Jambore Media AfiliasiMu #3 Perkuat Ekosistem Media Muhammadiyah di Era Digital

Suara Muhammadiyah

12 August 2026

143
Foto Istimewa

Foto Istimewa

TANGSEL, Suara Muhammadiyah – Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan Jambore Media AfiliasiMu #3 di Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Rabu-Kamis (12-13/8/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Penguatan Media AfiliasiMu di Era Digital” dan diikuti sekitar 50 media afiliasi Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia.

Wakil Rektor UMJ, Sapta Candra, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Jambore Media AfiliasiMu di lingkungan UMJ. Ia menegaskan bahwa UMJ terbuka terhadap berbagai kegiatan Muhammadiyah, termasuk penguatan jaringan media AfiliasiMu.

Dalam sambutannya, Sapta juga menitipkan pesan kepada para insan media Muhammadiyah agar menjadikan verifikasi, klarifikasi, dan tabayun sebagai prinsip utama dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Kami menitip pesan kepada media afiliasi Muhammadiyah untuk mengedepankan verifikasi, klarifikasi, dan tabayun dalam pemberitaannya,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua MPI PP Muhammadiyah, Roni Tabroni, menyebut Jambore Media AfiliasiMu #3 memiliki keistimewaan tersendiri. Menurutnya, terdapat dua momentum penting yang membuat pelaksanaan jambore kali ini berbeda.

Pertama, Jambore Media AfiliasiMu #3 bertepatan dengan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah yang diperingati pada 13 Agustus 2026. Peringatan tersebut merujuk pada tanggal kelahiran Majalah Suara Muhammadiyah yang telah diterbitkan Muhammadiyah sejak 1915.

Roni menjelaskan, MPI PP Muhammadiyah sejak 2024 telah mengusulkan kepada Ketua Umum PP Muhammadiyah agar tanggal kelahiran Majalah Suara Muhammadiyah diperingati sebagai Hari Pers Muhammadiyah.

“Pak Haedar menyambut baik hari lahir SM diperingati sebagai Hari Pers Muhammadiyah. Bahkan beliau menambahkan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah,” kata Roni.

Menurutnya, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa tradisi pers dan literasi telah menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang Muhammadiyah. Kehadiran media Muhammadiyah di era digital kini menghadapi tantangan baru, sekaligus peluang untuk memperluas jangkauan dakwah dan gagasan Islam Berkemajuan.

Keistimewaan kedua, Jambore Media AfiliasiMu #3 menjadi momentum penyerahan Kartu Wartawan Utama Khusus (KWUK) kepada Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. Roni menyebut proses pengajuan kartu tersebut telah berlangsung sejak 2023 dan melewati berbagai dinamika, termasuk dua periode kepengurusan Dewan Pers.

“Pengajuan ini telah melewati dua periode pengurus Dewan Pers, dari pengajuan manual hingga digital. Alhamdulillah, KWUK untuk Ketua Umum telah terbit,” ungkapnya.

Roni menilai kiprah Haedar Nashir dalam dunia jurnalistik Muhammadiyah tidak dapat dilepaskan dari perjalanan Majalah Suara Muhammadiyah. Sejak menjadi mahasiswa hingga saat ini, Haedar disebut telah berkiprah sebagai jurnalis SM selama kurang lebih 40 tahun.

“Hingga sekarang Pak Haedar tidak pernah keluar dari box redaksi Majalah Suara Muhammadiyah,” jelas Roni.

Media Muhammadiyah Harus Jadi Penjaga Kualitas Informasi

Dalam sambutan pembukaan yang disampaikan pada Jambore Media AfiliasiMu, Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad menekankan bahwa media merupakan bagian penting dari gerakan Muhammadiyah di tengah perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

Perubahan ekosistem informasi membuat masyarakat tidak lagi hanya menjadi konsumen berita. Melalui telepon genggam dan berbagai platform digital, setiap orang dapat memproduksi sekaligus menyebarkan informasi.

Karena itu, Muhammadiyah didorong tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen informasi yang berkualitas, terpercaya, mencerahkan, dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat.

Media AfiliasiMu dinilai memiliki posisi strategis untuk menjalankan peran tersebut. Media Muhammadiyah tidak cukup hanya memberitakan aktivitas rutin Persyarikatan, tetapi perlu menjadi ruang bagi gagasan, ilmu pengetahuan, dakwah, pendidikan, kebudayaan, serta pembelaan terhadap kepentingan umat.

“Kita membutuhkan media yang tidak hanya cepat, tetapi juga benar. Tidak hanya ramai, tetapi juga bermutu. Tidak hanya mengejar jumlah penonton dan pengikut, tetapi juga mampu membangun kepercayaan publik,” ungkap Dadang.

Di tengah banjir informasi, jelas Guru Besar UIN Sunan Gunung Jati Bandung itu, tantangan media bukan lagi sekadar kekurangan informasi, melainkan memastikan informasi yang beredar benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Hoaks, provokasi, serta informasi yang tidak terverifikasi menjadi tantangan yang harus dihadapi secara serius.

Karena itu, prinsip tabayun harus menjadi etika utama dalam pengelolaan media Muhammadiyah. Kecepatan tidak boleh mengalahkan ketepatan, popularitas tidak boleh mengalahkan kebenaran, dan kepentingan mendapatkan perhatian publik tidak boleh mengalahkan akhlak serta tanggung jawab.

Media AfiliasiMu diharapkan mampu membangun jurnalisme Muhammadiyah yang cepat, akurat, berimbang, beretika, mencerdaskan, dan mencerahkan.

Memanfaatkan Teknologi untuk Memperluas Dakwah

Di sisi lain, perkembangan teknologi digital juga membuka peluang besar bagi Muhammadiyah. Artificial Intelligence (AI), media sosial, video pendek, podcast, live streaming, dan berbagai platform digital dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan dakwah dan pemikiran Muhammadiyah.

Gagasan yang lahir dari kader Muhammadiyah di daerah, misalnya, kini dapat menjangkau masyarakat di berbagai belahan dunia melalui kanal digital. Begitu pula ceramah, gagasan akademik, penelitian, maupun karya kader dapat dikemas menjadi konten yang mudah diakses masyarakat.

Karena itu, insan Media AfiliasiMu tidak hanya dituntut menguasai kamera, desain, penyuntingan, algoritma, dan media sosial, tetapi juga perlu memiliki wawasan keislaman, kemuhammadiyahan, jurnalistik, literasi digital, integritas, serta kepekaan terhadap persoalan masyarakat.

Jambore Media AfiliasiMu #3 diharapkan menjadi ruang belajar dan berbagi pengetahuan bagi para pengelola media Muhammadiyah. Orientasi media tidak berhenti pada bagaimana menghasilkan konten viral, tetapi bagaimana menghadirkan konten yang bernilai dan memberikan kemanfaatan.

Tujuan akhir media Muhammadiyah bukan semata-mata viralitas, melainkan kemanfaatan; bukan sekadar pengakuan, tetapi perubahan positif di tengah masyarakat; serta bukan hanya memperbesar jumlah pengikut, tetapi memperbesar pengaruh kebaikan.

Ke depan, Media AfiliasiMu diharapkan mampu membangun ekosistem media Muhammadiyah yang kuat dan terintegrasi, mulai dari tingkat pusat, wilayah, daerah, perguruan tinggi, sekolah, rumah sakit, amal usaha, organisasi otonom, hingga komunitas kader.

Semangat yang dibangun adalah “Satu gerakan, banyak kanal; banyak kanal, satu nilai.” Artinya, meskipun Muhammadiyah memiliki banyak media, platform, dan gaya komunikasi, seluruhnya tetap membawa nilai yang sama: Islam Berkemajuan, dakwah yang mencerahkan, ilmu pengetahuan, kemanusiaan, kebangsaan, dan kemaslahatan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

WATES, Suara Muhammadiyah - Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta be....

Suara Muhammadiyah

22 January 2024

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah – Ribuan peserta memadati Alun-Alun Klaten dalam kegiatan fun walk ....

Suara Muhammadiyah

1 June 2026

Berita

Ratusan pengunjung kajian memeriksakan kesehatannya di ruang yang disediakan Rumah sakit PKU Muhamma....

Suara Muhammadiyah

29 January 2024

Berita

PADANG, Suara Muhammadiyah - Suatu penghargaan dan apresiasi tinggi bagi organisasil pengelola zakat....

Suara Muhammadiyah

18 July 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Bertempat di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, telah dilaksana....

Suara Muhammadiyah

20 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah