnya mudah, program keren tepat guna dan sasaran yang berkelanjutan," tegasnya.
Keterlambatan dalam mengonsolidasikan pelaporan keuangan yang selama ini terus menjadi kendala, sambung Husnul Khotimah, selaku bidang keuangan dan Audit, akan tetapi ini menjadi tantangan lebih baik kedepannya, dengan tetap optimisme LAZISMU untuk mempertajam visi dan misinya, serta jangan biasakan menunda apa yang bisa dan harus dikerjakan hari ini (jangan menunda waktu), karena laporan keuangan adalah kepentingan audit LAZISMU secara kelembagaan.
"Audit keuangan bukanlah sesuatu yang menakutkan, tapi sebagai bagian dari proses pertanggung jawaban kita bersama sehingga kepercayaan makin meningkat serta dapat mempertajam visi misi LAZISMU, menjadi lembaga Amil zakat terpercaya," ujarnya.
Laporan keuangan merupakan implementasi untuk mewujudkan transparansi, akuntabilitas dan tata kelola keuangan sebagai komitmen LAZISMU dalam menyampaikan laporan yang terintegrasi, akurat, cepat, dan transparan. (mf)

