Kebanggan Autentik Berpangkal dari Kuatnya Keyakinan dan Keimanan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
67

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam mengembara di belantara kehidupan, umat Muslim jangan bersifat lemah dan bersedih hati. Mengapa begitu? “Kalian adalah orang-orang yang mendapatkan kedudukan tinggi,” demikian Muhammad Saad Ibrahim menukil Qs ali-Imran 139.

Kunci itu semua apa? Asal beriman. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu mengemukakan, redaksi ayat itu turun sesudah terjadinya Perang Uhud.

“Perang Uhud membawa dampak psikologis yang sangat dahsyat kepada para sahabat-sahabat Nabi,” ujarnya, Jumat (8/5) saat Khutbah Jumat di Masjid At Tanwir Gedung Dakwah Muhammadiyah Menteng Raya, Jakarta Pusat.

Pada suasana getir perang yang terjadi tahun ke-3 hijriah (625 Masehi) itu, situasi kebatinan umat Islam tidak baik-baik saja. “Mereka merasa lemah. Mereka bersedih hati,” beber Saad. Adalah jelas, mereka mengalami pukulan dan penderitaan yang amat berat.

“Ketika itu jumlah orang-orang kafir 3000. Kaum muslimin sekitar 700 sampai 1000 orang,” urainya. Dengan jumlah yang sangat timpang ini, membuat faksi umat Islam skeptis.

“Kaum muslimin kalah. Ada 70 bala tentara Islam yang wafat,” bebernya. Begitu juga, Yang dialami Nabi Muhammad Saw. “Salah satu giginya rompal (copot), berdarah-darah,” tambahnya.

Dalam Perang Uhud, kaum Muslim mengalami kekalahan. Berbeda ketika Perang Badar. “Mereka menang, diberikan kemenangan oleh Allah,” imbuh Saad.

Pangkal kekalahan itu, karena tidak melanggar instruksi Nabi Muhammad Saw agar pasukan tetap bertahan di Bukit Anain (bukit pemanah) untuk melepaskan anak panah pada musuh.

Pelanggaran itu karena mereka terninabobokan oleh harta rampasan perang hatta pasukan Quraisy mulai mundur dan meninggalkan harta di medan perang.

“Ketika itulah kemudian tentara Quraisy berbalik terutama di bawah Khalid bin Walid sebelum memeluk Islam. Maka akhirnya kaum muslimin kalah. Ada 70 bala tentara Islam yang wafat,” terang Saad.

Ibrah dari peristiwa ini kemudian, kata Saad, jangan merasa lemah, hatta punya pengalaman perang. Dan, jangan pula bersedih. “Sebab kalian adalah orang-orang yang punya posisi tertinggi dengan syarat kalian beriman,” sambungnya.

Saad menggarisbawahi kata persyaratan mutlak: asal kalian beriman (kuntum mu’minin). Dalam Tafsir At-Thabari, ungkapan in kuntum mu'minin ditafsirkan dengan in kuntum shaddaqtum nabiyyi bima ja'akum bihi 'anni, Kalau kalian membenarkan nabiku, membenarkan apa yang Nabi datang kepada kalian dan itu dariku.

“Ayat ini mengajarkan kita untuk punya kebanggaan (pride),” ujar Saad. Menukil teori psikologi, ada dua model kebanggaan, kebanggaan autentik dan kebanggaan karena kesombongan.

“Kebanggaan yang pertama itu bangga karena memiliki keyakinan,” mendasari ayat tadi: kamu paling tinggi (derajatnya) jika kalian orang-orang beriman.

“Maka beriman ini bagian dari kebanggan yang autentik. Sebuah bangsa juga memerlukan ini,” tegasnya.

Tapi juga perlu digarisbawahi, bahwa bukan kemenangan yang terpenting, tapi mengikuti, membenarkan apa yang kemudian dikatakan, diinstruksikan oleh Nabi.

“Maka kebanggaan baru kemudian muncul ketika kita sudah beriman. Mengikuti Quran dan Hadis, maka ini menjadi kebanggaan,” jelasnya.

Dan salah satu dari efek kebanggan yang autentik ialah sebuah bangsa dalam kondisi apa pun masih kemudian bisa bertahan. Dengan catatan penting dikemukakan Saad di sini.

“Selama kemudian keyakinannya, selama kemudian imannya itu masih tetap menjadi bagian itu,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDAR LAMPUNG,Suara Muhammadiyah - Bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalianda Lampung Selatan....

Suara Muhammadiyah

29 January 2025

Berita

TEMANGGUNG, Suara Muhammadiyah - Tim Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBS....

Suara Muhammadiyah

13 February 2026

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Masjid Al Muttaqiin Grand Tanjung Elok Purwokerto pertama kalinya dal....

Suara Muhammadiyah

10 February 2025

Berita

DENPASAR, Suara Muhammadiyah - Publikasi semakin mudah dilakukan. Media juga semakin banyak dan....

Suara Muhammadiyah

11 October 2023

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Air Minum Dalam Kemasan Suli - 5 dilaunching. Air minum kemasan siap dig....

Suara Muhammadiyah

9 November 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah