Kenali Gejala Digital Fatigue, Segera Digital Detox

Publish

11 September 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
731
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fenomena digital fatigue atau kelelahan akibat penggunaan perangkat digital secara berlebihan semakin terasa di kalangan mahasiswa. Generasi Z, yang hampir seluruh aktivitasnya bersentuhan dengan dunia digital, dinilai paling rentan terhadap kondisi ini.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Taufiqur Rahman, S.IP., M.A., Ph.D., menjelaskan bahwa digital fatigue merupakan kelelahan fisik maupun mental yang muncul akibat paparan perangkat digital secara terus-menerus.

“Secara umum, istilah digital fatigue itu merujuk pada kelelahan, baik fisik maupun mental. Biasanya terjadi karena penggunaan media digital yang berlebihan. Fenomena ini paling banyak dialami mahasiswa, karena mereka merupakan generasi yang paling intens mengakses media sosial dan internet,” jelas Taufiq saat diwawancarai, Selasa (9/9).

Menurutnya, kelelahan digital tidak hanya menurunkan kemampuan mahasiswa dalam berkonsentrasi, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan mental. Gejalanya bisa berupa kesulitan fokus, rasa lelah berlebih, hingga keluhan fisik seperti pusing dan mata tegang.

“Kalau sudah sampai tahap tertentu, ini bahkan bisa memicu depresi. Awalnya memang menyerang fisik, misalnya mata lelah karena terlalu lama menatap layar, tetapi lama-kelamaan bisa berdampak pada psikis juga,” ungkapnya.

Kondisi ini diperparah oleh derasnya arus informasi yang dikonsumsi mahasiswa setiap hari. Informasi yang simpang siur dengan konten beragam membuat beban mental semakin berat. Akibatnya, kelelahan fisik ikut dipengaruhi kelelahan psikis karena harus mencerna terlalu banyak hal dalam waktu bersamaan.

Meski begitu, Taufiq menekankan bahwa penggunaan teknologi di era digitalisasi tidak bisa dihindari, terutama dalam dunia akademik. Karena itu, solusi bukanlah menjauhi gawai, melainkan menjaga keseimbangan dalam penggunaannya.

Ia juga merekomendasikan konsep digital detox sebagai salah satu langkah pencegahan maupun pemulihan. Namun, penerapannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.

“Kalau sudah mulai muncul gejala tidak sehat, seperti sulit fokus, cepat lelah, atau mata terganggu, digital detox perlu dilakukan. Caranya bisa dengan mengurangi jam penggunaan media, membatasi akses hanya pada hal-hal penting, dan menghindari aktivitas scrolling yang tidak perlu,” tutup Taufiq. (NF)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Kudus  konsen menyiapkan kader kesehatan t....

Suara Muhammadiyah

21 September 2024

Berita

HONGKONG, Suara Muhammadiyah – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Pimpinan Cabang Istimewa Ais....

Suara Muhammadiyah

5 October 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Buku Pendidikan Bermutu untuk Semua: Menggali Pokok-pokok Pikiran Abdu....

Suara Muhammadiyah

30 October 2025

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah bergerak nyata lewat penyelenggaraan pendidik....

Suara Muhammadiyah

18 August 2024

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto secara resmi menu....

Suara Muhammadiyah

1 December 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah