Gandeng Kemitraan dengan UNISA, MPM Dorong Inovasi Peningkatan Kualitas Produk TelurMoe

Publish

31 December 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
172
Ketua MPM PP Muhammadiyah Nurul Yamin

Ketua MPM PP Muhammadiyah Nurul Yamin

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Bertempat di Lahan Laboratorium integrated Farming UNISA, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Universitas Aisyiyah Yogyakarta melakukan kickoff program kemitraan Peningkatan Ekonomi Berbasis Inklusi melalui Pengembangan Ternak Ayam Petelur Sehat (31/12). 

Nurul Yamin, Ketua MPM Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjelaskan bahwa hari ini menjadi hari yang sangat monumental. Pasalnya bertepatan dengan momentum akhir tahun yang mana setiap individu maupun lembaga serta komunitas memiliki resolusi baru untuk menyambut pergantian tahun. Tak hanya itu, Yamin juga menyebut agenda kickoff ini sebagai momen refleksi untuk menyambut hari esok yang lebih baik dari kemarin. 

Menurut Yamin, kesempatan ini menjadi sangat penting untuk terus melakukan dan mendorong inovasi sekaligus skill up untuk berbagai program pemberdayaan yang dilakukan oleh MPM, khususnya yang terkait dengan pengembangan TelurMoe yang hingga saat ini sudah berjalan selama 2 tahun.

Ia menjelaskan, pendekatan yang dilakukan MPM dalam meningkatkan kesejahteraan kaum marjinal tidak dengan skala ekonomi besar, tapi lebih pada pendekatan ekonomi kerakyatan yang diharapkan dapat menjadi kekuatan ekonomi bangsa di masa depan. 

"MPM mencoba melakukan dan mewujudkan amanah Muktamar, yakni memperkuat dakwah di akar rumput, salah satunya melalui program kemitraan ini," tegasnya. 

Yamin mengungkapkan, program pengembangan ternak ayam petelur yang dilakukan MPM menjadi satu-satunya program yang terinspirasi dari Perancis. Yang mana dalam budidaya ayam petelur, Perancis sangat konsen kepada kebahagiaan hewan dan dipadukan dengan pemberian pakan yang sehat. 

Menurutnya, sejak dua tahun berjalan, program ini telah mengalami peningkatan hingga 300 persen. Jumlah ayam yang sebelumnya hanya 300 ekor, sekarang menjadi 1000 ekor. 

"Terimakasih kepada UNISA yang telah mendukung program ini. Mudah-mudahan ini menjadi kolaborasi yang membanggakan dan berdampak luas kepada kemajuan masyarakat," ujarnya.

Di akhir paparannya, ia meyakini bahwa program ini akan terus bertransformasi. Dengan bantuan teknologi, ia percaya bahwa program-program akan menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberikan dampak positif. 

"Kita akan bertransformasi. Hari ini menjadi langkah besar," tutup Yamin.

Arya Khoirul Khamam, Mentor Program TelurMoe ia menceritakan bagaimana dari awal hingga sekarang berhasil naik kelas dengan menyandang sertifikasi internasional dari Amerika Serikat. Capaian ini menjadi kebanggaan sekaligus pelecut semangat untuk terus memberikan yang terbaik kepada masyarakat. 

Sejak program ini diluncurkan 2 tahun lalu, prosedur pemeliharaan ayam petelur yang dilakukan oleh MPM terus bertransformasi. Dari fase awal yang hanya fokus memelihara ayam petelur, kemudian meningkat ke fase inovasi. Yang mana memadukan antara teknologi dengan kesehatan pakan ternak untuk menjamin produk telur yang baik dan berkualitas tinggi. 

"Kita sudah lama menjadi ekor, sudah saatnya kita menjadi kepala," ujarnya.

Ia berharapan, program ini dapat menginspirasi dan memberdayakan lebih banyak masyarakat. Memberikan kesejahteraan kepada mereka serta membangun kemandirian secara berkelanjutan. 

Muhammad Adam, BPH UNISA menyambut baik program yang dilakukan oleh MPM dalam memberdayakan kaum marjinal, dalam hal ini kelompok difabel yang masih banyak menghadapi keterbatasan. Pemberdayaan yang dilakukan oleh MPM tidak hanya pada aspek penguatan kemandirian, tapi juga merembet pada aspek yang lebih luas yaitu Kesejahteraan. 

"Kami ucapkan terima kasih banyak atas kolaborasi yang terjalin antara UNISA dengan MPM. Mudah-mudahan ini dapat menjadi kolaborasi yang memberikan kemaslahatan yang luas kepada masyarakat marjinal," ungkapnya.

Ia pun sangat mengapresiasi program yang diinisiasi oleh MPM. Menurutnya, program-program pemberdayaan yang dilakukan oleh MPM sangat luar biasa dalam meningkatkan ekonomi umat. 

"Kita ingin membangun masyarakat dari sisi ekonominya. Oleh karena itu kita berpikir bagaimana menghasilkan produk telur yang sehat bagi masyarakat dan memiliki nilai ekonomi," ujarnya.

Menurutnya, Muhammadiyah melakukan berbagai kerja-kerja sosial, ekonomi dan pemberdayaan tidak untuk mengikuti trend. Melainkan sudah menjadi DNA Muhammadiyah sejak awal bahwa kerja-kerja yang dilakukan oleh Muhammadiyah penuh dengan inovasi. Terus melakukan pembaharuan-pembaharuan dalam segala aspek sebagaimana dicontohkan oleh para pendahulu Muhammadiyah. (diko)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Download Logo Milad Muhammadiyah ke-112 YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pada 18 November 202....

Suara Muhammadiyah

18 November 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah dan Badan Informasi Geospasial (BIG) resmi menja....

Suara Muhammadiyah

8 November 2024

Berita

Kompetisi Terbesar Pendidikan Muhammadiyah Resmi Diluncurkan JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Majelis ....

Suara Muhammadiyah

9 January 2024

Berita

Wajib Kuasai Akal, Hati, dan Retorika Media SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Menjawab tantangan....

Suara Muhammadiyah

5 October 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pagi ini, Grha Suara Muhammadiyah kedatangan tamu dari Universitas ....

Suara Muhammadiyah

23 April 2025