Kampus Diharap Miliki Kepekaan Problem Sosial

Publish

18 July 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
732
Dok Istimewa

Dok Istimewa

MANADO, Suara Muhammadiyah - Indonesia memiliki peluang besar untuk memajukan pembangunan melalui sumber daya manusia (SDM) unggul. SDM unggul ini termasuk lulusan perguruan tinggi.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia tahun 2024 menurut Badan Pusat Statistik mencapai 75,02%, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia pada 2025 mencapai 4,76%. Angka ini menurun dibanding tahun 2023 yakni 5,45%, tetapi menunjukkan SDM yang belum memiliki kesempatan untuk berkontribusi secara maksimal dalam pembangunan sosial, terutama lulusan perguruan tinggi. Hal ini menandakan perlunya peran aktif perguruan tinggi untuk menjembatani kesenjangan antara SDM yang kontributif dengan kebutuhan masyarakat.

Menjawab persoalan ini, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mendorong kampus sebagai pembangun sosial masyarakat. Hal ini disampaikannya ketika menghadiri Wisuda ke-VII di Universitas Muhammadiyah Manado (UMMA), Kamis (17/7).

“Universitas harus meningkatkan peran yang lebih agresif. Bukan hanya sekadar menjalankan rutinisan pengajaran tetapi juga kampus harus meningkatkan kontribusi nyata dalam mengatasi persoalan-persoalan yang ada di masyarakat, baik persoalan kesehatan, pengangguran, kemiskinan, dan problem sosial yang lain. Hal yang demikian itulah pada hakekatnya konsep kampus berdampak yang dikembangkan oleh Mendiktisaintek sebagai bentuk respon terhadap visi Presiden Prabowo yang dituangkan dalam Asta Cita,” tegas Wamen Fauzan.

Wamen Fauzan juga menekankan bahwa UMMA perlu memanfaatkan kebebasannya untuk membuat terobosan baru. Kampus yang sebelumnya diketahui sebagai UNIMMA kini mengubah singkatan resminya menjadi UMMA, melambangkan perubahan dan semangat untuk bergerak ke depan. 

“Branding baru harus diikuti semangat baru dan hasil nyata. Jangan sia-siakan peluang berinovasi,” pesan Wamen Fauzan.

Senada dengan hal ini, Rektor UMMA, Nazaruddin Malik mendorong peningkatan tata kelola dan layanan pendidikan UMMA untuk mewujudkan kampus yang unggul dan dipercaya masyarakat.

“UMMA harus menjamin mutu pendidikan, dinamis, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kampus. Ini salah satu bentuk penyesuaian dengan perubahan dunia,” ujar Rektor Nazaruddin.

Perguruan tinggi di Indonesia diharapkan dapat menjadi pusat lahirnya solusi nyata dari persoalan masyarakat demi menyiapkan SDM unggul yang siap membawa perubahan sosial bagi Indonesia.

Acara ini turut dihadiri oleh Walikota Manado, Andre Angquw, Walikota Kotamobagu, Weny Gaib, dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XVI, Munawir Sadzali Razak. (Ilma/Yoga)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Saat ini, diperlukan keterampilan yang baik agar terwujud kualitas pela....

Suara Muhammadiyah

31 October 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kali keempat salah satu pondok pesantren di Kota Pekalongan menghad....

Suara Muhammadiyah

1 January 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Unismuh Makassar menerima kunjungan tiga dosen dari Singapore Polytec....

Suara Muhammadiyah

17 December 2024

Berita

BALIKPAPAN, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali menunjukk....

Suara Muhammadiyah

13 June 2025

Berita

ASAHAN, Suara Muhammadiyah - Musyawarah Cabang (Musycab) V Muhammadiyah dan Aisyiyah di Cabang Lubuk....

Suara Muhammadiyah

2 October 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah