Budidaya Jamur Merang Media Kardus Bekas: Inovasi Ketahanan Pangan dari Tim Abdimas Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah DKI Jakarta
JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati Milad Aisyiyah ke-109 sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan dan keluarga di lingkungan Aisyiyah, Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) berkolaborasi dengan Majelis Ekonomi Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) DKI Jakarta menginisiasi pemberdayaan budidaya jamur merang dengan media kardus bekas.
Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (14/05) bertempat di Gedung Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Matraman, Jakarta Timur.
Pelatihan bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah kardus bekas sebagai media budidaya jamur merang yang bernilai ekonomis, ramah lingkungan, serta dapat diterapkan dalam konsep pertanian perkotaan (urban farming).
Kegiatan dipimpin oleh Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Pertanian UMJ Dr. Rita Tri Puspitasari, M.Si bersama anggota dosen Dian Diani Tanjung, S.P, M.Si, Lola Rahmadona, S.P., M.Si serta Dr. Oktaviana Purnamasari, M.Si dari Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMJ.
Sementara itu, anggota Mahasiswa dari Fakultas Pertanian terdiri dari Abdullah Azyz Febrian, Rifky Ibnu Sasongko, Fadlan Fadilah dan Muhammad Rifky Arif Prianto. Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Hibah Riset Muhammadiyah Tahun 2025 yang pelaksanaannya dilakukan pada tahun 2026.
Hadir pada kesempatan tersebut sekaligus membuka acara, Ketua Majelis Ekonomi PWA DKI Jakarta, Siti Aisyah, S.Pd.I dan juga Sekretaris Majelis Ekonomi PWA DKI Jakarta, Susilawati. Diikuti puluhan peserta anggota ‘Aisyiyah, pelatihan yang dilaksanakan meliputi penyampaian materi mengenai budidaya jamur merang dan konsep pertanian perkotaan, praktik pembuatan media tanam jamur menggunakan kardus bekas dan diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab mengenai peluang usaha budidaya jamur merang skala rumah tangga.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat mampu menerapkan budidaya jamur merang secara mandiri sebagai bagian dari pertanian perkotaan, sehingga dapat meningkatkan ketahanan pangan keluarga, menambah pendapatan ekonomi rumah tangga, serta mendukung pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Hal ini merupakan bentuk nyata budidaya ramah lingkungan dan pemanfaatan lahan terbatas di wilayah perkotaan.
Dalam wawancara tertulisnya, Ketua Majelis Ekonomi PWA DKI Jakarta, Siti Aisyah, S.Pd.I menyampaikan bahwa pemberdayaan ini merupakan langkah awal untuk membangun usaha rumahan yang berkah, halal, dan mampu mengangkat ekonomi keluarga.
“Kegiatan ini merupakan ikhtiar nyata kami dalam menjalankan amanah dakwah ekonomi Aisyiyah, yaitu memberdayakan perempuan dan keluarga agar mandiri secara ekonomi tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam. Dengan memanfaatkan limbah kardus yang mudah didapat, kami ingin menunjukkan bahwa usaha produktif tidak harus dimulai dengan modal besar,” paparnya.
Ia juga menyampaikan terima kasihnya kepada panitia khususnya kepada Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Sementara itu, Sekretaris Majelis Ekonomi PWA DKI Jakarta, Susilawati, menyoroti antusiasme para peserta yang mengikuti pelatihan. “Budidaya jamur merang dengan media kardus bekas ini tidak terlalu sulit ,bahan-bahannya juga murah dan mudah didapat. Saya melihat prospek utk usaha jamur merang ini sangat baik,” tuturnya.
Tak hanya dari pihak PWA DKI Jakarta, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Pertanian UMJ, Dr. Rita Tri Puspitasari, M.Si juga mengungkapkan bahwa budidaya jamur merang dengan media kardus bekas merupakan bagian dari pengembangan pertanian ramah lingkungan yang mendorong masyarakat lebih berdaya, mandiri, dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.
“Dari langkah sederhana ini, kami berharap tumbuh kesadaran bahwa pertanian, pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan bersama sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan sosial umat,” jelasnya.
Kegiatan pemberdayaan ini nantinya tidak hanya berhenti pada pelatihan budidaya jamur merang, namun juga terdapat pelatihan dan pendampingan pemasaran jamur merang yang telah dihasilkan oleh peserta pelatihan.
Melalui pemanfaatan limbah kardus bekas menjadi media produktif, kegiatan ini tidak hanya mendukung pengurangan sampah di DKI Jakarta, tetapi juga menguatkan ekonomi keluarga serta menanamkan nilai kebermanfaatan dan keberlanjutan sebagaimana semangat Islam Berkemajuan yang terus dikembangkan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah. (Okta)

