Kampus Memiliki Kepentingan Vital dalam Mengawal Kebijakan Publik

Suara Muhammadiyah

30 August 2025

867
Seminar Kebijakan Publik di  di Kampus 4 UAD Yogyakarta Ruang Amphiteater Museum Muhammadiyah, Sabtu (30/8). Foto: Kikiy

Seminar Kebijakan Publik di di Kampus 4 UAD Yogyakarta Ruang Amphiteater Museum Muhammadiyah, Sabtu (30/8). Foto: Kikiy

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Penasehat Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Maila Dinia Husni Rahiem menyebut, kampus memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kebijakan publik. Setidaknya ada beberapa variabel yang berkelindan, pertama, kapasitas sains, analitik kebijakan, dan verifikasi publik terdapat di kampus.

"Mereka yang terbiasa berpikir sistematis dan mencari jawaban lewat proses saintifik. Ini menjadi penting, bahwa kebijakan harus lahir dari suatu proses berpikir dan memikirkan dampak dari kebijakan itu, sebelum kebijakan tersebut disebelarluaskan," katanya saat Seminar dan Peluncuran Pusat Studi Kebijakan Publik di Kampus 4 UAD Yogyakarta Ruang Amphiteater Museum Muhammadiyah, Sabtu (30/8).

Kedua, netralitas akademik untuk menimbang opsi dan dampak kebijakan. Hal ini, kata Maila, untuk mempertimbangkan bagaimana suatu kebijakan dapat menguntungkan bagi masyarakat. "Bukan hanya untuk golongan atau pun bagi mereka yang berkuasa," tegasnya.

Selain itu, yang ketiga, jangkauan implementasi mahasiswa, alumni, dan jejaring daerah. "Ini menjadi penting sekali. Karena suara kita akan bisa langsung terdengar di sekitar kita. Dan kita punya akses yang sangat luas," jelasnya.

Di sinilah, lanjut Maila, peran kampus menjadi strategis dalam memperkuat demokrasi dan tata kelola kebijakan publik. Sementara, Ahmad Norma Permata, Dewan Pakar Lembaga Hukum dan Kebijakan Publik Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyebut, kebijakan publik dalam perspektif Thomas R Due, sebagai apa saja yang dilakukan dan tidak dilakukan oleh negara.

Sementara, pandangan David Easton, mengetengahkan kebijakan publik merupakan alokasi secara otoritatif terhadap nilai-nilai kepada seluruh masyarakat. Dan, menukil pandangan Daniel Berliner, ialah sistem hukum, perangkat peraturan, arah tindakan, dan prioritas alokasi anggaran, yang dilakukan oleh lembaga pemerintahan untuk menyelesaikan persoalan sosial; dan ekonomi.

“Kebijakan publik (yang baik) merupakan agregasi preferensi individu yang ada di masyarakat,” tegasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Tak hanya kenaikan PPN sebesar 12% yang akan menyambut kedata....

Suara Muhammadiyah

30 December 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Ketua Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Bandung I....

Suara Muhammadiyah

18 March 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Hari keempat Pelatihan Pelatih Futsal Level Nasional yang dis....

Suara Muhammadiyah

5 July 2025

Berita

Cerpen Risen Dhawuh Abdullah Setiap pagi aku menikmati asap yang mengepul dari dapur. Asap yang dih....

Suara Muhammadiyah

3 January 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Di sela-sela agenda Konsolidasi Nasional menjelang Resepsi Milad....

Suara Muhammadiyah

17 November 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah