Jangan Jadikan Masjid Beban Adminitrasi, Tapi Penggerak Perubahan Ekonomi

Suara Muhammadiyah

25 October 2025

759
Dr KH Tafsir, MAg saat menyampaikan materi di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Foto: Cris

Dr KH Tafsir, MAg saat menyampaikan materi di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Foto: Cris

BATU, Suara Muhammadiyah - Bicara soal kondisi sekarang, kehidupan tengah dihadapkan pada tujuan dan iklim sosial yang berubah. Terlebih, persoalan umat yang krusial meniscayakan tantangan yang tidak mudah dilalui. Sebut saja, masalah ekonomi seperti pengangguran dan kehilangan mata pencaharian.

"Masih banyak orang susah karena tidak mendapatkan pekerjaan. Inilah tantangan baru yang harus kita jawab," kata Tafsir, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Sabtu (25/10) saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Kusuma Agrowisata Resort & Convention Batu-Malang, Jawa Timur.

Kondisi ini yang semestinya menjadi perhatian serius bagi Muhammadiyah. Menurut Tafsir, pergerakan ekonomi di Muhammadiyah masih belum merata dampak kemaslahatannya dirasakan oleh warga Persyarikatan. 

"Banyak manfaat ekonomi justru dinikmati oleh pihak lain di luar persyarikatan kita. Misalnya, kebutuhan alat kesehatan dan obat-obatan sering kita beli dari luar; suplai dan manufaktur yang mestinya bisa dikelola oleh jaringan kita belum dilakukan secara optimal," paparnya.

Tafsir menyebut, kondisi ini menunjukkan bahwa konsolidasi di tubuh Persyarikatan belum berjalan dengan baik. Khususnya, di sektor perekonomian. "Karena itu, saya menegaskan perlunya gerakan ekonomi yang lebih berani: jangan hanya menjadi konsumen besar, tetapi jadilah produsen dan pengelola pasar," tegasnya.

Dalam praktiknya hari ini, terlebih dikontekstualisasikan dengan pengelolaan keuangan masjid dan lembaga keagamaan, tidak terstruktur sebagaimana mestinya. Kotak amal dan dana masjid seringkali dipandang sempit: uang masjid tidak boleh digunakan untuk beasiswa atau bantuan sosial—padahal seharusnya ada mekanisme yang jelas untuk membagi dana sesuai peruntukan.

"Perlu upaya sistematis agar masjid dan lembaga Islam dapat mengelola dana dan program sosial secara profesional tanpa merusak fungsi ibadahnya. Jangan biarkan masjid menjadi beban administrasi yang kacau; harus ada tata kelola yang baik," urainya.

Karenanya, strategi asistensi sosial perlu diejawantahkan. Hal ini untuk memperkuat mekanisme saling bantu, melindungi anggota dan masyarakat yang lemah. Lebih-lebih, dalam memberikan kesejahteraan bagi umat dan masyarakat luas, lewat koridor ekonomi.

"Jadi prioritas kita harus beralih ke penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan ekonomi, dan pengembangan keterampilan serta kesempatan usaha," terangnya.

Muhammadiyah harus hadir sebagai penolong umat secara kontekstual—menjawab persoalan utama zaman ini, terutama lapangan kerja dan pemberdayaan ekonomi. Kita perlu menyusun langkah-langkah strategis: kaderisasi yang kuat, industrialisasi atau pemberdayaan ekonomi, dan sistem asistensi sosial yang melindungi mereka yang lemah.

"Muhammadiyah tidak hanya menjadi organisasi amal, tetapi juga penggerak perubahan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan," tukasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir hadiri Resepsi....

Suara Muhammadiyah

19 May 2024

Berita

KARAWANG, Suara Muhammadiyah – Dalam menghadapi era modern yang serba digital dan kompetitif, ....

Suara Muhammadiyah

11 July 2025

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner berperan pent....

Suara Muhammadiyah

10 May 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII Daerah Istimewa Yogyakarta ....

Suara Muhammadiyah

22 November 2025

Berita

PONOROGO, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Timur dengan ....

Suara Muhammadiyah

24 July 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah