SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Semangat berbagi menjadi ekspresi paling dominasi di bulan Ramadhan. Benar, Ramadhan bulan berbagi, semuanya serupa melakukan dengan kemasan demikian rupa.
Seperti dilakukan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sukoharjo, Ahad (15/3) di Masjid Ahmad Dahlan 2 (Kompleks SD Muhammadiyah 1 Ngaglik unit 2), Banjarsari, Sukoharjo, Sleman, menyalurkan pembagian bingkisan ramadan serta zakat fitrah.
Acara ini merupakan bagian tak terpisahkan kolaborasi PRM Sukoharjo dengan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah dan Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah Sukoharjo.
“Semoga bermanfaat bisa bersemangat dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan, juga Idul Fitri yang sebentar lagi akan kita rayakan bersama,” tutur Muhaimin, dari Baznas Kabupaten Sleman, yang mendukung penuh acara ini.
Serupa itu, Lurah Sukoharjo Hadi Subronto mengapresiasi Muhammadiyah Ngaglik. Ia memandang, acara ini menjadi bagian tak terpisahkan dari dakwah nyata untu umat dan masyarakat.
“Luar biasa. Di bulan suci Ramadhan, kita semuanya mengedepankan untuk berbuat yang baik dan terbaik,” ujarnya.
Ia mengemukakan, peran strategis Muhammadiyah Ngaglik amat dirasakan oleh masyarakat. Lebih-lebih di sektor pendidikan, menjadi sesuatu hal yang niscaya.
“Tentunya kegiatan seperti ini memang harus selalu diprogramkan. Dan sekali lagi, moga-moga ini ada manfaatnya untuk bapak ibu semuanya,” bebernya.
Lain itu juga, Ketua PRM Sukoharjo Wiratno mengemukakan, pihaknya menargetkan 150 paket santunan pada tahun ini. Namun, pada kenyataannya justru melampaui target dengan jumlah yang dipakemkan tersebut.
“Ada 180 paket. Ini tahun ketiga. Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih dari 200, Insyaallah sehingga saged (bisa) lebih merata kembali,” jelasnya.
Acara ini juga dilangsungkan pengajian yang diisi oleh Sukamta, Ketua PCM Ngaglik. Yang menukil falsafah Jawa klasik, Sangkan Paraning Dumadi. Kata Sangkan bermakna asal, Paran bermakna tujuan, dan Dumadi bermakna kejadian.
“Maka sangkan paraning dumadi, kita paham asalnya dari mana, kita paham nanti akan guna tujuan ke mana,” tekannya.
Oleh karena itu, Sukamta mengingatkan, semua yang dikerjakan akan dihitung, dihisab oleh Allah. Maka, maka, jangan sampai terlena dengan urusan duniawi hingga melupakan esensi utama dari keberadaan kita sebagai hamba Allah.
Jangan mentang-mentang kaya, jangan mentang-mentang pinter, jangan mentang-mentang punya jabatan, jangan mentang-mentang berkuasa. Kita punya tujuan (Paran) setelah kematian. Ke mana? Menuju Allah,” tegas Rektor Universitas Muhammadiyah Klaten tersebut.
Ditambahkan Sukamta, dalam konteks Dumadi, umat Islam mesti mengontrol diri dengan baik. Jangan sampai melakukan kegiatan yang justru disorientasi dari tujuan utamanya.
“Dan Ramadhan momentum yang tepat untuk mengingat tentang asal kejadian dan mengingat tentang ke mana nanti kita akan kembali,” tandasnya.
Kegiatan ini menjadi simbol sinergi kuat antara organisasi otonom Muhammadiyah dengan berbagai elemen masyarakat dan mitra amal usaha. Tercatat belasan donatur turut menyokong agenda ini, di antaranya UNISA, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), LAZIS UNISIA.
Selain itu, ada juga dari LAZISMU Ngaglik, BAZNAS Sleman, RS UAD, Haruto Indo Japan, BPRS Formes, BPRS Cahaya Hidup, BPRS HIK MCI, Toko Sembako Raya, hingga JANU Transport. (Cris)
