Kejujuran 9 Camaba Warnai Mastasi UMSi, Rektor Tekankan Karakter dan Kampus Humanis

Suara Muhammadiyah

8 September 2026

185
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SINJAI, Suara Muhammadiyah - Ada pemandangan sederhana namun sarat makna dalam pelaksanaan Masa Ta’aruf Mahasiswa (Mastasi) Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi), Selasa 8 September 2026 di UMSi Maraja Convention Center.

Sembilan calon mahasiswa baru mendapat apresiasi dari pimpinan universitas setelah berani mengakui bahwa atribut yang mereka kenakan merupakan hasil pinjaman.

Momen tersebut berlangsung saat Rektor UMSi, Prof Dr Umar Congge MSi CRMPA, berdialog dengan ratusan peserta melalui sesi “Rektor Bertanya”.

Di tengah suasana yang cair dan penuh keakraban, Rektor melontarkan pertanyaan mengenai kesiapan atribut peserta.

“Siapa yang datang ke acara Mastasi hari ini pakai celana, jilbab, atau peci hasil pinjaman?” tanya Prof Umar.

Pertanyaan itu disambut gelak tawa peserta. Namun, tak lama kemudian sembilan calon mahasiswa baru mengangkat tangan. Mereka dengan terbuka mengakui menggunakan perlengkapan pinjaman agar tetap dapat mengikuti rangkaian Mastasi.

Bagi pimpinan UMSi, keberanian tersebut justru patut diapresiasi. Kejujuran menjadi nilai yang lebih penting daripada sekadar kesempurnaan atribut yang dikenakan dalam kegiatan pengenalan kampus.

Wakil Rektor II UMSi, Ir Azmi Mangalisu SPt MSi IPM, turut menyambut sikap para calon mahasiswa tersebut dan akan menindaklanjuti bentuk perhatian dan apresiasi pimpinan universitas kepada mereka.

Mastasi sebagai Ruang Menanamkan Karakter
Momen tersebut memberi warna tersendiri dalam proses penerimaan mahasiswa baru UMSi. Mastasi tidak sekadar menjadi ruang mengenalkan kehidupan akademik dan kelembagaan, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter mahasiswa.

Pendekatan humanis tersebut sejalan dengan semangat UMSi sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang membuka ruang pendidikan bagi mahasiswa dari beragam latar belakang.

Keterbatasan fasilitas maupun kondisi ekonomi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi seseorang untuk memperoleh pendidikan. Sebaliknya, kejujuran, kesungguhan belajar, serta kemauan untuk berkembang menjadi modal penting memasuki kehidupan perguruan tinggi.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyematan ID card peserta sebagai simbol penyambutan mahasiswa baru.

Penyematan dilakukan para dekan dari tiga fakultas di lingkungan UMSi, yakni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik serta Humaniora (FISIPHUM), Fakultas Pertanian, dan Fakultas Teknik.

UMSi Siapkan Kuliah Umum
Di hadapan mahasiswa baru, Prof Umar Congge juga menyampaikan rencana agenda akademik UMSi dalam waktu mendatang.

UMSi berencana menggelar kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Sinjai Convention Center (UMCC).

Kuliah umum tersebut direncanakan menghadirkan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof Dr Fauzan MPd.

Selain itu, kegiatan juga direncanakan dihadiri Prof Erwin Akib SPd MPd PhD dari Majelis Dikti Litbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Agenda ini diharapkan menjadi momentum penguatan atmosfer akademik sekaligus membuka wawasan mahasiswa mengenai perkembangan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi.

Bangun Ruang Kuliah Baru dan Pusat Perkantoran
Kunjungan tersebut juga direncanakan dirangkaikan dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Ruang Kuliah Baru (RKB) dan Pusat Perkantoran UMSi.

Fasilitas tersebut akan dibangun di kawasan Jalan Wolter Monginsidi, tidak jauh dari UMCC.

Pembangunan sarana baru menjadi bagian dari upaya UMSi memperkuat fasilitas akademik dan pelayanan seiring perkembangan universitas.

Bagi mahasiswa baru, kabar tersebut menjadi bagian dari awal perjalanan mereka di UMSi. Mereka tidak hanya diperkenalkan dengan kehidupan kampus saat ini, tetapi juga dengan arah pengembangan universitas pada masa mendatang.

Namun di antara berbagai agenda besar itu, peristiwa sederhana ketika sembilan calon mahasiswa berani mengangkat tangan dan mengakui menggunakan atribut pinjaman meninggalkan pesan tersendiri.

Mastasi UMSi menunjukkan bahwa pendidikan Muhammadiyah tidak semata-mata berbicara tentang kecerdasan akademik. 

Pendidikan juga merupakan proses menumbuhkan kejujuran, keberanian, kesederhanaan, dan karakter sebagai bekal mahasiswa menjalani kehidupan di kampus maupun di tengah masyarakat. (yahya).


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Surakarta ....

Suara Muhammadiyah

19 February 2024

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) melakukan kegiat....

Suara Muhammadiyah

9 July 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Muhasabah Muhammadiyah, merupakan gerakan enggiatan shalat malam da....

Suara Muhammadiyah

16 April 2025

Berita

KL, Suara Muhammadiyah – Rektor Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM), Dr. Saidul Amin, bers....

Suara Muhammadiyah

25 November 2024

Berita

BANDAR LAMPUNG, Suara Muhammadiyah – Dalam upaya memperkuat pendidikan moderasi beragama di ka....

Suara Muhammadiyah

25 July 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah