BANYUWANGI, Suara Muhammadiyah – Semarak bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyuwangi menggelar Kajian Ramadhan bersama seluruh jajaran mulai dari Pimpinan Cabang dan Ranting di Masjid Besar KH. Ahmad Dahlan, Banyuwangi, Sabtu (28/02/2026).
Ada yang berbeda dalam Kajian Ramadhan kali ini, jika biasanya yang memberi materi adalah ulama dan ustadz, namun kali ini orang nomer satu di Kepolisian Resort Kota Banyuwangi mendapat giliran untuk mengisi tausiah dihadapan ratusan hadirin dan jamaah.
Kehadiran Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., tidak saja memperkuat sinergi dan menyampaikan pesan kebangsaan, namun turut memberikan pesan spiritualitas dihadapan para jamaah.
Dalam pesan tausiahnya, Kapolresta menekankan bahwa Ramadan bukan hanya momentum ibadah personal, tetapi juga saat yang tepat memperkuat ketahanan moral dan sosial masyarakat. Pemaparan materi keagamaan oleh Kapolresta ini menjadi warna tersendiri.
“Ada dua kunci yang menjadi pegangan kita dalam menjalani hidup, pertama adalah syukur dan sabar, lalu yang kedua adalah kuatkan persaudaraan dan tidak saling menjatuhkan. Ini yang akan membawa keberkahan kita dalam menjaga hubungan dengan Allah dan sesama manusia,” ujarnya.
Kajian yang dimulai pukul 08.00 WIB itu berlangsung khidmat sekaligus penuh dengan nuansa keakraban dan kebersamaan. Tidak kurang dari 700 orang hadir, mereka berasal dari 27 Pimpinan Cabang dan Ranting serta Takmir Masjid Muhammadiyah se Banyuwangi.
Ketua PD Muhammadiyah Banyuwangi, Dr. H. Muhlis Lahudin, M.Si., beserta jajaran pengurus daerah, cabang, hingga ranting se-Kabupaten Banyuwangi juga tampak memenuhi masjid. Hal ini menjadi penanda soliditas internal menjelang Ramadan.
Diakhir acara materi tausiah Ramadhan, Kapolresta menerima buku Eco Bhinneka karya Fasilitator Daerah (FASDA) Banyuwangi yang baru saja diluncurkan. Selain itu juga diserahkan Buku Kajian Ramadhan karya Majelis Tabligh Dakwah Muhammadiyah Banyuwangi dan karya buku lainnya.
Dr. H. Muhlis Lahudin, M.Si., Ketua PD Muhammadiyah Banyuwangi menyampaikan kajian Ramadhan ini merupakan bentuk kegiatan lanjutan yang menjadi instruksi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur kepada struktur dibawahnya.
“Setelah pekan yang lalu Pimpinan Wilayah Jatim melaksanakan, maka sekarang giliran Pimpinan Daerah secara serempak mengikuti. Bersama daerah lain se Jawa Timur ada yang hari ini dan ada yang besok, dan Banyuwangi memilih hari ini bersama pemateri Kapolresta,” ucapnya.
Tak hanya itu, forum tersebut juga menjadi ruang penyampaian informasi strategis internal organisasi. Sosialisasi E-KTAM (Elektronik Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah) yang diperkenalkan sebagai bagian dari modernisasi tata kelola keanggotaan.
Agenda lain dalam Kajian Ramadhan ini juga menyampaikan hasil Rakor LAZISMU Wilayah Jawa Timur, untuk menegaskan komitmen penguatan filantropi Islam yang terukur dan transparan. Serta pemaparan tentang Ekoteologi, Hidup Didaerah Bencana Alam dan Bencana Kemanusiaan.
Kajian Ramadan ini menjadi cermin untuk mengisi bulan Ramadhan dan momentum memperkuat spiritualitas, merapatkan barisan organisasi, dan meneguhkan komitmen untuk terus hadir memberi manfaat bagi umat dan bangsa. (Rizkie Andri)

