JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) berhasil lolos sebagai Peserta Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan tahun 2026. Keputusan ini berdasaran Surat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Nomor 3373/DST/B2/DT.01.01/2026. Kegiatan tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada 21 sampai 25 Oktober 2026 di Universitas Muslim Indonesia Makassar, Sulawesi Selatan.
Organisasi mahasiswa yang berhasil memperoleh pendanaan tersebut adalah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Komisariat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMJ IMM FISIP UMJ ini berhasil meraih pendanaan dengan judul proposal "DAON WIRA (Desa Daon Wirausaha): Transformasi Produk Lokal Melalui Penguatan Ekonomi Desa Berkelanjutan".
Dosen Pembimbing Nur Muhamad Iqbal, S.A.P., M.A., menjelaskan bahwa program tersebut disusun berdasarkan hasil observasi tim terhadap potensi dan kondisi masyarakat Desa Daon. Desa tersebut memiliki potensi produk lokal berupa singkong dan pisang yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.
“Desa Daon memiliki potensi sebagai penghasil singkong dan pisang, tetapi KWT di Desa Daon belum memiliki struktur dan fungsi yang cukup jelas dalam memperkuat ekonomi desa,” jelasnya.
Ia menjelaskan salah satu hasil dari pelaksanaan program ialah terbentuknya Kelompok Wanita Daon sebagai bagian dari upaya penguatan kelembagaan dan pemberdayaan masyarakat. Kelompok tersebut diharapkan dapat menjadi pionir dalam pengembangan ekonomi desa melalui pengelolaan potensi lokal secara berkelanjutan.
“Kami berharap program ini menjadi pionir dalam membangun ekonomi desa. Meskipun langkah awal ini memiliki banyak tantangan, masih terdapat banyak peluang untuk terus dikembangkan,” ujarnya.
Iqbal menjelaskan, salah satu strategi yang dilakukan tim adalah membangun komitmen bersama untuk mengikuti dan mencapai target dalam Anugerah Abdidaya. Seluruh tahapan program dilaksanakan dengan mengacu pada pedoman yang telah ditetapkan.
Lebih lanjut, Ia mengatakan beberapa langkah yang dilakukan meliputi penyusunan logbook interaktif yang memuat berbagai kegiatan program, pembangunan kemitraan yang kooperatif, pembentukan Kelompok Wanita Daon sebagai bagian dari penguatan Kelompok Wanita Tani (KWT), serta publikasi kegiatan secara konsisten melalui media sosial.
Keberlanjutan program juga dirancang melalui pemantauan media sosial dan marketplace sebagai salah satu sarana untuk memperluas jangkauan produk dan aktivitas kelompok masyarakat yang telah dibentuk.
Menurut Iqbal, keberhasilan mengikuti Anugerah Abdidaya tidak hanya menjadi capaian bagi IMM FISIP UMJ, tetapi juga menunjukkan bahwa Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat.
“PPK Ormawa harus terus digelorakan sebagai bagian dari prestasi mahasiswa dan mampu memberikan dukungan secara maksimal,” tutupnya.

