SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka mengevaluasi sekaligus memperkuat kegiatan kepanduan Hizbul Wathan (HW), sejumlah sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Sleman kembali menyelenggarakan kegiatan perkemahan bertajuk Kemah Prestasi Pandu Pengenal Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kwarda Sleman. Kegiatan ini diikuti oleh 331 siswa kelas V dari delapan sekolah, yaitu SD Muhammadiyah Pakem 1, SD Muhammadiyah 2 Pakem, SD Muhammadiyah 1 Ngaglik, SD Muhammadiyah Prambanan, SD Muhammadiyah Kadisoka, SD Muhammadiyah Bayen, SD Muhammadiyah Dhuri, dan SD Muhammadiyah Noyokerten.
Perkemahan dilaksanakan selama tiga hari, mulai Sabtu hingga Senin, 23–25 Mei 2026, bertempat di Bumi Perkemahan Gondang 2, Cangkringan, Sleman. Kegiatan ini menjadi sarana pembinaan karakter bagi para peserta melalui berbagai aktivitas yang mendidik, menantang, dan menyenangkan.
Tujuan utama dari kegiatan perkemahan ini adalah untuk memotivasi peserta agar memiliki rasa cinta dan rasa memiliki terhadap Hizbul Wathan, sekaligus menumbuhkan kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, dan kekompakan. Melalui kegiatan yang dilaksanakan jauh dari lingkungan rumah, para peserta diharapkan mampu mengurangi sikap manja dan ketergantungan kepada orang tua. Selain itu, perkemahan juga menjadi wahana untuk mengukur kemampuan, melatih ketaatan, serta membiasakan penerapan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Berbagai kegiatan dilaksanakan selama perkemahan berlangsung. Pada kegiatan umum, peserta mengikuti ibadah keagamaan, upacara pembukaan dan penutupan, olahraga, api unggun, penjelajahan, hingga korve tenda. Dalam bidang keterampilan kepanduan, peserta mendapatkan materi dan praktik baris-berbaris, pionering dasar, tali-temali, semaphore dan morse, serta sandi-sandi kepanduan. Sementara itu, kegiatan ilmu pengetahuan, seni budaya, dan persaudaraan diisi dengan hasta karya dari barang bekas, memasak dan menyajikan makanan, pentas seni, serta outbound.
Upacara pembukaan Kemah Prestasi Pandu Pengenal Qobilah Pangkalan BERPANGAPRASAN (Berbah, Pakem, Ngaglik, Prambanan, dan Kalasan) dibuka secara resmi oleh Ketua PDM Sleman, H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa anggota Hizbul Wathan memiliki nilai lebih karena di manapun berada selalu berusaha melaksanakan ajaran Rasulullah SAW serta menghormati orang tua dan guru.
Beliau juga mengutip sabda Rasulullah SAW, “Kun ‘aliman au muta‘alliman”, yang berarti jadilah orang berilmu atau orang yang mau belajar. Menurutnya, seorang murid yang baik harus mau memperhatikan guru dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Ia menegaskan bahwa kader Hizbul Wathan harus mampu membawa kebahagiaan di mana pun berada dan tidak menjadi pribadi yang enggan belajar maupun tidak mau mendengarkan nasihat.
Sementara itu, pada upacara penutupan, Ketua Kwarda Sleman, Sutarlan, S.Ag., M.S.I., menyampaikan harapannya agar setelah mengikuti kegiatan ini para peserta mengalami peningkatan kedisiplinan, terutama dalam hal ibadah seperti qiyamulail, sholat berjamaah, dan berbagai kebiasaan baik lainnya yang terus dijaga hingga dewasa nanti. Ia juga berharap kegiatan ini mampu membentuk generasi penerus bangsa yang unggul, tangguh, serta siap menghadapi tantangan dan persaingan di dunia nyata. Dengan bekal kedisiplinan, kemandirian, dan nilai-nilai keislaman yang kuat, para peserta diharapkan dapat menjadi pribadi yang sukses dunia dan akhirat.

