KAMASTU Bootcamp Asah Kemampuan Berpikir Kritis dan Menulis

Suara Muhammadiyah

27 October 2024

1359
Pelatihan Mastermind of Content AMM DIY

Pelatihan Mastermind of Content AMM DIY

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah— KAMASTU Bootcamp AMM DIY sukses mengadakan sesi pelatihan bertajuk Mastermind of Content, yang berlangsung pada Kamis malam, 24 Oktober 2024, di Aula Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta, Jalan Gedongkuning, Yogyakarta. Acara ini dihadiri oleh peserta dari berbagai latar belakang yang antusias untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan menulis.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber Muhammad Ridha Basri, dosen Universitas Ahmad Dahlan dan redaktur Suara Muhammadiyah, yang membawakan materi yang berfokus pada teknik berpikir kritis dan pelatihan menulis. Ridha Basri menekankan pentingnya membaca sebagai fondasi utama dalam pengembangan tulisan. Membaca menghubungkan penulis dengan dunia di luar dirinya, memberikan gambaran tentang berbagai gagasan, pengalaman, serta pendekatan yang berbeda dalam melihat dan memahami realitas.

“Membaca adalah fondasi utama bagi seorang penulis. Ibarat makanan bagi tubuh, membaca adalah asupan yang memberikan nutrisi bagi pikiran dan imajinasi. Bagi penulis, membaca tidak hanya membuka wawasan, tetapi juga memperkaya cara berpikir, memperdalam pemahaman, dan menajamkan kemampuan untuk mengungkapkan gagasan secara efektif,” ujarnya di hadapan peserta yang merupakan Angkatan Muda Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ia mendorong peserta untuk terus mengasah rasa ingin tahu serta kepekaan terhadap berbagai permasalahan di sekitar sebagai inspirasi untuk menulis. “Rasa penasaran harus dipupuk, begitu juga dengan kritis dan skeptis. Tanpa rasa penasaran, penulis kesulitan menggali informasi penting. Penulis harus memiliki sikap kritis dan skeptis dengan cara mempertanyakan kembali alternatif jawaban-jawaban dari rasa penasaran. Jangan terjebak mengikuti omongan orang lain demi mendapatkan pujian atau validasi tanpa berpikir secara logis dan jernih,” ulasnya.

Ridha Basri memberikan contoh dari sosok-sosok penulis besar seperti Buya Hamka dan Quraish Shihab yang memiliki ketekunan dan kepiawaian dalam menuangkan gagasan kritis dalam tulisan mereka. “Menulis adalah kemampuan yang lahir dari kepekaan dalam mengamati dunia. Mengasah kemampuan berpikir kritis adalah kunci untuk menghasilkan tulisan yang relevan dan berpengaruh,” ungkapnya. Pada akhirnya, menulis bukan soal bakat, tetapi perpaduan antara latihan, menikmati proses, dan konsistensi diri.

Ketua panitia, Ella Yussy Dwi Astuti mengatakan bahwa program Mastermind of Content ini dirancang menjadi pembelajaran yang terstruktur, singkat, dan intensif, yang berfokus pada peningkatan keterampilan secara cepat dan efektif bagi para seserta. “Kami berharap pelaksanaan Boothcamp ini mampu menjadi budaya yang baik dalam upaya pengembangan Tim Pengelola KAMASTU dan peserta lainnya, baik secara kuantitaif dan kualitatif,” katanya. (NA)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Kegiatan edutrip ke Singapore – Malaysia yang merupakan  I....

Suara Muhammadiyah

4 January 2025

Berita

JAMBI, Suara Mahamadiyah - SD Plus Muhammadiyah dan SMP Plus Muhammadiyah Sungai Penuh, Jambi, mengg....

Suara Muhammadiyah

24 September 2025

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah – Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo s....

Suara Muhammadiyah

18 November 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) Universitas 'Aisyiya....

Suara Muhammadiyah

5 August 2024

Berita

Wisuda Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon Tasikmalaya, Wamendikdasmen Fajar Dorong Santri Jadi Kader R....

Suara Muhammadiyah

8 June 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah